Garudaxpose.com | Jember- Penurunan debit air Sungai Bondoyodo di wilayah Desa Wringin Agung, Jember, dimanfaatkan warga untuk menangkap ikan, Senin 27 Juli 2026.
Saat air mulai surut dan meninggalkan genangan dangkal, sejumlah ikan terbawa dan terperangkap. Warga dari Desa Wringin Agung dan Pondokwalo langsung turun ke sungai dengan membawa serok, jaring, hingga keranjang.
Tidak hanya bapak-bapak, ibu-ibu dan anak-anak juga ikut serta. Mereka menyisir setiap sudut sungai yang mulai mengering.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Alhamdulillah, sungai yang mulai kering ini benar-benar membawa rezeki. Biasanya kami harus membelinya, tapi kali ini bisa mendapatkan ikan segar secara cuma-cuma. Hasilnya lumayan banyak, cukup untuk makan keluarga dan sisanya bisa kami jual atau dibagikan ke tetangga,” kata Ana, warga Pondokwalo.
Ikan yang didapat warga bervariasi, mulai dari nila, lele, hingga wader. Bagi keluarga kurang mampu, hasil tangkapan ini membantu memenuhi kebutuhan pangan harian.
Antusiasme warga cukup tinggi. Banyak dari mereka pulang dengan keranjang penuh berisi ikan.
Meski begitu, perangkat desa dan tokoh masyarakat mengimbau warga tetap waspada. Dasar sungai yang kering rawan terdapat lubang dalam, sisa kayu, dan benda tajam terbawa arus.
Warga juga diminta menjaga kebersihan aliran sungai serta tidak merusak tanaman dan bangunan di bantaran.
Fenomena surutnya Sungai Bondoyodo ini dianggap warga sebagai rezeki tak terduga di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
Pewarta: Slamet Raharjo / Sugianto














