Tak Sekadar Layani Administrasi SIM, Polisi Probolinggo Kota Perdalam Bahasa Isyarat

- Penulis

Kamis, 17 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | PROBOLINGGO – Interaksi antara petugas pelayanan dengan masyarakat menjadi salah satu perhatian Polres Probolinggo Kota dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Kali ini, kemampuan personel diperkuat melalui pelatihan bahasa isyarat yang ditujukan bagi petugas di Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas).

Pelatihan tersebut berlangsung di Kantor Satpas Polres Probolinggo Kota, Rabu (16/9/2026). Kegiatan dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dan diikuti sejumlah personel Satpas Satlantas Polres Probolinggo Kota.

Tidak hanya mengandalkan pembekalan internal, kepolisian menghadirkan dua Juru Bahasa Isyarat (JBI) dari SLB Sinar Harapan 1 Kota Probolinggo sebagai pemateri.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kehadiran para instruktur tersebut memberikan kesempatan kepada personel untuk mengenal secara langsung pola komunikasi yang digunakan penyandang disabilitas, khususnya masyarakat tuna rungu dan tuna wicara.

Bahasa isyarat dalam pelatihan itu tidak hanya dipelajari sebagai rangkaian gerakan tangan. Para personel juga diperkenalkan pada berbagai unsur yang menentukan arti sebuah isyarat dalam komunikasi visual.

Kasi Humas Polres Probolinggo Kota Iptu Zainullah menjelaskan bahwa materi pelatihan mencakup sejumlah teknik dasar yang harus diperhatikan ketika menggunakan bahasa isyarat.

“Materi yang diberikan meliputi pemahaman mengenai posisi jari-jari tangan dalam membentuk suatu isyarat, arah dan cara pergerakan tangan, lokasi atau tempat isyarat dilakukan, hingga arah hadap telapak tangan,” ujar Zainullah.

Menurut dia, setiap unsur dalam bahasa isyarat memiliki peran dalam membantu menyampaikan pesan. Karena itu, personel perlu memahami teknik dasar tersebut agar komunikasi dengan masyarakat penyandang disabilitas dapat berjalan secara tepat.

Selain gerakan tangan, aspek lain yang mendapat perhatian dalam pelatihan adalah ekspresi wajah. Dalam komunikasi menggunakan bahasa isyarat, ekspresi turut membantu memberikan konteks terhadap pesan yang sedang disampaikan.

Ekspresi wajah dapat menjadi penanda emosi, pertanyaan ataupun penekanan terhadap suatu pesan. Fungsinya dalam komunikasi visual disebut memiliki peran yang serupa dengan intonasi ketika seseorang berkomunikasi secara verbal.

Pemahaman itu menjadi penting bagi personel Satpas mengingat pelayanan yang diberikan bersentuhan langsung dengan masyarakat. Petugas dituntut mampu menyampaikan informasi secara jelas kepada setiap pemohon dengan latar belakang dan kebutuhan yang berbeda.

Termasuk ketika berhadapan dengan pemohon penyandang disabilitas. Perbedaan cara berkomunikasi tidak semestinya menjadi hambatan dalam memperoleh pelayanan administrasi kepolisian.

Zainullah mengatakan, peningkatan kemampuan personel melalui pelatihan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak langsung dalam proses pelayanan.

“Melalui pelatihan ini, diharapkan memiliki kemampuan komunikasi dasar yang lebih baik saat memberikan pelayanan kepada masyarakat penyandang disabilitas, khususnya tuna rungu dan tuna wicara,” katanya.

Kemampuan tersebut nantinya dapat dimanfaatkan ketika petugas memberikan informasi maupun membantu masyarakat dalam berbagai tahapan pelayanan yang berkaitan dengan administrasi dan penerbitan SIM.

Dengan bekal bahasa isyarat dasar, petugas diharapkan lebih siap membangun komunikasi ketika menemui masyarakat yang mengalami keterbatasan dalam mendengar maupun berbicara.

Upaya itu sekaligus menjadi bagian dari penguatan kualitas pelayanan di lingkungan Satpas Polres Probolinggo Kota. Pelayanan publik tidak hanya diukur dari penyelesaian administrasi, tetapi juga dari bagaimana masyarakat mendapatkan akses informasi dan pendampingan selama proses pelayanan.

Polres Probolinggo Kota melalui kegiatan tersebut menunjukkan perhatian terhadap kebutuhan kelompok masyarakat penyandang disabilitas. Peningkatan kompetensi personel menjadi salah satu langkah untuk menciptakan ruang pelayanan yang lebih mudah diakses.

Pelatihan bahasa isyarat juga diharapkan membangun pemahaman personel bahwa komunikasi dengan penyandang disabilitas membutuhkan pendekatan yang sesuai. Hal tersebut penting agar informasi pelayanan tidak berhenti karena kendala komunikasi.

Di sisi lain, keterlibatan JBI dari SLB Sinar Harapan 1 Kota Probolinggo memberikan tambahan wawasan praktis bagi para personel. Materi yang diberikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi berkaitan dengan cara menggunakan unsur-unsur bahasa isyarat dalam berinteraksi.

Ke depan, keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi personel dalam memberikan pelayanan sehari-hari. Terutama ketika terdapat penyandang disabilitas yang datang untuk mengakses pelayanan di Satpas.

Polres Probolinggo Kota menempatkan peningkatan kapasitas petugas sebagai bagian dari upaya menghadirkan pelayanan yang ramah dan inklusif. Setiap masyarakat diharapkan dapat memperoleh kesempatan yang sama ketika membutuhkan pelayanan kepolisian.

Melalui penguatan kemampuan komunikasi tersebut, hambatan interaksi antara petugas dan penyandang disabilitas diharapkan semakin berkurang. Pelayanan administrasi maupun penerbitan SIM pun dapat berlangsung dengan komunikasi yang lebih efektif.

Pelatihan ini pada akhirnya menjadi salah satu langkah untuk memperkuat pelayanan publik yang mengedepankan aksesibilitas dan kesetaraan. Personel Satpas tidak hanya dituntut memahami prosedur administrasi, tetapi juga mampu berkomunikasi dengan masyarakat yang memiliki kebutuhan berbeda. (Septyan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Patroli Malam Bersama Komduk Perkuat Kamtibmas di Wilayah Kodim 0506/Tgr
Jelang Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Satlantas Polres Lumajang Ziarah ke TMP Kusuma Bangsa
Polres Lumajang Gelar Layanan Kesehatan Gratis Bagi Pengemudi Ojek Online
Sinergi TNI-Polri Amankan Kegiatan Masyarakat di Lumajang, Situasi Kondusif
Peringati HUT ke-71 Lalu Lintas Bhayangkara, Satlantas Polres Lumajang Salurkan Bansos kepada 50 Pengemudi Ojol
Polisi Turun ke Lahan Pertanian Jrebeng Kulon, Petani Diajak Jadi Penggerak Ketahanan Pangan
Kapolri Sambut Aspirasi Buruh, Desk Ketenagakerjaan Didorong Masuk Revisi UU
Pencarian KM Virgo Transport 8 Masih Berlangsung, Polda Jatim Siapkan Dukungan Medis dan Identifikasi

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 03:36 WIB

Tak Sekadar Layani Administrasi SIM, Polisi Probolinggo Kota Perdalam Bahasa Isyarat

Rabu, 16 September 2026 - 12:20 WIB

Patroli Malam Bersama Komduk Perkuat Kamtibmas di Wilayah Kodim 0506/Tgr

Rabu, 16 September 2026 - 06:19 WIB

Jelang Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Satlantas Polres Lumajang Ziarah ke TMP Kusuma Bangsa

Rabu, 16 September 2026 - 06:06 WIB

Polres Lumajang Gelar Layanan Kesehatan Gratis Bagi Pengemudi Ojek Online

Rabu, 16 September 2026 - 05:52 WIB

Sinergi TNI-Polri Amankan Kegiatan Masyarakat di Lumajang, Situasi Kondusif

Berita Terbaru