TAJUK RENCANA Memaknai 1 Muharram 1448 H: Saatnya Berhenti Menjadi Penonton Sejarah

- Penulis

Selasa, 16 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : H . Syahrir Nasution S.E, M.M
Garudaxpose.com l Medan (Sumut)—-, 16 Juni 2026 – Tahun Baru Islam 1448 Hijriah kembali hadir membawa pesan mendalam bagi umat Islam di seluruh dunia. Momentum ini bukan sekadar pergantian tahun dalam kalender Hijriah, melainkan panggilan untuk melakukan evaluasi diri, memperbaiki langkah, dan meneguhkan komitmen terhadap nilai-nilai kebenaran.
Sejarah Islam telah mengajarkan bahwa perubahan besar tidak pernah lahir dari sikap diam. Peradaban yang kuat dibangun oleh orang-orang yang memiliki keberanian untuk bertindak, berpikir, dan menyuarakan apa yang benar meskipun menghadapi berbagai tantangan.
Oleh karena itu, memperingati Tahun Baru Islam tidak cukup hanya dengan mengenang peristiwa hijrah sebagai catatan masa lalu. Lebih dari itu, umat Islam dituntut untuk memahami makna hijrah sebagai gerakan perubahan yang nyata dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Hari ini, banyak persoalan yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Mulai dari ketimpangan sosial, kemiskinan, lemahnya kesadaran hukum, hingga berbagai persoalan pembangunan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Dalam kondisi seperti ini, dibutuhkan keberanian untuk menyampaikan kritik yang konstruktif dan solusi yang membangun.
Sejarah bukanlah museum yang hanya dikunjungi untuk dikenang. Sejarah adalah cermin yang menunjukkan siapa diri kita hari ini dan ke mana arah yang akan kita tuju di masa depan. Mereka yang hanya mengagumi sejarah tanpa mengambil pelajaran darinya pada akhirnya hanya menjadi penonton.
Sebaliknya, mereka yang mampu menerjemahkan nilai-nilai sejarah ke dalam tindakan nyata akan menjadi bagian dari perubahan itu sendiri.
Semangat hijrah yang diwariskan oleh Nabi Muhammad SAW mengajarkan pentingnya keberanian mengambil keputusan demi masa depan yang lebih baik. Hijrah bukan sekadar berpindah tempat, tetapi berpindah dari ketertinggalan menuju kemajuan, dari ketidakpedulian menuju kepedulian, dan dari ketidakadilan menuju keadilan.
Dalam kehidupan demokrasi, keberanian menyuarakan kebenaran merupakan bagian dari tanggung jawab moral setiap warga negara. Kebenaran tidak boleh dikalahkan oleh rasa takut, tekanan kekuasaan, ataupun kepentingan sesaat.
Namun demikian, suara yang disampaikan harus tetap berlandaskan fakta, etika, dan tanggung jawab sosial.
Memasuki Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi saksi perjalanan sejarah, tetapi juga menjadi pelaku sejarah.
Setiap individu memiliki kesempatan untuk memberikan kontribusi sesuai dengan kapasitas dan perannya masing-masing, baik sebagai pemimpin, tokoh masyarakat, akademisi, jurnalis, pemuda, maupun masyarakat biasa.
Perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Kejujuran dalam bekerja, kepedulian terhadap sesama, keberanian menyampaikan kebenaran, serta komitmen menjaga persatuan merupakan bagian dari semangat hijrah yang relevan sepanjang zaman.
Tahun Baru Islam 1448 Hijriah hendaknya menjadi momentum kebangkitan moral dan sosial. Sebuah momentum untuk memperkuat persaudaraan, mempererat kebersamaan, serta membangun optimisme dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Karena pada akhirnya, sejarah tidak akan mengenang mereka yang hanya pandai memuji masa lalu. Sejarah akan mencatat mereka yang berani berbuat, berani bersuara, dan berani menjadi bagian dari perubahan demi terwujudnya masyarakat yang adil, maju, dan bermartabat.
Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Mari berhijrah menuju pribadi yang lebih baik, masyarakat yang lebih kuat, dan bangsa yang lebih berkeadilan.
(M.SN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

CACA Sumsel Satukan Gagasan Cegah Karhutla: “Bersinergi, Selamatkan Hutan dan Masa Depan”
Transformasi Pelayanan RSUD Blambangan: Dari Antrean Panjang dan Berkas Kertas, Kini Lebih Cepat Berbasis Online
Kapolsek Tanggul AKP Fatur Rahman Pimpin Langsung Pengamanan Lomba Kerapan Sapi di Tanggul Wetan
Meriah,lomba kerapan sapi di tanggul wetan diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah
Dandim 0825/Banyuwangi Didampingi Ibu Tekankan Disiplin dan Kehormatan Prajurit Saat Kunjungi Koramil Cluring
Satreskrim Polresta Banyuwangi Peringkat II Pengungkapan 3C, Kapolresta: Prestasi Harus Bermuara pada Rasa Aman Masyarakat
BUPATI PADANG LAWAS SAMPAIKAN PERUBAHAN KUA-PPAS 2026 ANGGARAN BERTAMBAH, FOKUS PEMBANGUNAN DASAR DAN EKONOMI RAKYAT
BANPANG BULOG 32.181 KELUARGA PADANG LAWAS TERIMA BERAS 30 KG, PENYALURAN BERJALAN BERTAHAP DARI 5 KECAMATAN

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 06:30 WIB

CACA Sumsel Satukan Gagasan Cegah Karhutla: “Bersinergi, Selamatkan Hutan dan Masa Depan”

Sabtu, 12 September 2026 - 03:39 WIB

Transformasi Pelayanan RSUD Blambangan: Dari Antrean Panjang dan Berkas Kertas, Kini Lebih Cepat Berbasis Online

Sabtu, 12 September 2026 - 03:36 WIB

Meriah,lomba kerapan sapi di tanggul wetan diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah

Jumat, 11 September 2026 - 14:58 WIB

Dandim 0825/Banyuwangi Didampingi Ibu Tekankan Disiplin dan Kehormatan Prajurit Saat Kunjungi Koramil Cluring

Jumat, 11 September 2026 - 14:37 WIB

Satreskrim Polresta Banyuwangi Peringkat II Pengungkapan 3C, Kapolresta: Prestasi Harus Bermuara pada Rasa Aman Masyarakat

Berita Terbaru