Garudaxpsose.com | Palembang,- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) ini dalam hal ini melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Provinsi Sumsel kemarin sudah dilakukan launching Gebrak Rutilahu, gerakan bersama rumah tidak layak huni tahun 2026 bertempat di Kelurahan 11 ulu Kecamatan Seberang Ulu (SU) II) Palembang.
Program ini bukan hanya mengandalkan kekuatan pendanaan dari pemerintah, baik itu dari pusat, daerah, provinsi, kabupaten dan kota bukan itu saja, demikian diutarakan Direktur Utama PT Bank Perekonomian Rakyat Sumsel Hendera.
Dikatakan Dirut PT BPR Sumsel Hendera, dimana kita sebagai Bank yang berada di bawah naungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Sumsel yang dimiliki saham oleh Pemprov Sumsel terbanyak didalamnya, peduli terhadap sesama dengan memanfaatkan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang ada dari perusahaan kita ini sebagai BUMD di provinsi Sumsel.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di mana kita kemarin hadir didalam kegiatan sebagai bentuk dukungan penuh terhadap program Pemprov Sumsel melalui Gebrak Rutilahu sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Dimana kita menyadari betapa pentingnya keberadaan kita ditengah masyarakat Sumsel terutama bagi yang membutuhkan. Dan kita terus kolaborasi berbagai pihak dalam mempercepat pengentasan rumah tidak layak huni,” ujarnya.
Kemudian, selain itu juga tapi keterlibatan para korporasi, baik itu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), BUMD, dan Badan Usaha Milik Swasta (BUMS), swasta. Di mana saya ajak lagi untuk keterlibatan para tokoh yang berkemampuan untuk mengurangi back log dan rumah tidak layak huni.
Jadi untuk itu mudah-mudahan dengan program ini semua akan terpanggil untuk berbuat baik membantu saudara-saudaranya yang kurang mampu untuk menjadikan rumahnya menjadi layak.
“Melalui sinergi antara pemerintah dan BUMD terutama BPR Sumsel berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pembangunan sosial yang berkelanjutan demi mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera,” ungkapnya.
Dilanjutkannya, di mana kita telah melakukan bedah rumah di daerah Sukadadi dan Sukajaya sebelum ada Gebrak Rutilahu ini di tahun 2026. Tentu Gebrak Rutilahu ini merupakan suatu program yang sangat dinanti oleh masyarakat yang merupakan kebutuhan kita bersama.
Melalui Gebrak Rutilahu Provinsi Sumsel tahun 2026 ini kita tidak hanya berbicara tentang perbaikan bangunan, tapi juga tentang hadirkan kehidupan yang lebih layak, sehat, dan bermartabat bagi masyarakat.
“Gebrak Rutilahu tidak bisa dilakukan sendiri, upaya yang lahir dari kepedulian dan diperkuat dengan kolaborasi dan sinergi dari seluruh pihak, baik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, sektor swasta hingga masyarakat,” katanya.
Masih dilanjutkannya, kami sangat mengapresiasi langkah pemprov Sumsel yang menginisiasi Gebrak Rutilahu sebagai wujud nyata kepedulian dan kebersamaan. Sebagai ruang sinergi yang menghubungkan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam satu tujuan yang sama.
Harapan kami gerakan ini tidak hanya menjadi simbol saja dan dilaunching saja, akan tetapi menjadi langkah nyata yang berkelanjutan yang mampu menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
“Karena pada akhirnya yang kita bangun, bukan hanya rumah, tapi juga harapan dan masa depan. Dan kami sangat mengapresiasi Gebrak Rutilahu ini, semoga kedepan akan lebih banyak lagi rumah yang akan kita lakukan bedah atau perbaikan demi untuk menjadi masyarakat itu lebih layak bertempat tinggal melalui dana CSR yang dimiliki oleh BPR Sumsel ini kelak,” ucapnya.











