Gubernur Koster Ajak Developer Perumahan Bangun Hunian Bali Hemat Lahan

- Penulis

Kamis, 9 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Gubernur Bali Wayan Koster Buka Rakerda REI di Bali


Garudaxpose.com l Denpasar-Bali -Gubernur Bali Wayan Koster mengajak para pengembang perumahan yang tergabung dalam wadah Real Estate indonesia (REI) berkolaborasi untuk menyusun konsep hunian masa depan yang lebih hemat lahan. Menurutnya, hal ini dibutuhkan guna mengatasi ketersediaan lahan yang kedepannya akan semakin berkurang sejalan dengan pertumbuhan penduduk. Hal itu disampaikan Gubernur Koster dalam sambutan saat membuka Rakerda REI Bali Tahun 2026 di Quest San Hotel Denpasar, Rabu (8/7).

Mengawali sambutannya, Gubernur Koster menyinggung ketersediaan lahan yang menjadi tantangan Bali dalam upaya penyediaan hunian layak huni. Menjawab tantangan tersebut, pengembangan perumahan di Pulau Dewata mesti dirancang secara khusus karena kian berkurangnya lahan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bali itu kecil, luasnya hanya 5.590 kilometer persegi. Secara umum tingkat kepadatan penduduk masih bagus, kecuali Kota Denpasar,” ujarnya.

Menyikapi hal ini, menurutnya Bali membutuhkan desain untuk perumahan warga di kawasan perkotaan dan perdesaan.

‘Kita harus punya desain perumahan dengan pemanfaatan lahan yang lebih efisien. Jangan sampai satu rumah dirancang dengan kebutuhan lahan yang luas, lama-lama lahan akan habis hanya untuk rumah,” urainya.


Lahan Produktif Tak Bisa Dilabrak untuk Kawasan Pemukiman

Ditambahkan olehnya, konsep pemanfaatan lahan yang efisien sejalan dengan implementasi Perda Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan Produktif dan Larangan Praktik Nominee.

“Ini berarti, lahan produktif tak bisa dilabrak untuk pengembangan kawasan permukiman. Hanya lahan tak produktif saja yang boleh dikembangkan,” cetusnya.

Untuk itu, ia minta OPD terkait memetakan kawasan yang bisa dikembangkan sebagai permukiman di setiap kabupaten dan kota.

Gubernur Bali dua periode ini juga menyinggung aspirasi REI terkait batas minimum pengembangan perumahan yang saat ini ditetapkan seluas 100 meter persegi.  “Ini PR bagi saya. Saya akan bicarakan dengan para bupati agar luasan itu bisa dikurangi agar lebih fleksibel,” imbuhnya.

Ia berpendapat, hal ini harus menjadi perhatian karena kedepan tekanan terhadap lahan akan semakin tinggi sejalan pertambahan jumlah penduduk.

“Tak bisa lagi satu rumah itu 5 are, 10 are. Sudah harus merancang konsep rumah masa depan yang efisien dan efektif. Seperti rumah-rumah di Jepang itu, kamarnya kecil-kecil. Sehingga lebih hemat lahan, khususnya di Kota Denpasar,” pungkasnya.

Ketua DPD REI Bali, Anak Agung Darma Setiawan dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan, tapi merupakan momentum evaluasi agar organisasi ini makin kuat dan adaptif dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Darma Setiawan menambahkan, pertumbuhan ekonomi merupakan peluang bagi anggota REI karena kebutuhan hunian pasti meningkat.

“Terlebih lagi saat ini pemerintah punya program tiga juta hunian bagi masyarakat. Sebagai organisasi pengembang tertua dan terbesar, REI punya tanggung jawab besar dalam menyukseskan program ini dengan menggerakkan ekosistem dan memberi kontribusi nyata,” terangnya.


Masyarakat Bali harus Bangga, Gubernur Koster Profesional dan Rasional

Sementara itu, Ketua DPP REI Joko Suranto mengapresiasi kehadiran Gubernur Koster pada Rakerda REI Bali.  “Ini membuktikan bahwa Bapak Gubernur Bali profesional dan rasional, masyarakat Bali harus bangga,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Joko Suranto menyinggung tingginya tingkat investasi properti di Daerah Bali yang mencapai Rp. 12, 1 trilyun. Namun demikian, besarnya investasi ini membutuhkan terobosan dan perhatian dari pemerintah.

“Ini penting agar investasi sebesar itu dikelola dengan cara yang baik,” ujarnya. Menurut dia, yang paling dibutuhkan saat ini adalah penetapan zonasi dan kehadiran lembaga yang bertindak  sebagai offtaker.

Ketua Panitia Rakerda REI Bali, Anak Agung Ngurah Ananta Wijaya menginformasikan, kegiatan yang melibatkan 61 peserta ini bertujuan untuk evaluasi dan menyusun program kerja serta menyatukan langkah dalam menghadapi tantangan dalam sektor properti.(Dsk/Tra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Info Bangli Bali Soal Pasar Rakyat untuk Ruang Berbagi dan Penggerak UMKM
Di Balik Tangis Orang Tua, 1.000 Tanda Tangan Mengalir Demi Mengungkap Kematian Boy Simamora
DWP Brebes Sulap Ikan Tongkol Jadi Produk Bernilai Jual, Usung Konsep Zero Waste
Nobar Piala Dunia 2026 di GOR A. Yani Diserbu Warga, Laga Argentina vs Mesir Berakhir Dramatis
Gubernur Koster Ajak Tuntaskan Sampah dari Sumber
Bupati Tangerang Buka Naker Fest 2026, 3.174 Lowongan Kerja
DPN Tinjau Tiga Lokasi Bencana di Tapteng, Apresiasi Kinerja Pemkab dan Siapkan Rekomendasi ke Presiden
Warga Jayanti Keluhkan Penanganan Sampah, Soroti Dugaan Armada DLHK Angkut Sampah Perusahaan

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 01:52 WIB

Gubernur Koster Ajak Developer Perumahan Bangun Hunian Bali Hemat Lahan

Kamis, 9 Juli 2026 - 01:15 WIB

Info Bangli Bali Soal Pasar Rakyat untuk Ruang Berbagi dan Penggerak UMKM

Rabu, 8 Juli 2026 - 16:37 WIB

Di Balik Tangis Orang Tua, 1.000 Tanda Tangan Mengalir Demi Mengungkap Kematian Boy Simamora

Rabu, 8 Juli 2026 - 05:35 WIB

Nobar Piala Dunia 2026 di GOR A. Yani Diserbu Warga, Laga Argentina vs Mesir Berakhir Dramatis

Rabu, 8 Juli 2026 - 03:54 WIB

Gubernur Koster Ajak Tuntaskan Sampah dari Sumber

Berita Terbaru

TNI POLRI

Patroli Malam Jadi Sarana Kedekatan, Personil TNI Dan Warga

Rabu, 8 Jul 2026 - 18:04 WIB