Photo,Doc,Asrofi Colon Ketua DPC Partai Demokrat Brebes (12/5/2026)
SEMARANG,GarudaXpose.com//– Konstelasi politik internal Partai Demokrat Kabupaten Brebes memasuki babak baru. Dukungan terhadap Bakal Calon Ketua DPC Partai Demokrat Brebes, Asrofi, kian menguat dan kian sulit dibendung. Hal itu ditegaskan dengan diserahkannya berkas dukungan dari 12 Pengurus Anak Cabang kepada DPD Partai Demokrat Jawa Tengah, Selasa (12/05/2026).
Penyerahan dokumen berlangsung di Kantor DPD Partai Demokrat Jateng, Jalan Pamularsih, Semarang. Roso, perwakilan PAC Brebes, hadir memimpin rombongan kader dari 12 kecamatan. Dengan membawa map berisi tanda tangan ketua dan sekretaris PAC, rombongan diterima langsung oleh jajaran Sekretariat DPD Jateng, termasuk sosok yang akrab disapa Ibu Din.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah 12 PAC ini dinilai bukan sekadar formalitas administratif. Di mata banyak pihak, ini adalah sinyal politik yang sangat jelas: mesin partai di tingkat akar rumput mulai bergerak solid ke satu nama. Konsolidasi yang terbangun diyakini akan mengubah peta perebutan kursi Ketua DPC Demokrat Brebes dalam beberapa pekan ke depan.
Dalam keterangannya kepada media, Roso menegaskan bahwa dukungan tersebut lahir dari proses panjang. “Ini bukan kerja semalam. Kami diskusi dari ranting ke PAC, menyerap suara kader. Hampir tiga bulan kami keliling, bertemu pengurus desa, mendengar keluhan. Intinya sama, kami ingin Demokrat Brebes punya pemimpin yang aktif, komunikatif, dan mau turun ke bawah,” ujarnya.
Roso menambahkan, dukungan ini murni bentuk harapan kader. Bukan sekadar mendukung sosok, melainkan mendorong lahirnya energi baru di tubuh partai. “Kami lihat Pak Asrofi punya rekam jejak, kapasitas, dan visi yang dibutuhkan. Beliau bisa merangkul semua, tidak hanya elite, tapi juga kader paling bawah. Selama ini komunikasi beliau ke PAC tidak pernah putus,” tegasnya.
Menanggapi gelombang dukungan itu, Sekretariat DPD Partai Demokrat Jateng melalui Ibu Din menyampaikan apresiasi. Ia menyebut proses konsolidasi berjalan terbuka, transparan, dan demokratis. “Ini bagian dari dinamika organisasi yang sehat. Yang penting, semua pihak tetap menjaga persatuan. Beda pilihan itu wajar, tapi jangan sampai merusak kebersamaan,” kata Ibu Din.
Ibu Din juga menekankan bahwa DPD Jateng memosisikan diri sebagai fasilitator. Semua berkas dukungan dari PAC akan diverifikasi sesuai mekanisme partai. “Kami cek kelengkapan administrasi, keabsahan SK, dan tanda tangan pengurus. Tahapan selanjutnya tetap menunggu arahan DPP Partai Demokrat terkait jadwal Muscab,” jelasnya.
Menguatnya nama Asrofi turut mendapat sorotan dari pengamat politik. Analis politik dan komunikasi pemerintahan di Jawa Tengah, Diryo Suparto, S.Sos., M.Si., menilai dukungan 12 PAC memiliki bobot politik yang sangat signifikan.
“Dalam struktur partai, PAC adalah ujung tombak. Mereka yang paling tahu kondisi lapangan, yang tiap hari berinteraksi dengan kader dan masyarakat. Ketika 12 PAC sudah kompak, itu artinya legitimasi struktural Asrofi sangat kuat. Dari 17 kecamatan di Brebes, jika 12 sudah satu suara, maka secara matematis ini dominan,” jelas Diryo, Rabu (13/05/2026).
Menurut Diryo, fenomena ini menunjukkan bahwa strategi konsolidasi kubu Asrofi berjalan efektif. Ia berhasil membangun narasi perubahan dan kedekatan dengan basis. Namun, Diryo mengingatkan bahwa pekerjaan rumah terbesar justru dimulai setelah dukungan terkumpul.
“Tantangannya bukan lagi mencari dukungan, tapi merawatnya. Soliditas 12 PAC ini harus dijaga sampai Muscab. Jangan sampai ada perpecahan karena komunikasi yang buntu atau merasa tidak dirangkul. Politik itu cair, satu malam bisa berubah,” tambahnya.
Untuk itu, Diryo memberikan lima catatan strategis yang harus diperhatikan Asrofi dan tim pemenangannya ke depan:
Mengedepankan politik persatuan. Hindari narasi yang memecah belah kader. Semua faksi harus dirangkul, bukan dipinggirkan. Musuh Demokrat bukan di dalam, tapi di luar.
Memperkuat komunikasi politik yang sejuk. Bangun citra kepemimpinan yang merangkul, bukan menyerang. Kader butuh figur penyejuk, bukan pemanas konflik. Media sosial tim juga harus dijaga.
Menyusun program kerja konkret. Struktur partai sampai tingkat ranting harus dihidupkan. Jangan hanya aktif saat Muscab, tapi mati setelahnya. Buat kalender kegiatan rutin.
Melibatkan generasi muda dan milenial. Beri ruang bagi kader muda untuk berkarya. Regenerasi adalah kunci partai tetap relevan. Bentuk badan sayap milenial yang aktif.
Mengoptimalkan kerja sosial dan komunikasi publik. Demokrat harus kembali hadir di tengah masyarakat. Bukan hanya saat pemilu, tapi dalam isu-isu harian warga: pendidikan, UMKM, kesehatan, hingga bantuan bencana.
Diryo menilai, jika lima langkah itu dijalankan konsisten, maka peluang Asrofi tidak hanya menang di Muscab, tetapi juga mampu membawa Demokrat Brebes menjadi lebih stabil, progresif, dan kompetitif menghadapi Pemilu 2029 mendatang.
Sementara itu, di internal kader, suasana optimisme mulai terasa. Sejumlah kader PAC yang ikut dalam rombongan menyebut, semangat perubahan sudah tidak bisa dibendung. “Kami capek dengan konflik internal yang tidak produktif. Kami ingin Demokrat Brebes bersatu, kerja nyata, dan menang lagi. Pak Asrofi kami anggap mampu wujudkan itu karena beliau bukan orang baru di partai,” ucap salah satu ketua PAC yang enggan disebut namanya.
Terpisah, beberapa pengurus ranting yang dihubungi mengaku sudah mendengar kabar dukungan 12 PAC tersebut. Mereka berharap proses Muscab nanti berjalan lancar tanpa gejolak. “Siapapun yang jadi, kami ikut. Tapi kalau melihat arah angin, memang Pak Asrofi yang paling kencang saat ini,” kata seorang ketua ranting di wilayah selatan Brebes.
Gelombang dukungan dari 12 PAC ini praktis menempatkan Asrofi sebagai kandidat terkuat saat ini. Meski begitu, dinamika politik masih sangat cair. Musyawarah Cabang DPC Demokrat Brebes belum dijadwalkan secara resmi oleh DPD Jateng. Semua pihak masih menunggu keputusan DPP, termasuk soal mekanisme pemilihan: apakah aklamasi atau voting.
Sumber internal DPD menyebut, DPP Partai Demokrat saat ini sedang fokus menyelesaikan Musda dan Muscab di beberapa daerah lain. Untuk Brebes, kemungkinan baru akan digelar pada triwulan ketiga 2026. Sambil menunggu, DPD mengimbau semua calon untuk tetap menahan diri dan tidak melakukan manuver yang kontraproduktif.
Kini publik Brebes dan kader Demokrat menanti. Apakah konsolidasi masif dari 12 PAC ini mampu dikonversi menjadi kemenangan di Muscab, sekaligus menjadi fondasi kebangkitan Partai Demokrat Brebes yang lebih solid, tangguh, dan dekat dengan rakyat?
Semua mata tertuju pada Asrofi. Mampukah ia menjaga momentum, merawat kepercayaan, dan membuktikan bahwa dukungan akar rumput ini bukan sekadar euforia sesaat, melainkan awal dari era baru Demokrat Brebes.
Sebagaimana harapan kader, waktu dan kerja nyatalah yang akan menjawab, pungkasnya.red**
(Gus)











