Sapi Kang Jo Terpilih Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo, Angkat Potensi Peternak Lokal Lumajang

- Penulis

Minggu, 24 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GarudaXpose.com | Lumajang – Terpilihnya sapi asal Kabupaten Lumajang sebagai hewan kurban Presiden Republik Indonesia menjadi gambaran potensi peternakan daerah yang terus berkembang melalui peningkatan kualitas pemeliharaan ternak dan ketekunan peternak lokal.

Sapi jenis metal cross bernama “Kang Jo” milik Reyhan, peternak asal Desa Sukosari, Kabupaten Lumajang, terpilih menjadi hewan kurban Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada Iduladha tahun ini.

Pencapaian tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi pemilik ternak, tetapi juga menunjukkan bahwa peternakan daerah memiliki potensi untuk menghasilkan ternak berkualitas yang mampu memenuhi standar yang dibutuhkan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Reyhan mengaku bersyukur dan bangga atas terpilihnya sapi yang selama ini dipeliharanya secara intensif.

“Alhamdulillah sangat bangga dan senang, karena ini menjadi bentuk hasil usaha dan perawatan yang selama ini kami lakukan,” ujarnya, Sabtu (23/5/2026).

Sapi dengan bobot mencapai 1 ton 144 kilogram itu dirawat secara rutin melalui pengaturan pola pakan, menjaga kebersihan kandang, serta pemantauan kesehatan secara berkala agar tetap tumbuh dalam kondisi optimal.

Di balik terpilihnya Kang Jo, terdapat proses panjang yang menunjukkan bahwa kualitas peternakan tidak hanya ditentukan oleh ukuran atau jenis ternak, tetapi juga dipengaruhi ketelatenan peternak dalam menerapkan pola pemeliharaan yang baik.

Keberhasilan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa peternak lokal memiliki peluang untuk menghasilkan ternak dengan kualitas yang mampu bersaing dan memberikan nilai tambah bagi sektor peternakan daerah.

Selain menjadi kebanggaan tersendiri bagi peternak, terpilihnya sapi asal Lumajang sebagai hewan kurban Presiden diharapkan dapat memotivasi peternak lain untuk terus meningkatkan kualitas pemeliharaan ternak serta memperkuat potensi sektor peternakan sebagai salah satu penopang ekonomi masyarakat.

Pencapaian tersebut juga menjadi bukti bahwa penguatan sektor peternakan tidak hanya berbicara tentang peningkatan jumlah produksi, tetapi juga pembangunan kualitas sumber daya peternak dan pengelolaan ternak yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kolaborasi PLN, DLH dan Desa Olehsari Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif Bernilai Ekonomi
Libatkan Komunitas Nelayan dan Pesisir dalam Pengelolaan Potensi Bahari, Banyuwangi Diapresiasi Delegasi ASEAN ID Blue
Ke Banyuwangi, Kepala Bakom RI Luncurkan Radio Koperasi Merah Putih
Bupati Tangerang Resmikan Renovasi SDN Lontar 2, Kolaborasi Pemkab dan PLTU Lontar
Warga Tukka Protes Keras, Pejabat Kementerian PU Dicegat Saat Tinjau Proyek Banjir
Hari Bhakti Adhyaksa ke-66, Kapolresta Tangerang: Sinergi Polri-Kejaksaan Kunci Tegaknya Hukum Berkeadilan
FPRB Jrebeng Kulon Resmi Terbentuk, Penutupan Destana Tandai Penguatan Mitigasi Bencana Berbasis Masyarakat
Sinergi Rutan Kraksaan dan Posbakumadin, Hadirkan Penyuluhan Bantuan Hukum

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 03:31 WIB

Kolaborasi PLN, DLH dan Desa Olehsari Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif Bernilai Ekonomi

Kamis, 23 Juli 2026 - 03:24 WIB

Libatkan Komunitas Nelayan dan Pesisir dalam Pengelolaan Potensi Bahari, Banyuwangi Diapresiasi Delegasi ASEAN ID Blue

Kamis, 23 Juli 2026 - 03:09 WIB

Ke Banyuwangi, Kepala Bakom RI Luncurkan Radio Koperasi Merah Putih

Rabu, 22 Juli 2026 - 17:11 WIB

Bupati Tangerang Resmikan Renovasi SDN Lontar 2, Kolaborasi Pemkab dan PLTU Lontar

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:13 WIB

Warga Tukka Protes Keras, Pejabat Kementerian PU Dicegat Saat Tinjau Proyek Banjir

Berita Terbaru