Tinjau Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi, Wapres Dorong Penguatan Ekonomi Rakyat dan Pelestarian Cagar Budaya

- Penulis

Sabtu, 11 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com |BANYUWANGI- Pemerintah terus mendorong pembangunan infrastruktur yang tidak hanya meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga menjaga identitas budaya daerah. Dalam semangat tersebut, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau hasil revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi di Jl. Susuit Tubun, Kepatihan, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (10/07/2026), guna memastikan pasar rakyat dikelola secara modern, mampu menggerakkan perekonomian lokal, sekaligus tetap mempertahankan nilai sejarah kawasan.

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan pembangunan pasar tidak berhenti pada pembaruan fisik semata, melainkan menjadi momentum untuk menghadirkan tata kelola yang lebih profesional, transparan, dan akuntabel, sekaligus memperkuat pemerataan pembangunan di daerah sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.

 

Presiden menekankan bahwa pembangunan ekonomi nasional harus bertumpu pada penguatan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan pasar rakyat, UMKM, dan sektor-sektor produktif yang menjadi sumber penghidupan masyarakat. Oleh karena itu, revitalisasi pasar tidak hanya diarahkan untuk menyediakan sarana perdagangan yang lebih representatif, tetapi juga meningkatkan daya saing pedagang, memperluas aktivitas ekonomi daerah, serta menghadirkan manfaat pembangunan yang dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

 

Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi dilaksanakan sejak 8 Oktober 2024 hingga 31 Desember 2025. Program ini ditujukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, menata aktivitas perdagangan, serta mengembangkan kawasan heritage sebagai salah satu daya tarik wisata perkotaan.

 

Dalam paparannya kepada Wapres, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Jawa Timur I Gusti Agung Ariwibawa menyampaikan bahwa revitalisasi dilakukan untuk menambah kapasitas dan memperbaiki kualitas sarana perdagangan.

 

“Bangunan pasar dikembangkan menjadi 2 lantai dengan daya tampung kios dan los sekitar 798 unit,” jelasnya.

 

Selain itu, pembangunan juga dirancang untuk tetap menjaga nilai sejarah kawasan dengan mempertahankan elemen‑elemen bangunan lama yang memiliki nilai penting bagi masyarakat Banyuwangi.

 

“Bagian depan [pasar] ada tulisan Pasar Banyuwangi ini adalah bangunan diduga cagar budaya, sehingga kami pertahankan seperti semula,” ungkapnya.

 

Ia menambahkan, desain pasar juga telah mengadopsi unsur dan penguatan arsitektur lokal khas Banyuwangi, sehingga fungsi ekonomi berjalan beriringan dengan pelestarian identitas budaya daerah.

 

“Di sini juga sudah mengadopsi unsur atau penguatan arsitektur lokal yang menjadi ciri khas Banyuwangi, Bapak, dengan penggunaan ornamen batu kerukul,” jelasnya kepada Wapres.

 

Menanggapi penjelasan tersebut, Wapres mengapresiasi inisiatif Kementerian PUPR yang tidak hanya merancang pembangunan fisik, tetapi juga menjaga dan memperkuat bangunan cagar budaya sebagai bagian dari identitas kota.

 

Wapres menekankan pentingnya pengelolaan pasar yang lebih profesional, transparan, dan akuntabel, tanpa menghilangkan karakter pasar tradisional sebagai ruang ekonomi rakyat yang inklusif.

 

Di lokasi, Wapres sempat bertemu dengan para pedagang yang akan mulai menempati kios pada Agustus 2026. Wapres pun menyampaikan dukungan agar para pedagang segera memanfaatkan pasar baru dengan sebaik‑baiknya.

 

“Bulan depan pindah, ya Bapak dan Ibu. Semoga tambah ramai dan bermanfaat sebesar‑besarnya,” harap Wapres.

 

Wapres berharap agar pembangunan infrastruktur pasar diikuti dengan peningkatan kualitas layanan, tata kelola, dan pemberdayaan pedagang, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.

 

Wapres didampingi oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Plt. Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar, serta Staf Khusus Wakil Presiden Suwardi.

 

Banyuwangi, 10 Juli 2026

Biro Pers, Media, dan Informasi

Sekretariat Wakil Presiden

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BUPATI IPUK AJUKAN HELIKOPTER WATER BOMBING
Tapteng Punya Laut Luas, Tapi PAD Tak Seberapa: Wabup Mahmud Persoalkan Regulasi PNBP
Gesah Pendidikan Bareng Bupati Ipuk, Beasiswa hingga Masa Depan Anak Disabilitas Jadi Pembahasan
Karya Cantik Dari Balik Lapas Banyuwangi, Warga Binaan Pelajari Seni Meronce Tas Bersama IWAPI
KORCAM BARISTAN TEGALSARI APRESIASI DINAS PENGAIRAN DAN KORSDA, PETANI DASRI–TAMANSARI TETAP DAPAT AIR DI MUSIM KEMARAU
​Gandeng Penggiat Anti Narkoba, BNNK Banyuwangi Perluas Tentakel P4GN Lewat 54 Fasilitator
Meriahkan Maulid Nabi dengan Tradisi Ndag-Ndogan, Warga Binaan Lapas Banyuwangi Diajak Meneladani Akhlak Rasulullah
Gelar Shrimp Fiesta, Bupati Ipuk Kampanyekan Potensi Udang Banyuwangi
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 06:21 WIB

BUPATI IPUK AJUKAN HELIKOPTER WATER BOMBING

Kamis, 3 September 2026 - 08:42 WIB

Tapteng Punya Laut Luas, Tapi PAD Tak Seberapa: Wabup Mahmud Persoalkan Regulasi PNBP

Kamis, 3 September 2026 - 01:46 WIB

Gesah Pendidikan Bareng Bupati Ipuk, Beasiswa hingga Masa Depan Anak Disabilitas Jadi Pembahasan

Selasa, 1 September 2026 - 08:43 WIB

Karya Cantik Dari Balik Lapas Banyuwangi, Warga Binaan Pelajari Seni Meronce Tas Bersama IWAPI

Selasa, 1 September 2026 - 08:09 WIB

KORCAM BARISTAN TEGALSARI APRESIASI DINAS PENGAIRAN DAN KORSDA, PETANI DASRI–TAMANSARI TETAP DAPAT AIR DI MUSIM KEMARAU

Berita Terbaru