Sidak Gaya ‘Undercover’ di Bulakamba: Kadinkes Dikira Pasien, Ujung-ujungnya Bawa Kabar Puskesmas Mau Pindah

- Penulis

Jumat, 10 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES,GarudaXpose.com//-Inspeksi mendadak alias sidak Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Heru Padmonobo, di Puskesmas Bulakamba, Jumat (10/4/2026), sukses bikin satu gedung ketawa bareng. Soalnya, alih-alih disambut karpet merah, sang Kadinkes malah disambut pertanyaan, “Mau berobat apa, Pak?”

Drama kocak ini dimulai usai Heru ikut kegiatan Jumat Bersih. Dengan outfit super merakyat, tanpa rombongan, dan langkah kaki santai keliling Puskesmas, beliau niatnya memang mau membaur. Hasilnya? Penyamaran terlalu sukses. Seorang petugas di bagian depan yang tidak ngeh langsung menjalankan SOP: sapa ramah, arahkan ke loket, dan tanya keluhan.

“Mau daftar dulu nggih, Pak? Sudah bawa kartu BPJS?” begitu kira-kira sambutan yang diterima Heru. Sontak suasana yang tadinya mau serius jadi pecah. Tawa lepas, canggung hilang, obrolan akrab langsung ngalir kayak sudah kenal lama.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi Heru yang baru 2 bulan menjabat, kejadian ini justru sesuai skenario.
“Belum kenal, itulah salah satu tujuan saya sering berkunjung ke puskesmas-puskesmas adalah mengenalkan diri mengingat baru menjabat 2 bulan,” ujarnya sambil senyum.
Menurutnya, justru momen ‘salah sangka’ ini jadi bukti paling jujur kalau pelayanan di Puskesmas Bulakamba tidak pilih-pilih. Semua diperlakukan sama, mau pejabat mau warga biasa. “Kejadian ini justru menunjukkan bahwa pelayanan berjalan dengan baik dan terbuka. Komitmen kami jelas, menghadirkan pelayanan kesehatan yang cepat, tepat, dan berkualitas untuk seluruh masyarakat,” tegasnya.

Sidak Tetap Jalan, Meski Diselingi Ketawa
Jangan salah, meski suasananya cair, fungsi pengawasan tetap maksimal. Heru tidak cuma numpang ketawa. Beliau langsung manfaatkan momen buat ngobrol dari hati ke hati sama pasien di ruang tunggu. “Nunggunya lama tidak, Bu? Obatnya lengkap?” tanyanya.

Alurnya ditelusuri satu-satu: mulai dari loket pendaftaran, ruang periksa, farmasi, sampai ke bangsal rawat inap. Heru juga sempat cek ketersediaan obat dan alat kesehatan sambil diskusi sama para nakes yang bertugas. Pendekatan humanis begini, katanya, jauh lebih efektif buat tahu kondisi riil di lapangan daripada cuma lihat laporan di atas meja.

Dari Tawa ke Fakta: PR Fisik Puskesmas
Nah, di tengah keliling sambil canda itu, mata Heru juga jeli lihat PR besar Puskesmas Bulakamba. Kondisi fisik gedung jadi sorotan utama. Beberapa catatan yang ia temukan:

Tata letak ruangan yang belum ideal, bikin alur pasien jadi muter-muter.
Ruang tunggu terasa sumpek dan panas saat pasien lagi ramai.
Sirkulasi udara di beberapa titik kurang maksimal.
Akses parkir untuk warga juga terbatas.

Kata Heru, semangat petugasnya sudah luar biasa, tapi fasilitasnya harus ikut mendukung biar pelayanan makin prima.

Wacana Besar: Puskesmas Bulakamba Mau ‘Pindahan Rumah’
Merespons temuan di lapangan, Heru langsung lempar wacana besar. Puskesmas Bulakamba diusulkan untuk direlokasi ke tempat baru yang lebih strategis. Lokasi yang dibidik ada di dekat Kantor Kecamatan Bulakamba.

Tujuan relokasi ini jelas:
Akses warga lebih gampang karena lokasinya di pusat kegiatan kecamatan.
Desain gedung baru bisa dibuat lebih modern dengan alur pelayanan yang efisien.
Kapasitas ruang bisa ditambah, jadi pasien tidak desak-desakan lagi.
Kenyamanan nakes dan pasien meningkat, kerja jadi semangat, berobat jadi tenang.

Wacana ini akan dibahas lebih lanjut dengan tim teknis dan pemangku kebijakan di Pemkab Brebes. Kalau lancar, warga Bulakamba bakal punya Puskesmas yang lebih representatif.

Jadi, sidak kali ini memang unik. Kadinkes datang niatnya kenalan, pulangnya bawa bahan evaluasi plus tawa satu Puskesmas. Kadinkes dapat teman baru, Puskesmas dapat harapan gedung baru. Sidak boleh lucu, tapi hasil buat masyarakat harus tetap serius.(red*)

(Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bapperida Brebes Pamerkan Puluhan Inovasi Kesehatan, Dari Puskesmas Hingga RSUD
Sidokkes Polres Lumajang Pastikan Keamanan Makanan Lewat Uji Lab Ketat di Dua Titik SPPG
Diresmikan Menteri Kesehatan, Banyuwangi Gandeng Noora Health Luncurkan Konsultasi Kesehatan Hotline via Whatsapp 24 Jam
Kabupaten Tangerang Kembali Darurat Hexymer dan Tramadol, Ketua MUI Cisoka Desak APH Tindak Tegas
Polemik Absen Bodong di Brebes Belum Usai, Karyawan Puskesmas Diminta Bayar ‘Denda’ Rp 400 Ribu per Orang
Dinkes Genjot Cakupan BPJS Ibu Hamil Sejak Trimester Pertama, Bidan Desa Dikerahkan Cek Keaktifan
Didukung Noora Health, Banyuwangi Segera Hadirkan Konsultasi Kesehatan Online 24 Jam
Layanan Khitan UPTD Puskesmas Kutabumi Dorong Akses Sunat Aman dan Terjangkau

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 06:42 WIB

Bapperida Brebes Pamerkan Puluhan Inovasi Kesehatan, Dari Puskesmas Hingga RSUD

Senin, 20 Juli 2026 - 07:22 WIB

Sidokkes Polres Lumajang Pastikan Keamanan Makanan Lewat Uji Lab Ketat di Dua Titik SPPG

Minggu, 19 Juli 2026 - 04:38 WIB

Diresmikan Menteri Kesehatan, Banyuwangi Gandeng Noora Health Luncurkan Konsultasi Kesehatan Hotline via Whatsapp 24 Jam

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:15 WIB

Kabupaten Tangerang Kembali Darurat Hexymer dan Tramadol, Ketua MUI Cisoka Desak APH Tindak Tegas

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:52 WIB

Polemik Absen Bodong di Brebes Belum Usai, Karyawan Puskesmas Diminta Bayar ‘Denda’ Rp 400 Ribu per Orang

Berita Terbaru