Wakil Bupati Lumajang: Keterlibatan Komunitas Permudah Pesan Pembangunan Diterima Masyarakat

- Penulis

Senin, 6 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GarudaXpose.com | Lumajang – Pembangunan yang inklusif tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh sejauh mana masyarakat, khususnya komunitas, dilibatkan secara aktif dalam setiap prosesnya.

Hal ini menjadi penekanan utama dalam kegiatan Riding Syiar Sholawat yang digelar di Pantai Mbah Drajid, Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun, Sabtu (4/4/2026).

Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, menilai bahwa sinergi antara pemerintah dan komunitas merupakan kunci dalam menciptakan pembangunan yang lebih efektif, partisipatif, dan berkelanjutan. Menurutnya, komunitas memiliki peran strategis sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami melihat komunitas bukan hanya sebagai kelompok hobi, tetapi sebagai mitra strategis dalam pembangunan. Ketika komunitas dilibatkan, maka pesan-pesan pembangunan akan lebih mudah diterima dan dijalankan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan riding yang melibatkan komunitas vespa dan scooter mania tersebut menjadi contoh konkret bagaimana pendekatan kolaboratif dapat membangun kedekatan emosional antara pemerintah dan masyarakat. Melalui ruang-ruang informal seperti ini, interaksi tidak lagi bersifat satu arah, melainkan tumbuh menjadi dialog yang lebih terbuka dan inklusif.

Ia menekankan bahwa selama ini salah satu tantangan dalam implementasi kebijakan adalah keterbatasan komunikasi yang efektif. Di sinilah peran komunitas menjadi penting, karena memiliki kedekatan sosial dan kemampuan menjangkau berbagai lapisan masyarakat secara lebih luas.

Dengan melibatkan komunitas, pesan pembangunan tidak hanya berhenti pada tataran wacana, tetapi dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata di tingkat akar rumput. Komunitas menjadi katalisator yang mampu menggerakkan partisipasi masyarakat secara sukarela.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa pendekatan berbasis komunitas juga mampu memperkuat rasa memiliki terhadap program-program pemerintah. Ketika masyarakat merasa dilibatkan, maka tingkat kepedulian dan tanggung jawab terhadap keberhasilan program akan meningkat.

Dalam konteks tersebut, kegiatan syiar sholawat tidak hanya dimaknai sebagai agenda keagamaan, tetapi juga sebagai medium strategis untuk membangun jejaring sosial yang solid antara pemerintah dan komunitas.

Sinergi ini, menurutnya, harus terus diperluas ke berbagai sektor, mulai dari sosial, ekonomi, hingga lingkungan. Dengan demikian, pembangunan tidak hanya bersifat top-down, tetapi tumbuh dari partisipasi aktif masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa pembangunan di Lumajang benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Kuncinya adalah kolaborasi dan keterlibatan semua pihak, termasuk komunitas,” tegasnya.

Melalui pendekatan ini, Pemerintah Kabupaten Lumajang berupaya membangun model pembangunan yang tidak hanya inklusif, tetapi juga adaptif terhadap dinamika sosial. Komunitas tidak lagi diposisikan sebagai objek, melainkan subjek yang berperan aktif dalam menentukan arah pembangunan.

Kegiatan di Pantai Mbah Drajid tersebut menjadi refleksi bahwa kekuatan pembangunan tidak selalu berasal dari struktur formal, tetapi juga dari energi kolektif masyarakat yang terorganisir dalam komunitas.

Dengan sinergi yang terus diperkuat, diharapkan setiap program pembangunan tidak hanya tersampaikan, tetapi juga dipahami, diterima, dan dijalankan bersama oleh masyarakat, sehingga memberikan dampak yang nyata dan berkelanjutan bagi Kabupaten Lumajang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

ALIANSI PEDULI BANTEN SOROTI KINERJA PEMKAB TANGERANG, TERKAIT JALAN RUSAK SELAMA SEKITAR 20 TAHUN DI KP CIPARI CISOKA, PEMERINTAH KEMANA SAJA
Jalan Ancur Di Kp Cipari Cisoka, Ini Kata Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah : Kirim Titik Lokasi Segera Ya, Biar Saya Bantu Usulkan Ke Dinas Terkait
Gara-Gara Pipa Air Bocor, Lansia di Lumajang Dibacok Tetangga Hingga Kritis
Duka Sumber Arum: Warga Meninggal, Dentuman Sound Horeg Kembali Jadi Sorotan
Perdebatan Mengenai Kedudukan Spiritual dan Keberlangsungan Karamah Para Wali yang Telah Wafat Kembali menjadi Sorotan
Pemerintah Kabupaten Lumajang Menghimbau Masyarakat Tetap Tenang, Menyusul Tipisnya Ketahanan Stok BBM Bersubsidi
Kawasan Hutan Pinus di Pronojiwo-Lumajang Mengalami Kebakaran Hebat
POLRESTA BANYUWANGI BERSAMA PERSONEL GABUNGAN INTENSIFKAN PENANGANAN KARHUTLA

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 01:28 WIB

ALIANSI PEDULI BANTEN SOROTI KINERJA PEMKAB TANGERANG, TERKAIT JALAN RUSAK SELAMA SEKITAR 20 TAHUN DI KP CIPARI CISOKA, PEMERINTAH KEMANA SAJA

Senin, 7 September 2026 - 01:21 WIB

Jalan Ancur Di Kp Cipari Cisoka, Ini Kata Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah : Kirim Titik Lokasi Segera Ya, Biar Saya Bantu Usulkan Ke Dinas Terkait

Senin, 7 September 2026 - 01:12 WIB

Gara-Gara Pipa Air Bocor, Lansia di Lumajang Dibacok Tetangga Hingga Kritis

Minggu, 6 September 2026 - 23:51 WIB

Duka Sumber Arum: Warga Meninggal, Dentuman Sound Horeg Kembali Jadi Sorotan

Minggu, 6 September 2026 - 02:45 WIB

Perdebatan Mengenai Kedudukan Spiritual dan Keberlangsungan Karamah Para Wali yang Telah Wafat Kembali menjadi Sorotan

Berita Terbaru