Pengangkutan Sampah di Jalur Jayanti Dikeluhkan, Warga Pertanyakan Kinerja Armada UPT 2 Balaraja

- Penulis

Kamis, 30 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

garudaxpose.com | Kabupaten Tangerang – Lambatnya pengangkutan sampah di jalur Jayanti, Kabupaten Tangerang, dikeluhkan oleh pengguna Jalan Raya Nasional dan warga setempat. Tumpukan sampah terlihat berserakan di bahu jalan, tepatnya di depan kantor Kominfo Jayanti, Kamis (30/10/2025).

Padahal, rutinitas pengangkutan sampah oleh UPT 2 Balaraja seharusnya mampu mensterilkan area tersebut dalam sepekan. Namun, kenyataannya di lapangan masih banyak tumpukan sampah yang belum terangkut.

Salah satu pengguna jalan sekaligus warga setempat, Ade, mengungkapkan kekesalannya kepada awak media di lokasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sekarang ini jalur Jayanti cuma satu titik aja yang diangkut, yaitu di depan Kominfo. Tapi kenapa pengangkutannya lambat dan sering terbengkalai? Kemana saja armada UPT 2 selama ini?” ujar Ade.

Ia menduga keterlambatan pengangkutan disebabkan oleh adanya prioritas lain di luar tugas utama.

“Kalau serius rutin diangkut seminggu sekali, nggak mungkin numpuk kayak begini. Jangan-jangan armadanya dipakai untuk angkut sampah di luar wilayah yang ada retribusinya. Seharusnya tugas pokok dulu yang diutamakan, karena UPT 2 Balaraja itu kan pelayanan publik,” tegasnya.

Ade berharap pihak terkait segera turun tangan untuk menuntaskan penumpukan sampah di jalur utama tersebut.

“Sampah di jalan protokol ini dilalui banyak pengguna jalan setiap hari. Tolong segera diangkut supaya pengendara merasa aman dan nyaman,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sidokkes Polres Lumajang Pastikan Keamanan Makanan Lewat Uji Lab Ketat di Dua Titik SPPG
Diresmikan Menteri Kesehatan, Banyuwangi Gandeng Noora Health Luncurkan Konsultasi Kesehatan Hotline via Whatsapp 24 Jam
Kabupaten Tangerang Kembali Darurat Hexymer dan Tramadol, Ketua MUI Cisoka Desak APH Tindak Tegas
Polemik Absen Bodong di Brebes Belum Usai, Karyawan Puskesmas Diminta Bayar ‘Denda’ Rp 400 Ribu per Orang
Dinkes Genjot Cakupan BPJS Ibu Hamil Sejak Trimester Pertama, Bidan Desa Dikerahkan Cek Keaktifan
Didukung Noora Health, Banyuwangi Segera Hadirkan Konsultasi Kesehatan Online 24 Jam
Layanan Khitan UPTD Puskesmas Kutabumi Dorong Akses Sunat Aman dan Terjangkau
Pemkab Tangerang Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 07:22 WIB

Sidokkes Polres Lumajang Pastikan Keamanan Makanan Lewat Uji Lab Ketat di Dua Titik SPPG

Minggu, 19 Juli 2026 - 04:38 WIB

Diresmikan Menteri Kesehatan, Banyuwangi Gandeng Noora Health Luncurkan Konsultasi Kesehatan Hotline via Whatsapp 24 Jam

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:15 WIB

Kabupaten Tangerang Kembali Darurat Hexymer dan Tramadol, Ketua MUI Cisoka Desak APH Tindak Tegas

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:52 WIB

Polemik Absen Bodong di Brebes Belum Usai, Karyawan Puskesmas Diminta Bayar ‘Denda’ Rp 400 Ribu per Orang

Kamis, 25 Juni 2026 - 05:31 WIB

Dinkes Genjot Cakupan BPJS Ibu Hamil Sejak Trimester Pertama, Bidan Desa Dikerahkan Cek Keaktifan

Berita Terbaru