Menu MBG di SDN Kalipenggung 01, Disorot Wali Murid, Dihitung Tak Sampai Rp10 Ribu

- Penulis

Jumat, 30 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

GarudaXpose.com I Lumajang— Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, perhatian tertuju pada menu makanan yang diterima sejumlah siswa SDN Kalipenggung 01, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, setelah beredar foto paket menu kering MBG yang dinilai terlalu sederhana dan jauh dari nilai anggaran yang selama ini disosialisasikan pemerintah.

Dalam foto yang diterima redaksi, satu paket MBG terlihat hanya berisi roti, susu kemasan, camilan kacang, dan satu buah jeruk, dikemas dalam tas kertas. Menu tersebut memicu pertanyaan dari orang tua wali murid terkait kecukupan gizi sekaligus transparansi anggaran.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa setelah mencoba menghitung estimasi harga makanan tersebut.

> “Kalau dihitung-hitung, ini tidak sampai Rp10 ribu. Roti, susu sekolah, jeruk satu, sama kacang. Terus sisanya ke mana?,” ujarnya dengan nada kecewa.

Pertanyaan Soal Kualitas dan Anggaran

Seperti diketahui, Program MBG digulirkan dengan tujuan meningkatkan asupan gizi anak sekolah, sekaligus mendorong ketahanan pangan dan peran UMKM lokal. Namun di lapangan, orang tua mempertanyakan apakah menu yang diterima sudah sesuai dengan standar gizi dan nilai pembiayaan yang diharapkan.

Wali murid tersebut menegaskan bahwa pihaknya tidak menuntut menu mewah, tetapi berharap ada keterbukaan dan kepantasan.

> “Kami tidak minta mahal, tapi harus masuk akal. Ini program negara, uang rakyat. Anak-anak butuh gizi, bukan sekadar ganjel perut,” tambahnya.

Minim Penjelasan, Muncul Kecurigaan

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak penyelenggara MBG SPPG di Kecamatan Randuagung, terkait rincian biaya per porsi, komposisi gizi, maupun mekanisme pengawasan menu harian.

Kondisi ini memunculkan dugaan di kalangan wali murid bahwa selisih anggaran berpotensi tidak sepenuhnya diwujudkan dalam bentuk makanan bergizi yang diterima siswa.

Publik Dorong Transparansi

Ketua Komnas Pengawal Kebjakan Pemerintah Dan Keadilan ( LP-KPK ) , Dodik, menilai, program sebesar MBG membutuhkan pengawasan ketat dan keterlibatan publik, terutama dalam aspek distribusi dan kualitas makanan.

“Kalau masyarakat mulai mempertanyakan nilai menu, itu sinyal awal ada masalah. Pemerintah harus menjawab dengan data, bukan sekadar klaim,” jelas Dodik, pada awak media, Jum’at ( 30/1/2026) di Kantor KOMCAB LP-KPK Lumajang.

Ketua Komnas LP-KPK Kabupaten Lumajang, berharap pemerintah daerah dan pengelola MBG segera memberikan klarifikasi terbuka agar kepercayaan publik tidak terkikis.

> “Jangan sampai program bagus di atas kertas, tapi di lapangan anak-anak hanya dapat seadanya,” tungkas Dodik.

MBG tidak hanya bertujuan meningkatkan gizi anak Indonesia, tetapi juga memberdayakan UMKM lokal sebagai penyedia pangan. Namun tujuan tersebut, menurut sejumlah pengamat, hanya dapat dicapai jika pelaksanaan program diawasi secara ketat, terbuka dan akuntabel.

Keterlibatan masyarakat sipil, media, LSM dan Lembaga Pengawas Independen untuk mengawal MBG sejak perencanaan hingga distribusi di lapangan.

LP- KPK mengingatkan, tanpa pengawasan ketat, program MBG berpotensi mengulang persoalan klasik bantuan sosial, seperti distribusi tidak merata, makanan tidak layak kosumsi, hingga dugaan penyimpangan anggaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jalan Rusak Di Kp Cipari Cisoka Sudah kami Sampaikan Pada Bupati Dan Wakil Bupati Tangerang Dan sudah Terbalaskan, Ini Kata Wahyu Nugraha Sekretaris DPD Partai Golkar
ALIANSI PEDULI BANTEN SOROTI KINERJA PEMKAB TANGERANG, TERKAIT JALAN RUSAK SELAMA SEKITAR 20 TAHUN DI KP CIPARI CISOKA, PEMERINTAH KEMANA SAJA
Jalan Ancur Di Kp Cipari Cisoka, Ini Kata Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah : Kirim Titik Lokasi Segera Ya, Biar Saya Bantu Usulkan Ke Dinas Terkait
Gara-Gara Pipa Air Bocor, Lansia di Lumajang Dibacok Tetangga Hingga Kritis
Duka Sumber Arum: Warga Meninggal, Dentuman Sound Horeg Kembali Jadi Sorotan
Perdebatan Mengenai Kedudukan Spiritual dan Keberlangsungan Karamah Para Wali yang Telah Wafat Kembali menjadi Sorotan
Pemerintah Kabupaten Lumajang Menghimbau Masyarakat Tetap Tenang, Menyusul Tipisnya Ketahanan Stok BBM Bersubsidi
Kawasan Hutan Pinus di Pronojiwo-Lumajang Mengalami Kebakaran Hebat

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 00:07 WIB

Jalan Rusak Di Kp Cipari Cisoka Sudah kami Sampaikan Pada Bupati Dan Wakil Bupati Tangerang Dan sudah Terbalaskan, Ini Kata Wahyu Nugraha Sekretaris DPD Partai Golkar

Senin, 7 September 2026 - 01:28 WIB

ALIANSI PEDULI BANTEN SOROTI KINERJA PEMKAB TANGERANG, TERKAIT JALAN RUSAK SELAMA SEKITAR 20 TAHUN DI KP CIPARI CISOKA, PEMERINTAH KEMANA SAJA

Senin, 7 September 2026 - 01:21 WIB

Jalan Ancur Di Kp Cipari Cisoka, Ini Kata Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah : Kirim Titik Lokasi Segera Ya, Biar Saya Bantu Usulkan Ke Dinas Terkait

Senin, 7 September 2026 - 01:12 WIB

Gara-Gara Pipa Air Bocor, Lansia di Lumajang Dibacok Tetangga Hingga Kritis

Minggu, 6 September 2026 - 23:51 WIB

Duka Sumber Arum: Warga Meninggal, Dentuman Sound Horeg Kembali Jadi Sorotan

Berita Terbaru