Berita Viral di Medsos, Dugaan Lambatnya Penanganan Pasien Hinggal Meninggal, Direktur RSUD dr.Haryoto Lumajang: Itu Sudah Sesuai dengan SOP

- Penulis

Jumat, 7 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GarudaXpose.com | Lumajang – Viral unggahan di media sosial yang menyoroti dugaan keterlambatan penanganan seorang pasien hingga meninggal dunia di RSUD dr. Haryoto Lumajang. Direktur RSUD dr. Haryoto, dr. Wawan Arwijanto memberikan klarifikasi atas peristiwa yang sebenarnya terjadi pada awak media, Jumat (7/8/2026)

Ia menegaskan seluruh tenaga kesehatan telah menjalankan tugas sesuai prosedur dan memberikan penanganan maksimal kepada pasien.

Menurut dr. Wawan, peristiwa yang ramai diperbincangkan tersebut memang benar terjadi. Pasien dirawat di Ruang Melati dan meninggal dunia setelah kondisinya memburuk secara mendadak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Memang ada pasiennya dan memang benar pasien tersebut meninggal dunia di RSUD dr. Haryoto, di ruang Melati. Tidak ada yang bohong mengenai kejadian itu. Tetapi yang perlu dipahami, perawat sudah datang dan sudah memberikan pertolongan. Saat pasien mengalami batuk darah secara tiba-tiba, petugas langsung melakukan tindakan. Hanya saja hasilnya memang tidak seperti yang kita harapkan,” jelas dr. Wawan pada awak media.

Ia menjelaskan, saat pertama kali datang ke rumah sakit, pasien mengeluhkan nyeri kepala, mual, muntah, serta kondisi tubuh yang lemas. Selama menjalani perawatan di ruang rawat inap, kondisi pasien tiba-tiba mengalami penurunan drastis setelah mengalami batuk darah hebat yang menyebabkan jalan napas tersumbat.

Menurutnya, kondisi tersebut merupakan keadaan darurat yang langsung ditangani oleh tenaga medis sesuai standar pelayanan yang berlaku.

“Kalau pelayanan kesehatan, ada yang berhasil dan ada juga yang hasilnya tidak sesuai harapan. Yang jelas, perawat sudah datang dan memberikan pertolongan dengan sangat baik. Kami sudah berupaya semaksimal mungkin,” ungkapnya.

Menanggapi isu yang menyebut dokter tidak berada di rumah sakit saat kejadian, dr. Wawan memastikan informasi tersebut tidak benar.

Ia menegaskan RSUD Haryoto Lumajang memiliki sistem pelayanan dengan dokter jaga selama 24 jam.

“Dokter jaga ada 24 jam, bahkan ada dua dokter jaga di Instalasi Gawat Darurat (UGD). Dokter penanggung jawab pasien sesuai bidang spesialis juga selalu dapat dihubungi atau on call. Koordinasi dengan dokter spesialis juga sudah dilakukan,” terangnya.

Lebih lanjut, dr. Wawan menerangkan bahwa pasien masuk sebagai pasien umum dan seluruh tindakan medis telah dilakukan berdasarkan indikasi klinis. Menurutnya, keberhasilan penanganan pasien dipengaruhi banyak faktor medis sehingga tidak seluruhnya dapat ditentukan oleh tenaga kesehatan.

“Kami tidak bisa mengendalikan apakah suatu kejadian menjadi viral atau tidak. Yang bisa kami lakukan adalah memberikan pelayanan semaksimal mungkin sesuai kondisi pasien. Banyak kasus berat yang kami tangani di rumah sakit, dan hasil pengobatan atau tindakan medis bukan sepenuhnya ditentukan oleh tenaga kesehatan,” tungkas dr. Wawan.

Pihak RSUD Dr. Haryoto berharap masyarakat memperoleh informasi secara tidak terburu-buru menyimpulkan suatu peristiwa hanya berdasarkan unggahan di media sosial.

Rumah sakit juga menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan kesehatan sesuai standar operasional prosedur demi keselamatan setiap pasien.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Laksamana Muda TNI (Purn.) Dr. Nazali Lempo Layak Dipertimbangkan sebagai Jaksa Agung: Tegas, Berintegritas, dan Tidak Berkompromi terhadap Penegakan Hukum
Abaikan K3, Proyek RKB SDN Sodong 2 Senilai Rp 883 Juta Bahayakan Siswa, Mandor dan Pelaksana “Menghilang”
Yadnya Karo 1948 Caka Desa Sapikerep Ditutup Dengan Acara Sakral Nyadran
Pemerintah Perkuat Operasi Penanganan Kebakaran Bromo, BNPB Siapkan Dukungan Water Bombing dari Udara
Krisis Air Bersih Landa Pandeglang, Warga Desa Simpang Tiga dan Sekitarnya Menjerit Kekeringan
Akses ke Bromo Lumpuh Sementara Usai Kobaran Api Menyambar ke Blok Bantengan TNBTS
Rutan Kraksaan Geledah Kamar Hunian dan Tes Urine Warga Binaan
Skandal Pengondisian Proyek U-Ditch Legok: DPP LSM ARBER Resmi Layangkan Surat Audiensi Soal Oknum Wartawan “Penyokong”!

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Laksamana Muda TNI (Purn.) Dr. Nazali Lempo Layak Dipertimbangkan sebagai Jaksa Agung: Tegas, Berintegritas, dan Tidak Berkompromi terhadap Penegakan Hukum

Jumat, 7 Agustus 2026 - 12:07 WIB

Berita Viral di Medsos, Dugaan Lambatnya Penanganan Pasien Hinggal Meninggal, Direktur RSUD dr.Haryoto Lumajang: Itu Sudah Sesuai dengan SOP

Jumat, 7 Agustus 2026 - 03:43 WIB

Abaikan K3, Proyek RKB SDN Sodong 2 Senilai Rp 883 Juta Bahayakan Siswa, Mandor dan Pelaksana “Menghilang”

Kamis, 6 Agustus 2026 - 06:20 WIB

Yadnya Karo 1948 Caka Desa Sapikerep Ditutup Dengan Acara Sakral Nyadran

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:05 WIB

Pemerintah Perkuat Operasi Penanganan Kebakaran Bromo, BNPB Siapkan Dukungan Water Bombing dari Udara

Berita Terbaru