Cakra Buana Singkirkan Kauman Lewat Sudden Death, Gol Hantu Mistar Picu Amuk Protes

- Penulis

Sabtu, 25 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan : Adu Penalti 3-4 Tentukan Tiket Semifinal, Wasit Bung Sony Ade Jadi Sorotan – Ketua Panitia Asif di protes oleh tim Kauaman.(Sabtu 25 Juli 2026)

BREBES,GarudaXpose.com//- Inilah wajah asli Liga Tarkam, Liga Seng yang sesungguhnya. Keras, alot, emosional, dan penuh kontroversi. Itulah yang tersaji di laga perempat final kedua Pesantunan Cup 2026 antara Kauman FC kontra Cakra Buana Randusanga Kulon, Sabtu (25/7/2026) sore .

Ratusan pasang mata penonton yang memadati sisi lapangan Desa Pesantunan dibuat menahan napas hingga peluit akhir. Laga yang seharusnya jadi tontonan sepak bola kampung yang menghibur, justru berubah menjadi panggung drama tensi tinggi yang nyaris berujung ricuh.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejak menit pertama, kedua tim yang sama-sama memburu tiket semifinal tampil ngotot. Pelatih Kauman FC, Bung Budi, dan pelatih Cakra Buana, Amir, menurunkan skuad terbaiknya.

Jual beli serangan terjadi. Kapten Kauman, Rahman, dan Kapten Cakra Buana, Komet, menjadi jenderal lapangan yang tak mau kalah. Namun kokohnya dua palang pintu terakhir, kiper Azam di kubu Kauman dan Jupeng di kubu Cakra Buana, membuat semua gempuran kandas. Skor kacamata 0-0 bertahan di babak pertama.

Memasuki babak kedua, tensi bukan menurun, malah semakin memanas. Pelanggaran keras, tekel-tekel panas, dan adu mulut tak terhindarkan. Kedua tim bermain cukup alot dan ngotot. Namun papan skor tetap tak bergerak.

Puncak dari semua drama terjadi di menit-menit akhir babak kedua, menit yang seharusnya jadi penentu.

Dari sisi kanan, pemain Kauman FC melepaskan tendangan spekulasi keras. Bola melesat kencang, menghantam mistar gawang Cakra Buana dengan suara keras. Bola memantul deras ke bawah, ke garis gawang, lalu kembali ke dalam lapangan.

Seketika itu juga, seluruh pemain, oficial, dan pendukung Kauman FC mengangkat tangan, berteriak GOL. Mereka bersikukuh bola pantulan dari mistar itu sudah melewati garis gawang beberapa centi meter sebelum keluar lagi.

Namun apa yang terjadi? Wasit utama yang memimpin laga, Bung Sony Ade, yang dibantu dua asistennya, Saudara Anam dan Abu Rizal, bergeming. Ia tidak menunjuk titik tengah. Lambaian tangannya jelas: Lanjutkan permainan!

“Jelas masuk! Bola itu sudah di dalam gawang, pantulannya masuk. Wasit tidak adil, kami dirugikan!” teriak salah satu oficial Kauman FC dengan emosi di pinggir lapangan.

Dari kubu perangkat pertandingan, keputusan sudah bulat. Menurut pandangan wasit Abu Rizal dan Bung Sony Ade di lapangan, bola belum sepenuhnya melewati garis gawang. Keputusan yang membuat kubu Kauman merasa dicurangi oleh sang pengadil.

 

DRAMA ADU MENTAL: 3-3 LANJUT SUDDEN DEATH 3-4

Karena skor tetap 0-0 hingga 2×30 Menit babak ful time normal, laga harus ditentukan lewat drama adu penalti yang menguras jantung.

Lima penendang awal dari kedua tim tampil sempurna sekaligus menegangkan. Skor imbang kuat 3-3. Ratusan penonton berteriak histeris, menutup mata tak kuat melihat.

Laga masuk ke babak tos-tosan paling kejam: Sudden Death. Satu gagal, langsung pulang.

Di babak inilah dewi fortuna berpihak pada tim pesisir. Satu eksekutor Kauman FC gagal menjalankan tugas, sementara algojo Cakra Buana sukses menceploskan bola. Skor akhir adu penalti 3-4 untuk kemenangan Cakra Buana Randusanga Kulon.

Tangis kecewa pecah di kubu Kauman, sementara euforia meledak di kubu Cakra Buana yang berhak melaju ke babak semifinal Pesantunan Cup 2026.

Usai laga, protes belum usai. Oficial dan pemain Kauman kembali menghampiri perangkat pertandingan. Mereka meminta pertanggungjawaban atas insiden gol mistar yang tak disahkan. Suasana sempat memanas dan tegang.

Inilah yang menjadi catatan paling penting dari laga ini. Pesantunan Cup 2026 adalah turnamen besar, magnet warga. Tapi dengan tensi pertandingan yang sudah seperti final ini, kesiapan panitia soal keamanan sangat disorot.

Di laga sepanas kemarin, jumlah keamanan dan steward di dalam lapangan sangat minim. Tidak ada pagar pembatas yang jelas antara pemain dan penonton saat protes terjadi. Jika pemain dan oficial sudah berani mendekati wasit dengan emosi tinggi, bagaimana nanti di semifinal dan final yang tensinya pasti 10 kali lipat?

Ketua Panitia, Saudara Asif, dan seluruh jajaran panitia Pesantunan Cup 2026 harus segera putar otak dan berbenah total. Evaluasi perangkat pertandingan, perketat keamanan, tambah steward profesional. Jangan sampai Liga Tarkam yang seharusnya jadi ajang silaturahmi dan hiburan rakyat ini, justru ternodai oleh kericuhan karena kelalaian panitia.

Liga Seng boleh panas di dalam lapangan, tapi harus tetap dingin di luar lapangan.

Pungkasnya, kemenangan Cakra Buana Randusanga Kulon atas Kauman FC ini adalah bukti bahwa di sepak bola Tarkam, mental baja lebih penting dari sekadar skill. Kauman boleh merasa dirugikan oleh gol hantu, tapi Cakra Buana membuktikan mereka lebih tenang dalam tekanan adu penalti. Kini PR besar ada di tangan panitia. Jika ingin Pesantunan Cup 2026 dikenang sebagai turnamen sukses, bukan turnamen rusuh, maka pembenahan keamanan adalah harga mati jelang laga semifinal.***

(4905)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sawojajar Lolos Perempat Final Pesantunan Cup 2026 Lewat Drama Tos 5-4, Ghani FC Padasugih Pulang dengan Tangan Kosong
DUA GOL, Satu Pesan Juara: Persela Lemah Abang FC! Bungkam AMARIELDHO CIREBON di Bawah Panel MC Cantik FIFI
PSOI Banyuwangi Sukses Gelar Kejurkab dan Kejurprov Surfing 2026 di Pantai Pulau Merah, Diikuti 80 Peserta
Cetak Wasit Profesional, 6 Wasit Brebes Ikuti Penyegaran Wasit Se-Jawa Tengah di Unnes Semarang
Argentina Lolos ke Final, Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 di GOR A. Yani Disambut Antusias Warga Probolinggo
EKSEKUTOR PENALTI, BINTANG FAJAR FC DARI JATENG TAKLUKKAN SEDULUR FC JABAR 1-0: MUBANGJU CUP 2026 BERAKHIR MEGAH
Gegerkan Brebes! Persaba Cup VII 2026 Siap Digelar, Srikandi Glowing & SPG Cantik Jaga Tiket, UMKM Siap Manjakan Penonton
Gol Tunggal Dehan Robek Asa Bhakti Praja, Sedulur FC Cirebon Melenggang ke Perempat Final Mubangju Cup 2026

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:11 WIB

Cakra Buana Singkirkan Kauman Lewat Sudden Death, Gol Hantu Mistar Picu Amuk Protes

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:09 WIB

Sawojajar Lolos Perempat Final Pesantunan Cup 2026 Lewat Drama Tos 5-4, Ghani FC Padasugih Pulang dengan Tangan Kosong

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:04 WIB

DUA GOL, Satu Pesan Juara: Persela Lemah Abang FC! Bungkam AMARIELDHO CIREBON di Bawah Panel MC Cantik FIFI

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:39 WIB

PSOI Banyuwangi Sukses Gelar Kejurkab dan Kejurprov Surfing 2026 di Pantai Pulau Merah, Diikuti 80 Peserta

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:31 WIB

Cetak Wasit Profesional, 6 Wasit Brebes Ikuti Penyegaran Wasit Se-Jawa Tengah di Unnes Semarang

Berita Terbaru