Tangis Pilu Warga Disabilitas Patemon: Hidup Terbatas, Tertinggal Bantuan Karena “Desil Tinggi”

- Penulis

Rabu, 30 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose com, Jember – Isak tangis memecah kesunyian di sebuah rumah sederhana di Desa Patemon, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember. Seorang warga penyandang disabilitas menunduk dalam, suaranya bergetar saat menceritakan hal yang memilukan: selama bertahun-tahun, ia tak pernah sekalipun menerima bantuan sosial dari pemerintah. Alasan yang tertulis di data: desil ekonominya masuk kategori 6–10 dianggap tidak membutuhkan.

Di Atas Kertas “Cukup”, Di Kenyataan Sangat Sulit

Keterbatasan fisik membuatnya tak bisa bekerja layaknya warga lain. Sumber penghasilan keluarga sangat terbatas, kebutuhan perawatan dan hidup setiap hari menjadi beban berat. Namun sistem penilaian data kesejahteraan justru menempatkan keluarganya di posisi yang dianggap “menengah ke atas”.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya tidak bisa pergi jauh, tidak bisa bekerja penuh. Setiap ada pembagian bantuan, nama saya tidak pernah ada. Katanya desil kami enam sampai sepuluh, bukan prioritas. Padahal siapa yang tahu kondisi kami setiap hari?” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Kasus ini bukan kejadian tunggal. Di banyak tempat, penyandang disabilitas yang tinggal bersama keluarga yang secara tampilan dianggap “layak” justru tereliminasi dari daftar penerima bantuan. Sistem belum sepenuhnya mampu membedakan antara kemampuan ekonomi keluarga dan kebutuhan khusus penyandang disabilitas yang menuntut biaya perawatan lebih besar.

Celah Data yang Menjadi Penderitaan

Desil 6–10 memang secara aturan bukan sasaran utama program PKH maupun Bantuan Pangan Non Tunai. Namun angka di atas kertas tidak selalu mencerminkan kenyataan:

Disabilitas membuat kemandirian ekonomi sangat terbatas, terlepas dari kondisi rumah.
Biaya perawatan rutin, obat, dan kebutuhan khusus tidak terhitung dalam indikator standar.
Bantuan yang seharusnya melindungi justru terhenti di batas angka

Harapannya: Turun ke Lapangan, Bukan Hanya Lihat Data

Warga dan keluarga berharap Pemerintah Kabupaten Jember, Dinas Sosial, hingga perangkat desa melakukan verifikasi langsung ke rumah-rumah. Bukan hanya mengandalkan data yang dikumpulkan sekali, tetapi melihat kondisi nyata saat ini.

“Kami tidak meminta istimewa. Cukup adil. Jika ada saudara kita yang tidak bisa berdiri tegak, tidak bisa mencari nafkah sendiri, negara harus hadir, bukan malah berpaling,” ujar Slamet

Semangat yang sama seharusnya juga sampai ke Desa Patemon. Agar tidak ada lagi tangis yang terpendam, tidak ada warga yang merasa dilupakan di tengah kesulitan.

Bantuan sosial bukan milik mereka yang hanya terlihat miskin di angka. Bantuan sosial adalah milik mereka yang sungguh-sungguh membutuhkan di kenyataan. Ungkapnya.

Pewarta.S.raharjo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BK DPRD Banyuwangi Tegaskan Tak Lindungi Anggota Dewan Jika Terbukti Melanggar Hukum
Kapolres Gianyar Pimpin Pelantikan Kasat Binmas dan Sertijab Kapolsek Tampaksiring
Warga desa patemon Tanggul Suami Disabilitas, Istri Sakit Gangguan Otak Ringan Skor KTP Berbeda
Gerak Cepat Polsek Payangan Ungkap Pencurian Mobil Engkel, Pelaku Diamankan Di Lombok Tengah
Polres Gianyar Berhasil Ungkap 30 Kasus, Termasuk Kasus Pencurian Yang Melibatkan WNA
Kapolres dan Dinas Pendidikan Mandailing Natal Didesak Usut Tuntas PETI Aek Nabara: Panggil Mantan Oknum Polisi Berinisial SN dan Oknum Guru Honorer dalam 2×24 Jam!
Paket Rp374 Juta Penataan Sempadan Sumber Blimbing Disorot, Papan Proyek Tak Terpasang
BUPATI PADANG LAWAS TANDATANGANI PENETAPAN PERUBAHAN APBD 2026 KERJA SAMA KOKOH PEMERINTAH & DPRD DEMI PADANG LAWAS MAJU

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 15:20 WIB

BK DPRD Banyuwangi Tegaskan Tak Lindungi Anggota Dewan Jika Terbukti Melanggar Hukum

Rabu, 30 September 2026 - 11:21 WIB

Kapolres Gianyar Pimpin Pelantikan Kasat Binmas dan Sertijab Kapolsek Tampaksiring

Rabu, 30 September 2026 - 10:22 WIB

Warga desa patemon Tanggul Suami Disabilitas, Istri Sakit Gangguan Otak Ringan Skor KTP Berbeda

Rabu, 30 September 2026 - 09:40 WIB

Gerak Cepat Polsek Payangan Ungkap Pencurian Mobil Engkel, Pelaku Diamankan Di Lombok Tengah

Rabu, 30 September 2026 - 09:01 WIB

Polres Gianyar Berhasil Ungkap 30 Kasus, Termasuk Kasus Pencurian Yang Melibatkan WNA

Berita Terbaru