Keterangan:Dari Yayasan Darul Muttaqien, Ketua Golkar Brebes Teguh Wahid Turmudi Tegaskan Komitmen Kader Mengawal Semangat Bahlil Untuk Generasi Penerus
BREBES,GarudaXpose.com//
Bukan sekadar seremonial politik. Jumat, 7 Agustus 2026, menjadi hari penuh haru di Dukuh Sigempol, Randusanga Kulon, Brebes. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Brebes memilih merayakan Tasyakuran Ulang Tahun ke-50 Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bapak Bahlil Lahadalia dengan cara yang paling Golkar, paling merakyat: memotong tumpeng dan berbagi kasih dengan 35 anak yatim piatu.
Acara yang dipusatkan di kompleks Yayasan Darul Muttaqien Sigempol, Pondok Pesantren Darul Muttaqien, dan LKSA Panti Asuhan Darul Muttaqien itu berlangsung khidmat dan meriah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Jika di DPP acaranya megah, di Brebes maknanya diperdalam. Dipimpin langsung oleh Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Brebes, H. Teguh Wahid Turmudi, S.H., tasyakuran ini menjadi cerminan bahwa Golkar Brebes solid dalam satu komando.
Prosesi sakral pemotongan tumpeng kuning sebagai simbol rasa syukur atas 50 tahun pengabdian Bahlil Lahadalia, dipimpin oleh H. Teguh Wahid Turmudi, S.H. Pemotongan yang semula akan dilakukan oleh Ibu Zubaidah, diamanahkan dan diwakili oleh Mbak Rita, lalu potongan pertama tumpeng penuh berkah itu diserahkan kepada jajaran DPD Partai Golkar Kabupaten Brebes sebagai simbol soliditas.
Namun puncak keharuan justru setelahnya. Potongan tumpeng berikutnya tidak berhenti di meja pengurus, melainkan langsung diserahkan kepada anak-anak yatim piatu. Dilanjutkan dengan penyerahan santunan dan tali asih untuk 35 anak yatim piatu binaan yayasan.
Di sinilah letak ketajaman makna tasyakuran Golkar Brebes. Tumpeng tidak hanya dimakan kader, tapi dirasakan keberkahannya oleh mereka yang membutuhkan.
Suasana pecah haru ketika puluhan anak yatim piatu itu berdiri, mengepalkan tangan kecil mereka, dan menyanyikan yel-yel dengan lantang serta mendoakan sang Ketua Umum dengan sebutan penuh cinta yang mereka kenal: MBG.
“Selamat Ulang Tahun MBG: Mas Bahlil Ganteng ke-50. Semoga panjang umur dan sehat selalu. Makasih MBG Mas Bahlil Ganteng!” teriak mereka kompak.
Bagi mereka, MBG bukan sekadar singkatan. MBG adalah Mas Bahlil Ganteng – sosok pemimpin yang ganteng bukan hanya rupanya, tapi ganteng hatinya, ganteng kepeduliannya, ganteng perjuangannya dari Papua hingga menjadi Menteri dan kini menakhodai partai besar berlambang beringin. Doa tulus dari mulut anak yatim adalah hadiah ulang tahun paling mahal yang tak bisa dibeli dengan apapun.
Acara tasyakuran ini dihadiri lengkap oleh Srikandi Partai Golkar Kabupaten Brebes, seluruh pengurus, kader, simpatisan, dan tokoh masyarakat, di antaranya Mas Burhan dan seluruh jajaran pengurus lainnya yang tidak dapat disebutkan satu persatu namun hadir dengan semangat kekaryaan yang sama.
Dalam sambutan penuh motivasinya, H. Teguh Wahid Turmudi, S.H. memberikan pesan mendalam, bukan hanya untuk Bahlil, tapi untuk masa depan anak-anak yatim tersebut.
“Kalian bisa meneruskan semangat dan cita-cita Bapak Bahlil dan tentu nanti akan berada di posisi yang lebih tinggi dari Bapak Bahlil. Amin. Kalau Pak Bahlil hari ini Menteri, semoga tahun berikutnya, yang berhasil berikutnya adalah dari adik-adik sekalian. Jangan lupa kalau cita-citanya tercapai, itu karena hari ini kita berdoa bersama di rangkaian ulang tahun ini. Rasanya saya kalau melihat adik-adik sangat bangga banget,” tegas Teguh dengan suara bergetar.
Menurut Teguh, peringatan ini adalah instruksi moral dari Ketua Umum agar Golkar tidak pernah jauh dari rakyat kecil dan generasi penerus.
“Sekali lagi kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus, yayasan, dan segenap panitia yang sudah bahu-membahu saling bantu untuk bisa melaksanakan kegiatan hari ini. Insya Allah nanti ada juga sedikit bentuk perhatian dari kami. Tentu ini semua juga atas arahan dari Pak Pemimpin agar kami selalu perhatikan generasi penerus. Terima kasih,” pungkasnya.
Tasyakuran 50 tahun MBG di Sigempol pun ditutup bukan dengan tepuk tangan politik, melainkan dengan doa bersama yang dipimpin anak-anak yatim, ramah tamah, dan foto bersama. Sebuah potret bahwa di usia emas ke-50, keteladanan Bahlil Lahadalia telah sampai hingga ke pelosok Brebes, melalui ketulusan doa anak-anak yatim untuk MBG – Mas Bahlil Ganteng.***
(4905)













