BREBES,GarudaXpose.com// – Transformasi digital kini menjadi senjata utama Pemerintah Kabupaten Brebes dalam mengakselerasi inovasi daerah dan memangkas birokrasi pelayanan publik.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Inovasi Daerah Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Brebes, pada Kamis (23/7/2026), bertempat di Aula Lantai 6 Gedung KPT Brebes.
Bimtek yang diikuti oleh seluruh perwakilan perangkat daerah se-Kabupaten Brebes ini bertujuan untuk mendorong lahirnya inovasi yang tidak hanya kreatif, tetapi juga berbasis teknologi, aplikatif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam arahannya, Bapperida menekankan bahwa di era digital saat ini, pemerintah tidak boleh lagi bekerja secara konvensional. Pemanfaatan teknologi digital menjadi kunci untuk menghadirkan pelayanan yang semakin cepat, mudah, transparan, efisien, dan akuntabel.
“Transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Semua perangkat daerah harus berlomba-lomba menciptakan inovasi digital yang memudahkan warga,” demikian penekanan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Deretan Inovasi Dindukcapil Paling Disorot
Pada bidang administrasi kependudukan yang selama ini menjadi layanan paling vital bagi masyarakat, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Brebes menjadi yang paling banyak meluncurkan inovasi.
Tercatat ada sembilan inovasi unggulan yang dipaparkan, diantaranya:
1. BANGKIT (Bayi Lahir dapat Kartu Keluarga, Akta Kelahiran dan Kartu Identitas Anak Langsung). Inovasi ini memberikan kemudahan bagi orang tua yang baru memiliki bayi, cukup satu kali urus langsung mendapatkan tiga dokumen penting.
2. KERJA PINTAR (Kerjasama Penerbitan Kartu Tanda Penduduk Elektronik dan Kartu Keluarga untuk Pensiunan Aparatur Sipil Negara). Layanan khusus yang memberikan kemudahan bagi para purnabakti ASN.
3. PANDU DISANA (Pelayanan Adminduk di Rumah untuk Disabilitas, Penderita Sakit Berat, dan Lansia). Bentuk kehadiran negara bagi kelompok rentan dengan sistem jemput bola langsung ke rumah warga.
4. KIOS ADMINDUK (Kios Administrasi Kependudukan), SABA DESA, Blakasuta, JEBOL LAPAS (Jemput Bola ke Lembaga Pemasyarakatan), dan DINDUKCAPIL GOES TO SCHOOL. Berbagai kanal layanan jemput bola yang dihadirkan hingga ke desa-desa, sekolah, hingga ke dalam Lapas.
5. LAPAK MANTU (Layanan Pelaporan Akta Kematian Khusus Masyarakat Penerima Bantuan Sosial). Inovasi untuk memastikan data kematian warga penerima bansos terupdate secara cepat dan akurat.
Dishub dan Dinkominfotik Tak Ketinggalan
Tak hanya Dindukcapil, sektor perhubungan juga melakukan lompatan digital. Dinas Perhubungan Kabupaten Brebes mengembangkan tiga inovasi andalan yakni JADI ANDALAN (Jaringan Digitalisasi Analisis dan Pengendalian Dampak Lalu Lintas Berbasis Internet of Things) untuk menganalisis kemacetan dan keselamatan lalu lintas secara digital, SIKERBO (Sistem Informasi Pengujian Kendaraan Bermotor Online) untuk mempermudah layanan uji KIR, serta E-Parkir (Elektronik Parkir) untuk pengelolaan retribusi parkir yang lebih transparan dan mencegah kebocoran.
Sementara itu, dari sektor informasi dan komunikasi, Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Dinkominfotik) Kabupaten Brebes memperkenalkan empat inovasi strategis. Yakni DIS IS ME (Diseminasi Informasi Integratif, Sinergis, Asik dan Menarik) sebagai cara baru menyampaikan informasi pemerintah agar lebih kekinian dan mudah dicerna generasi muda, SAPULADA (Satu Pintu Pelayanan Data) untuk mewujudkan satu data Brebes yang valid, Aplikasi E-Stunting Sambang untuk percepatan penanganan stunting, serta SAMBU (Sambat Maring Bupati) sebagai kanal pengaduan dan aspirasi digital langsung dari warga kepada pimpinan daerah.
Melalui Bimbingan Teknis Inovasi Daerah Tahun 2026 ini, Bapperida Kabupaten Brebes berharap berbagai inovasi berbasis digital yang telah dikembangkan oleh masing-masing perangkat daerah tidak berhenti hanya sebagai konsep atau program sesaat.
Pihaknya mendorong agar seluruh inovasi tersebut dapat terus disempurnakan, direplikasi oleh daerah lain, dan yang terpenting diimplementasikan secara berkelanjutan dan konsisten di lapangan.
Pungkasnya, tujuan akhir dari semua inovasi ini adalah satu, yaitu untuk mewujudkan pelayanan publik di Kabupaten Brebes yang semakin efektif, transparan, mudah diakses oleh semua kalangan, serta benar-benar mampu menjawab kebutuhan dan keluhan masyarakat di era transformasi digital saat ini.***
(4905)












