BREBES,GarudaXpose.com//– Berbagai inovasi di tingkat perangkat daerah, kecamatan, desa, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan unit pendukung pemerintahan menjadi materi utama dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Inovasi Daerah Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Brebes, Kamis (23/7/2026), di Aula Lantai 6 Gedung KPT Brebes.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah mendorong tumbuhnya budaya inovasi hingga ke seluruh tingkatan pemerintahan guna meningkatkan kualitas pelayanan publik yang semakin efektif, cepat, responsif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Pada sektor peternakan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Brebes menghadirkan SiMaster (Sistem Informasi Masyarakat Peternakan), SANAK SEKADANG (Sehat Ternak Sehat Kandang), SADESA JULEHA (Satu Desa Satu Juru Sembelih Halal), GERIMIS TELUR (Gerakan Intensif Minum Susu dan Makan Telur), serta Ndoro Kojo Desa Rodjo Koyo (Pembibitan Domba Sakub).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Brebes mengembangkan PINTAS DESA (Pelayanan Integrasi Terpadu Administrasi Desa) untuk meningkatkan kualitas pelayanan administrasi pemerintahan desa.
Pada lingkungan Sekretariat Daerah, Bagian Hukum menghadirkan JDIH (Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum). Bagian Administrasi Pembangunan mengembangkan E-MONEVBANG (Elektronik Monitoring dan Evaluasi Pembangunan), KEJAR (Kendali Pekerjaan Terukur), dan SIAPBANG (Sistem Administrasi Pembangunan). Sementara itu, Bagian Pengadaan Barang dan Jasa menghadirkan TIREK PERSADA (Tim Review Kontrak Proyek Strategis Daerah), PANDA BEST (Pasar Pengadaan Brebes Terintegrasi), dan TUPAI BAJA (Tugas Pendampingan Pengadaan Barang dan Jasa).
Berbagai inovasi juga dikembangkan di tingkat kecamatan. Kecamatan Jatibarang menghadirkan ISMI RANDA JATIBARANG (Sistem Monitoring dan Evaluasi Digital Menuju Desa Transparan dan Akuntabel). Kecamatan Losari mengembangkan GASBINSA (Petugas Pembina Desa). Kecamatan Kersana menghadirkan Sistem Layanan Ramah dan Harmonis, sedangkan Kecamatan Paguyangan mengembangkan Klinik Konsultasi Pemerintahan Desa.
Kecamatan Salem menghadirkan SALEMKU (Sadar Legalitas Menuju Usahaku), JUMAT SAE (Jumat Salem Sehat), JEMPOL PAK SU (Jemput Bola Pajak Sukses), MANOLA (Manfaatkan Nomor Layanan), dan JEBOL JANDA (Jemput Bola Jumat Bersih dengan Desa). Kecamatan Bumiayu mengembangkan LAPOR PAK CAMAT, NONA MANIS (Inovasi Pelayanan Kecamatan Inovatif dan Humanis), SEGA CANTING (Sareng Warga Cegah Stunting), TAGANA (Tanggap Bencana), dan SAMBAT (Sambang Camat).
Kecamatan Tanjung menghadirkan POS PETIR (Pos Sharing Pelayanan Terpadu dan Terintegrasi) dan WAMAT (Wadul Camat). Kecamatan Sirampog mengembangkan SI MAMA BAHAGIA (Sistem Informasi Manajemen Bayi/Balita dan Ibu Hamil dengan Digital). Sementara itu, Kecamatan Tonjong menghadirkan JABA DESA (Jagong Bareng Desa), TONJONG TERUJI (Tonjong Tertib LPJ Bantuan Keuangan Provinsi), SISTER CANTIK (Sistem Terintegrasi Chanel Pembayaran Pajak Secara Elektronik), serta PECAT Penakta (Pelayanan Cepat Penerbitan Akta Tanah).
Selain itu, Perumda Air Minum Tirta Baribis menghadirkan SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition), SIMANTRA (Sistem Informasi Manajemen Air Tangki), dan SI PIPA (Sistem Informasi Pelayanan Publik) untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan air minum kepada masyarakat.
Melalui Bimbingan Teknis Inovasi Daerah Tahun 2026, Bapperida Kabupaten Brebes berharap budaya inovasi tidak hanya tumbuh di tingkat organisasi perangkat daerah, tetapi juga semakin berkembang hingga kecamatan, desa, badan usaha milik daerah, dan unit pendukung pemerintahan, sehingga mampu memperkuat tata kelola pemerintahan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat Kabupaten Brebes, pungkasnya.***
(4905)












