RS Dinda Jati Uwung Tangkot Dikritik Lamban Tangani Pasien BPJS, Putra Wartawan Terlantar di IGD

- Penulis

Senin, 27 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GarudaXpose.com | Kota Tangerang – Pelayanan pasien BPJS di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Dinda, Jati Uwung, Kota Tangerang, Provinsi Banten, menuai sorotan tajam. Keluarga pasien mengeluhkan lambannya penanganan yang dialami putra kedua seorang jurnalis media online Bantenmore.com, Hasan Hariri, atau yang akrab disapa Kang Hariri, pada Minggu malam (26/10/2025).

Putranya, M. Adriansyah, santri Pondok Pesantren Al-Mansyuriyah Sepatan, dibawa ke RS Dinda sekitar pukul 19.56 WIB dengan keluhan demam tinggi. Namun, hingga pukul 23.00 WIB, pasien belum mendapat penanganan dokter. Petugas medis hanya melakukan pemeriksaan awal seperti tensi, timbang berat badan, cek suhu tubuh, dan menanyakan keluhan pasien.

> “Anak saya hanya diperiksa perawat tanpa tindak lanjut dari dokter. Hingga berjam-jam tidak ada tindakan serius. Saya kecewa dengan pelayanan RS Dinda, terutama terhadap pasien BPJS,” ujar Kang Hariri kepada Antero.co.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Ia menambahkan, selain keterlambatan penanganan, fasilitas ruang IGD juga penuh sehingga pasien baru sulit mendapatkan tempat tidur. “Saya merasa anak saya terlantar. Karena tak kunjung ditangani, saya akhirnya memutuskan untuk membawa putra saya ke rumah sakit lain,” imbuhnya.

Keluhan serupa juga datang dari pasien BPJS lain yang berada di IGD malam itu. Seorang pasien lansia asal Kecamatan Pasar Kemis mengaku sudah sering mengalami penundaan pelayanan.

> “Pasien BPJS seperti kami ini sering menunggu berjam-jam tanpa kejelasan. Saya sudah tua dan sakit, tapi dokter tak kunjung datang. Akhirnya saya pergi ke rumah sakit lain saja,” keluhnya.

 

Situasi serupa juga dialami pasien bayi berusia satu tahun asal Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang. Bayi tersebut terus menangis di pangkuan ibunya akibat demam tinggi, namun tidak juga mendapat penanganan dari dokter jaga IGD.

Kondisi ini menimbulkan keprihatinan publik atas kualitas pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS, yang seharusnya mendapat perlakuan setara dengan pasien umum.

Masyarakat berharap pihak manajemen RS Dinda Jati Uwung dapat melakukan evaluasi dan perbaikan pelayanan, khususnya di ruang IGD, agar kejadian serupa tidak terulang.

(Spi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Khasiat Ajaib Si Biru Bunga Telang: Solusi Alami Kaya Antioksidan untuk Kesehatan Tubuh
Peduli Kesehatan Ibu dan Anak, RS Dera As-Syifa Brebes Gelar Bakti Sosial untuk 200 Ibu Hamil
Camat Sukapura Lepas Ribuan Peserta Fun Walk Jambore Kader, HUT RI ke 81 di Gerbang Wisata Sukapura
3 Dokter Spesialis dan 17 Nakes Terima SK PNS, Perkuat Pelayanan Kesehatan Banyuwangi
Semarak HUT RI ke 81 Ratusan Warga Desa Ngadirejo Serbu Posyandu ILP
Pascabimtek Inovasi Daerah, Transformasi Pelayanan Kesehatan dan Perlindungan Masyarakat di Kabupaten Brebes Terus Diperkuat
Peringati HUT RI ke-81, Aksi Donor Darah Pegawai Lapas Banyuwangi Bantu Amankan Stok PMI
Bapperida Brebes Pamerkan Puluhan Inovasi Kesehatan, Dari Puskesmas Hingga RSUD

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 03:19 WIB

Khasiat Ajaib Si Biru Bunga Telang: Solusi Alami Kaya Antioksidan untuk Kesehatan Tubuh

Kamis, 3 September 2026 - 05:50 WIB

Peduli Kesehatan Ibu dan Anak, RS Dera As-Syifa Brebes Gelar Bakti Sosial untuk 200 Ibu Hamil

Rabu, 19 Agustus 2026 - 05:00 WIB

Camat Sukapura Lepas Ribuan Peserta Fun Walk Jambore Kader, HUT RI ke 81 di Gerbang Wisata Sukapura

Kamis, 13 Agustus 2026 - 03:29 WIB

3 Dokter Spesialis dan 17 Nakes Terima SK PNS, Perkuat Pelayanan Kesehatan Banyuwangi

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:48 WIB

Semarak HUT RI ke 81 Ratusan Warga Desa Ngadirejo Serbu Posyandu ILP

Berita Terbaru