BREBES,GarudaXpose.com//-Inspeksi mendadak alias sidak Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Heru Padmonobo, di Puskesmas Bulakamba, Jumat (10/4/2026), sukses bikin satu gedung ketawa bareng. Soalnya, alih-alih disambut karpet merah, sang Kadinkes malah disambut pertanyaan, “Mau berobat apa, Pak?”
Drama kocak ini dimulai usai Heru ikut kegiatan Jumat Bersih. Dengan outfit super merakyat, tanpa rombongan, dan langkah kaki santai keliling Puskesmas, beliau niatnya memang mau membaur. Hasilnya? Penyamaran terlalu sukses. Seorang petugas di bagian depan yang tidak ngeh langsung menjalankan SOP: sapa ramah, arahkan ke loket, dan tanya keluhan.
“Mau daftar dulu nggih, Pak? Sudah bawa kartu BPJS?” begitu kira-kira sambutan yang diterima Heru. Sontak suasana yang tadinya mau serius jadi pecah. Tawa lepas, canggung hilang, obrolan akrab langsung ngalir kayak sudah kenal lama.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi Heru yang baru 2 bulan menjabat, kejadian ini justru sesuai skenario.
“Belum kenal, itulah salah satu tujuan saya sering berkunjung ke puskesmas-puskesmas adalah mengenalkan diri mengingat baru menjabat 2 bulan,” ujarnya sambil senyum.
Menurutnya, justru momen ‘salah sangka’ ini jadi bukti paling jujur kalau pelayanan di Puskesmas Bulakamba tidak pilih-pilih. Semua diperlakukan sama, mau pejabat mau warga biasa. “Kejadian ini justru menunjukkan bahwa pelayanan berjalan dengan baik dan terbuka. Komitmen kami jelas, menghadirkan pelayanan kesehatan yang cepat, tepat, dan berkualitas untuk seluruh masyarakat,” tegasnya.
Sidak Tetap Jalan, Meski Diselingi Ketawa
Jangan salah, meski suasananya cair, fungsi pengawasan tetap maksimal. Heru tidak cuma numpang ketawa. Beliau langsung manfaatkan momen buat ngobrol dari hati ke hati sama pasien di ruang tunggu. “Nunggunya lama tidak, Bu? Obatnya lengkap?” tanyanya.
Alurnya ditelusuri satu-satu: mulai dari loket pendaftaran, ruang periksa, farmasi, sampai ke bangsal rawat inap. Heru juga sempat cek ketersediaan obat dan alat kesehatan sambil diskusi sama para nakes yang bertugas. Pendekatan humanis begini, katanya, jauh lebih efektif buat tahu kondisi riil di lapangan daripada cuma lihat laporan di atas meja.
Dari Tawa ke Fakta: PR Fisik Puskesmas
Nah, di tengah keliling sambil canda itu, mata Heru juga jeli lihat PR besar Puskesmas Bulakamba. Kondisi fisik gedung jadi sorotan utama. Beberapa catatan yang ia temukan:
Tata letak ruangan yang belum ideal, bikin alur pasien jadi muter-muter.
Ruang tunggu terasa sumpek dan panas saat pasien lagi ramai.
Sirkulasi udara di beberapa titik kurang maksimal.
Akses parkir untuk warga juga terbatas.
Kata Heru, semangat petugasnya sudah luar biasa, tapi fasilitasnya harus ikut mendukung biar pelayanan makin prima.
Wacana Besar: Puskesmas Bulakamba Mau ‘Pindahan Rumah’
Merespons temuan di lapangan, Heru langsung lempar wacana besar. Puskesmas Bulakamba diusulkan untuk direlokasi ke tempat baru yang lebih strategis. Lokasi yang dibidik ada di dekat Kantor Kecamatan Bulakamba.
Tujuan relokasi ini jelas:
Akses warga lebih gampang karena lokasinya di pusat kegiatan kecamatan.
Desain gedung baru bisa dibuat lebih modern dengan alur pelayanan yang efisien.
Kapasitas ruang bisa ditambah, jadi pasien tidak desak-desakan lagi.
Kenyamanan nakes dan pasien meningkat, kerja jadi semangat, berobat jadi tenang.
Wacana ini akan dibahas lebih lanjut dengan tim teknis dan pemangku kebijakan di Pemkab Brebes. Kalau lancar, warga Bulakamba bakal punya Puskesmas yang lebih representatif.
Jadi, sidak kali ini memang unik. Kadinkes datang niatnya kenalan, pulangnya bawa bahan evaluasi plus tawa satu Puskesmas. Kadinkes dapat teman baru, Puskesmas dapat harapan gedung baru. Sidak boleh lucu, tapi hasil buat masyarakat harus tetap serius.(red*)
(Agus)











