35 Anak Penyandang Cerebral Palsy Terima Kursi Roda Adaptif Gratis di Probolinggo, Didatangkan dari Australia

- Penulis

Jumat, 3 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | Probolinggo – Sebanyak 35 anak penyandang cerebral palsy menerima bantuan kursi roda adaptif dalam kegiatan penyaluran bantuan yang digelar di Aula Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Probolinggo, Jumat (3/7). Bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi Yayasan Ananda Mutiara (Y-AMI) Kota Probolinggo bersama Global Village Foundation Bali.

Kursi roda adaptif yang didatangkan dari Australia itu dirancang khusus untuk menyesuaikan kondisi fisik masing-masing penerima. Berbeda dengan kursi roda konvensional, alat bantu tersebut memiliki sistem penyangga pada bagian kepala, leher, bahu, punggung hingga kaki sehingga dapat memberikan posisi duduk yang lebih aman dan nyaman bagi anak penyandang cerebral palsy.

Ketua Yayasan Ananda Mutiara (Y-AMI) Kota Probolinggo, Eri Hatni Murti Susilowati, mengatakan program tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap anak-anak yang memiliki keterbatasan mobilitas akibat cerebral palsy.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, kursi roda adaptif diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup para penerima manfaat karena selama ini sebagian besar anak hanya menjalani aktivitas di dalam rumah akibat keterbatasan bergerak.

“Ini merupakan misi kemanusiaan. Kami ingin membantu anak-anak cerebral palsy agar memiliki mobilitas yang lebih baik. Kursi roda ini disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sehingga dapat menopang tubuh mereka secara optimal,” ujar Eri.

Ia menambahkan, penerima bantuan tidak hanya berasal dari Kota Probolinggo, tetapi juga datang dari sejumlah daerah lain seperti Kabupaten Probolinggo, Malang, Pasuruan, Lumajang hingga Banyuwangi.

Sebelum diserahkan kepada penerima, seluruh kursi roda terlebih dahulu menjalani proses penyesuaian (fitting). Tim teknis melakukan pengukuran terhadap postur tubuh setiap anak agar seluruh komponen penyangga sesuai dengan kebutuhan medis masing-masing.

Proses tersebut dilakukan secara teliti karena kursi roda adaptif memerlukan pengaturan khusus pada bagian kepala, leher, punggung, pinggul, hingga kaki. Penyesuaian ini bertujuan memberikan posisi duduk yang benar sehingga anak dapat beraktivitas dengan lebih nyaman dan aman.

Wakil Wali Kota Probolinggo, Ina Dwi Lestari, turut menghadiri kegiatan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung pemenuhan kebutuhan alat bantu bagi penyandang disabilitas.

Menurut Ina, setiap anak memiliki hak yang sama untuk tumbuh, belajar, dan memperoleh pelayanan yang layak. Karena itu, ia berharap kepedulian terhadap penyandang disabilitas terus diperkuat melalui program-program yang berkelanjutan.

“Anak-anak ini memiliki hak yang sama untuk berkembang. Kepedulian bersama menjadi langkah penting dalam mewujudkan Kota Probolinggo yang semakin inklusif,” katanya.

Salah seorang orang tua penerima bantuan, Hendi Hariyanto, mengaku bersyukur putranya, Arfa (11), akhirnya memperoleh kursi roda yang sesuai dengan kondisi fisiknya. Selama ini Arfa menggunakan kursi roda dewasa yang ukurannya tidak sesuai sehingga kurang nyaman digunakan.

“Alhamdulillah sekarang anak saya mendapatkan kursi roda yang memang dibuat sesuai kebutuhan tubuhnya. Ini sangat membantu aktivitas sehari-hari,” ujar Hendi.

Arfa sendiri diketahui merupakan siswa di sekolah umum yang tetap mampu menunjukkan prestasi akademik meski memiliki keterbatasan fisik.

Nilai satu unit kursi roda adaptif diperkirakan mencapai belasan juta rupiah. Program tersebut menjadi salah satu bentuk sinergi berbagai lembaga dalam memperluas akses alat bantu bagi penyandang disabilitas sekaligus mendukung terwujudnya lingkungan yang lebih inklusif.

Kegiatan penyaluran bantuan juga dihadiri perwakilan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Probolinggo, Forum PUSPA Bayuangga, serta Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia Semesta (PPDIS).

Penulis : Septyan Dwi Cahyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KB Samsat Bangil Diserbu Wajib Pajak, Seluruh Layanan Tetap Optimal
Kompetensi Jadi Kunci Koperasi Profesional, LAPENKOP Probolinggo Fasilitasi Bimtek dan Sertifikasi SDM Koperasi
UGM Beri Penghargaan Banyuwangi Sebagai Daerah Dengan Tata Kelola Transformasi Digital Terbaik Se Indonesia
Miliki Kesamaan Potensi, Kabupaten Lebak Belajar City Branding ke Banyuwangi
Lapas Banyuwangi Gelar Baksos untuk Keluarga Warga Binaan di Aula Sahardjo
Lintas Agama Turun Bersama, 300 Peserta Bersihkan Sembilan Titik Sungai Kalimati Muncar
Ajukan 250 Inovasi di IGA 2026, Banyuwangi Andalkan Program Berdampak Nyata
Bupati Ipuk Rutin Kolaborasi Lintas Sektor, Inflasi Banyuwangi Terus Terjaga bahkan Terendah di Jatim

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 04:40 WIB

KB Samsat Bangil Diserbu Wajib Pajak, Seluruh Layanan Tetap Optimal

Sabtu, 7 November 2026 - 04:17 WIB

Kompetensi Jadi Kunci Koperasi Profesional, LAPENKOP Probolinggo Fasilitasi Bimtek dan Sertifikasi SDM Koperasi

Jumat, 6 November 2026 - 14:44 WIB

UGM Beri Penghargaan Banyuwangi Sebagai Daerah Dengan Tata Kelola Transformasi Digital Terbaik Se Indonesia

Jumat, 6 November 2026 - 14:42 WIB

Miliki Kesamaan Potensi, Kabupaten Lebak Belajar City Branding ke Banyuwangi

Jumat, 6 November 2026 - 14:39 WIB

Lapas Banyuwangi Gelar Baksos untuk Keluarga Warga Binaan di Aula Sahardjo

Berita Terbaru