Keterangan Photo: Pemain Persela FC Candra Saat di wawancarai oleh MC Cantik Fifi,Rabu,22 Juli 2026
BREBES,Garuda Xpose.com// SONGGOM LOR – Sepak bola tarkam seringkali menyajikan drama yang tak kalah dari liga profesional. Itu yang terjadi di Lapangan Sukadana, Desa Songgom Lor, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, Rabu, 22 Juli 2026 sore.
Dalam duel hidup-mati babak 16 Besar JB Pergam Cup II, Persela Lemah Abang tampil dingin, efektif, dan tanpa banyak bicara. Dua gol tanpa balas mereka lesakkan ke gawang Amarieldho Cirebon, tim yang datang dengan reputasi kuat. Skor 2-0 itu bukan sekadar angka, melainkan penegasan: Persela datang bukan untuk meramaikan, tapi untuk merebut takhta.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Laga yang dikawal perangkat pertandingan terbaik turnamen ini – Wasit Owi, Asisten Waslikun dan Munif, Wasit Cadangan Sony Ad, serta Pengawas Pertandingan Aziz Muslim – berjalan dalam tempo tinggi sejak peluit pertama.
Menit Ke-7: Kapten Berbicara
Bung Eko, arsitek Persela Lemah Abang yang didampingi Manajer Tim Bung Ade, paham betul karakter lawan. Di sisi seberang, pelatih Amarieldho Cirebon, Bung Dedi, juga bukan orang asing. “Kedua tim sudah sering ketemu di lapangan,” ujar Bung Eko sebelum laga. Saling kenal, saling kunci.
Namun Persela lebih cepat membaca celah. Menit ke-7, kapten tim, Diki, gelandang bernomor punggung 6, memecah kebuntuan. Gol pembuka itu menjadi pondasi mental. 1-0 untuk Persela Lemah Abang hingga jeda.
Babak kedua adalah panggung adu taktik. Dedi menginstruksikan anak asuhnya menaikkan garis pertahanan, jual beli serangan terjadi. Skill individu dipertontonkan. Namun rapat dan disiplinnya lini belakang Persela membuat Amarieldho frustrasi.
Dan ketika Cirebon lengah, Persela menghukum dengan cara paling elegan.
Menit Ke-56: Presisi Seorang Chandra
Menit ke-56, nama itu kembali menggema di seluruh sisi lapangan Sukadana: Chandra. Penyerang bernomor punggung 10 itu melepaskan tembakan presisi yang tak mampu dijangkau kiper. 2-0. Stadion mini itu meledak.
Gol tersebut bukan hanya gol kemenangan, tapi gol yang mengunci predikat Man of The Match sore itu untuk Chandra. Sebuah eksekusi yang menurut saksi mata di lapangan, “sangat presisi dan tak tertebak, bahkan hingga menit-menit terakhir.”
Kemenangan ini mengantar Persela Lemah Abang melenggang ke babak 8 Besar JB Pergam Cup II.
Di Bawah Mic MC Cantik Fifi: Wawancara Paling Jujur
Jika di dalam lapangan keras dan panas, maka di pinggir lapangan, suasana mencair berkat kehadiran MC Cantik Fifi, yang memandu sesi wawancara dengan cerdas dan berkelas.
Didampingi sorot mata ribuan penonton, Chandra, sang kapten kedua Persela, meladeni wawancara dengan rendah hati.
Saat ditanya tentang ketatnya laga, ia tak membusungkan dada.
“Bagus nih, kita bagus mereka juga bagus. Tapi kita bisa memanfaatkan peluang,” jawabnya lugas.
Saat ditanya tentang gol presisinya yang menjadi buah bibir, apakah itu trik surprise yang sudah disiapkan, ia hanya tersenyum.
“Nggak, surprise. Saya panggil saja kayak gitu tadi. Nunggu aja di situ,” ujarnya.
Tidak ada ritual mistis, tidak ada persiapan berlebihan. Ketika Fifi menanyakan persiapan khusus, jawaban Chandra justru mencerminkan profesionalisme.
“Seperti biasa ya, dari pagi kita sarapan, minum vitamin, biar badan tetap fit,” katanya.
Soal chemistry? Itulah kuncinya. “Komunikasinya sudah enak bos, kan kita udah sering ketemu juga. Pernah satu tim jadi ya saling kenal lebih enak lah,” ungkapnya.
Kode Untuk Bos dan Evaluasi Untuk Panitia!!
Momen paling menarik terjadi ketika Fifi, dengan gaya khasnya, menanyakan masa depan. Persela sudah di 8 besar, liga resmi pun sudah mulai. Apakah Chandra akan tetap bertahan di tengah besarnya tuntutan fans yang sudah sangat mengenalnya?
Chandra memberikan sinyal yang paling ditunggu.
“Kayaknya kesini lagi sih. Ada di… busnya tuh,” kata Chandra, melempar kode kepada manajemen.
Itu adalah janji yang membuat fans Persela Lemah Abang bersorak. Artinya, di babak 8 besar nanti, penonton akan semakin membludak.
Namun Chandra tak hanya memberi pujian. Dengan nada membangun, ia memberi evaluasi keras untuk panitia JB Pergam Cup II yang diketuai Ahmad Jhony, S.H., di bawah bendera Pergam Gruel JB [Bang Pergam].
“Bolanya terlalu mantul-mantul,” katanya jujur saat ditanya pesan untuk panitia. Sebuah catatan penting yang langsung dicatat panitia untuk perbaikan kualitas lapangan di fase gugur.
Fifi, selaku MC yang sejak tahun lalu setia mengawal turnamen ini, mengamini. “Hari ini kalau saya secara pribadi melihatnya itu sangat-sangat susah ditebak karena dua tim itu sama-sama hebat, sama-sama kuat. Dan saya pribadi selaku MC, semakin ke sini selalu menemukan pemain-pemain hebat,” ujar Fifi.
JB Pergam Cup II bukan lagi sekadar turnamen desa. Di tangan Ketua Panitia Ahmad Jhony, S.H. dan dukungan penuh masyarakat Songgom Lor, turnamen ini telah naik kelas menjadi etalase talenta-talenta terbaik pantura.
Persela Lemah Abang telah mengirim pesan: mereka lapar gelar. Dua gol, dua eksekutor berbeda, satu visi yang sama. Efektif, tanpa basa-basi.
Kini, bola ada di tangan panitia untuk menjaga kualitas, dan di kaki Chandra untuk menepati janjinya. Karena satu hal yang pasti, seperti kata terakhir sang Man of The Match di depan mic MC cantik Fifi sore itu.***
(4905)










