
Oleh : H . Syahrir Nasution S.E, M.M
Garudaxpose.com l Medan (Sumut)—-, 16 Juni 2026 – Tahun Baru Islam 1448 Hijriah kembali hadir membawa pesan mendalam bagi umat Islam di seluruh dunia. Momentum ini bukan sekadar pergantian tahun dalam kalender Hijriah, melainkan panggilan untuk melakukan evaluasi diri, memperbaiki langkah, dan meneguhkan komitmen terhadap nilai-nilai kebenaran.
Sejarah Islam telah mengajarkan bahwa perubahan besar tidak pernah lahir dari sikap diam. Peradaban yang kuat dibangun oleh orang-orang yang memiliki keberanian untuk bertindak, berpikir, dan menyuarakan apa yang benar meskipun menghadapi berbagai tantangan.
Oleh karena itu, memperingati Tahun Baru Islam tidak cukup hanya dengan mengenang peristiwa hijrah sebagai catatan masa lalu. Lebih dari itu, umat Islam dituntut untuk memahami makna hijrah sebagai gerakan perubahan yang nyata dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Hari ini, banyak persoalan yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Mulai dari ketimpangan sosial, kemiskinan, lemahnya kesadaran hukum, hingga berbagai persoalan pembangunan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Dalam kondisi seperti ini, dibutuhkan keberanian untuk menyampaikan kritik yang konstruktif dan solusi yang membangun.
Sejarah bukanlah museum yang hanya dikunjungi untuk dikenang. Sejarah adalah cermin yang menunjukkan siapa diri kita hari ini dan ke mana arah yang akan kita tuju di masa depan. Mereka yang hanya mengagumi sejarah tanpa mengambil pelajaran darinya pada akhirnya hanya menjadi penonton.
Sebaliknya, mereka yang mampu menerjemahkan nilai-nilai sejarah ke dalam tindakan nyata akan menjadi bagian dari perubahan itu sendiri.
Semangat hijrah yang diwariskan oleh Nabi Muhammad SAW mengajarkan pentingnya keberanian mengambil keputusan demi masa depan yang lebih baik. Hijrah bukan sekadar berpindah tempat, tetapi berpindah dari ketertinggalan menuju kemajuan, dari ketidakpedulian menuju kepedulian, dan dari ketidakadilan menuju keadilan.
Dalam kehidupan demokrasi, keberanian menyuarakan kebenaran merupakan bagian dari tanggung jawab moral setiap warga negara. Kebenaran tidak boleh dikalahkan oleh rasa takut, tekanan kekuasaan, ataupun kepentingan sesaat.
Namun demikian, suara yang disampaikan harus tetap berlandaskan fakta, etika, dan tanggung jawab sosial.
Memasuki Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi saksi perjalanan sejarah, tetapi juga menjadi pelaku sejarah.
Setiap individu memiliki kesempatan untuk memberikan kontribusi sesuai dengan kapasitas dan perannya masing-masing, baik sebagai pemimpin, tokoh masyarakat, akademisi, jurnalis, pemuda, maupun masyarakat biasa.
Perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Kejujuran dalam bekerja, kepedulian terhadap sesama, keberanian menyampaikan kebenaran, serta komitmen menjaga persatuan merupakan bagian dari semangat hijrah yang relevan sepanjang zaman.
Tahun Baru Islam 1448 Hijriah hendaknya menjadi momentum kebangkitan moral dan sosial. Sebuah momentum untuk memperkuat persaudaraan, mempererat kebersamaan, serta membangun optimisme dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Karena pada akhirnya, sejarah tidak akan mengenang mereka yang hanya pandai memuji masa lalu. Sejarah akan mencatat mereka yang berani berbuat, berani bersuara, dan berani menjadi bagian dari perubahan demi terwujudnya masyarakat yang adil, maju, dan bermartabat.
Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Mari berhijrah menuju pribadi yang lebih baik, masyarakat yang lebih kuat, dan bangsa yang lebih berkeadilan.
(M.SN)
Post Views: 11
Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow