BPBD Kabupaten Probolinggo Imbau Warga Waspadai Angin Gending, Kecepatan Capai 45 Km/Jam

- Penulis

Jumat, 24 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | Probolinggo – Masyarakat Kabupaten Probolinggo diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap fenomena Angin Gending yang mulai berhembus di sejumlah wilayah dengan kecepatan berkisar antara 17 hingga 45 kilometer per jam pada musim kemarau tahun ini. Kondisi tersebut berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan maupun bencana hidrometeorologi, terutama pohon tumbang dan kebakaran lahan.

Angin Gending merupakan angin fohn lokal yang bersifat panas dan kering. Angin ini bertiup dari kawasan pegunungan menuju wilayah pesisir di Kabupaten Probolinggo dan Pasuruan setiap memasuki musim kemarau. Karakteristiknya yang kencang disertai udara panas membuat masyarakat perlu lebih waspada terhadap dampak yang ditimbulkan.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Oemar Sjarief melalui Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi dan Rekonstruksi Heri Nurdi mengatakan, fenomena Angin Gending merupakan kejadian alam yang hampir selalu muncul setiap tahun, terutama pada periode Juli hingga Agustus saat kondisi atmosfer berada dalam masa peralihan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Angin Gending dipicu oleh adanya perbedaan suhu udara yang cukup signifikan antara kawasan pegunungan dan dataran rendah. Kondisi tersebut diperkuat dengan tekanan udara yang menurun secara cepat sehingga menghasilkan hembusan angin yang lebih kencang,” ujar Heri Nurdi, Jumat (24/7/2026) sore.

Menurut Heri, faktor lain yang turut memengaruhi munculnya Angin Gending adalah kondisi atmosfer yang labil pada musim peralihan. Situasi tersebut menyebabkan massa udara bergerak lebih cepat dari wilayah pegunungan menuju kawasan pantai dengan karakter udara yang panas dan kering.

“Selain berdampak pada lingkungan, Angin Gending juga berpotensi memengaruhi kesehatan masyarakat. Debu yang beterbangan dan perubahan suhu yang cukup ekstrem dapat memicu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) maupun gangguan pernapasan lainnya, terutama bagi anak-anak, lansia, dan masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan,” jelasnya.

Ia menambahkan, dampak lanjutan yang perlu diantisipasi tidak hanya berkaitan dengan kesehatan. Hembusan angin yang berlangsung dalam waktu tertentu dapat mengganggu kualitas tidur masyarakat akibat suhu udara yang lebih panas pada malam hari, meningkatkan risiko pohon tumbang, hingga memperbesar potensi kebakaran hutan maupun lahan kering.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak menganggap remeh fenomena ini. Potensi pohon tumbang maupun kebakaran lahan akan meningkat apabila angin kencang disertai cuaca yang sangat kering,” tegas Heri.

BPBD Kabupaten Probolinggo juga mengajak masyarakat melakukan langkah-langkah mitigasi sederhana untuk meminimalkan risiko. Warga diminta memeriksa dan memperkuat kondisi atap maupun struktur bangunan agar mampu menahan terpaan angin kencang.

“Kemudian lakukan pemangkasan terhadap dahan-dahan pohon yang rapuh, amankan berbagai benda ringan yang berada di luar rumah agar tidak terbawa angin, serta selalu memantau perkembangan informasi cuaca dari sumber resmi yang terpercaya,” katanya.

Heri juga mengingatkan masyarakat agar tidak berteduh di bawah pohon besar maupun di sekitar baliho ketika angin bertiup kencang karena berisiko membahayakan keselamatan.

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Apabila terjadi angin kencang, segera berlindung di tempat yang aman dan hindari berada di bawah pohon besar maupun baliho yang berpotensi roboh. Dengan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan bersama, diharapkan dampak Angin Gending dapat diminimalkan,” pungkas Heri Nurdi.

Ia juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila terjadi keadaan darurat melalui layanan call centre whatsapp yang telah disediakan oleh PUSDALOPS BPBD Kabupaten Probolinggo.

“Apabila masyarakat membutuhkan bantuan atau menemukan kejadian bencana akibat Angin Gending, segera hubungi 08113514477 agar petugas dapat segera melakukan penanganan secepat mungkin,” pungkas Heri.

Penulis : Septyan Dwi Cahyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dampingi Komisi IV DPR RI ke PT BSI, Sonny T. Danaparamita Tekankan Pengawasan Investasi Berkelanjutan
Pisah Sambut Danlanal Banyuwangi, Bupati Ipuk Minta Sinergi Terus Dijaga  
Libatkan Komunitas Nelayan dan Pesisir dalam Pengelolaan Potensi Bahari, Banyuwangi Diapresiasi Delegasi ASEAN ID Blue
Warga Tukka Protes Keras, Pejabat Kementerian PU Dicegat Saat Tinjau Proyek Banjir
Kasdim 0825/Banyuwangi Hadiri The 9th ASEAN Smart Cities Network, Gerakan Indonesia ASRI Jadi Sorotan di Kampung Nelayan Merah Putih
Kemendagri Gelar Gerakan Indonesia Asri di Banyuwangi, Ribuan Peserta Gotong Royong Bersihkan Pantai Ancol Plengsengan
BNNK Banyuwangi dan Bea Cukai Banyuwangi Perkuat Sinergi P4GN
Kasdim 0825/Banyuwangi Hadiri BEC Awards 2026, Malam Apresiasi Budaya yang Mengangkat Nama Banyuwangi ke Kancah Nasional

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:36 WIB

BPBD Kabupaten Probolinggo Imbau Warga Waspadai Angin Gending, Kecepatan Capai 45 Km/Jam

Jumat, 24 Juli 2026 - 02:03 WIB

Dampingi Komisi IV DPR RI ke PT BSI, Sonny T. Danaparamita Tekankan Pengawasan Investasi Berkelanjutan

Kamis, 23 Juli 2026 - 03:26 WIB

Pisah Sambut Danlanal Banyuwangi, Bupati Ipuk Minta Sinergi Terus Dijaga  

Kamis, 23 Juli 2026 - 03:24 WIB

Libatkan Komunitas Nelayan dan Pesisir dalam Pengelolaan Potensi Bahari, Banyuwangi Diapresiasi Delegasi ASEAN ID Blue

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:13 WIB

Warga Tukka Protes Keras, Pejabat Kementerian PU Dicegat Saat Tinjau Proyek Banjir

Berita Terbaru