Festival Pecah di Tengah Jalan, Simbol Syukur Berubah Jadi Rebutan Massal di Alun-alun Brebes
BREBES,GarudaXpose.com//— Pemandangan tak biasa terjadi di Bawang Merah Brebes Festival 2026, Sabtu (12/9/2026). Ribuan warga yang tumpah ruah di sepanjang jalan membuat Gunungan Bawang Merah ludes diserbu bahkan sebelum sampai di garis finis Panggung Kehormatan Alun-alun Brebes.
Karnaval Kirab Gunungan yang seharusnya menjadi puncak acara, justru pecah di tengah jalan. Antusiasme warga tak terbendung.
Jebol di Tengah Rute, Warga Tak Tunggu di Alun-alun
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rombongan kirab sejatinya diberangkatkan dari Gedung Nasional menuju Panggung Kehormatan Alun-alun Brebes. Gunungan raksasa berisi bawang merah segar dan hasil bumi lainnya diarak dengan pengawalan.
Namun baru beberapa ratus meter berjalan, lautan manusia yang berdesakan di tepi jalan langsung merangsek maju. Teriakan dan sorak sorai pecah. Dalam hitungan menit, gunungan yang ditata apik itu langsung jebol dan ludes direbut ribuan tangan.
Tak sempat tiba utuh di alun-alun, isinya sudah habis. Warga dari berbagai kalangan — ibu-ibu, bapak-bapak, hingga anak-anak — berebut membawa pulang bawang merah sebagai berkah. Tradisi rebutan yang menjadi daya tarik tahunan ini tahun ini berlangsung lebih liar dan meriah dari sebelumnya.
Bukan Sekadar Pesta, Tapi Nadi Kehidupan Petani
Di tengah kemeriahan yang membludak itu, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma tetap menyampaikan makna filosofis dari gunungan tersebut.
“Gunungan ini adalah simbol rasa syukur atas hasil bumi dan bentuk penghormatan kita kepada para petani,” tegas Paramitha dari atas panggung.
Ia mengingatkan, bawang merah bukan sekadar komoditas pertanian. Di balik setiap siungnya, ada kehidupan petani dan keluarga yang menggantungkan seluruh penghasilan dari hasil panen.
Dihadiri Menteri Pangan dan Pelepasan Ekspor Dunia
Kirab yang heboh itu berlangsung bersamaan dengan pembukaan resmi Bawang Merah Brebes Festival 2026 yang dihadiri langsung Menteri Pangan RI Zulkifli Hasan.
Jajaran lengkap hadir: Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, Wakil Bupati Wurja, Sekda Tahroni, seluruh Kepala OPD, organisasi petani, petani, pelaku UMKM, dunia usaha dan perbankan. Tampak pula anggota DPR RI Wahyudin Noor Aly dan Shinta Sandra Kusuma beserta tamu undangan lainnya.
Festival tahun ini tidak hanya soal pesta rakyat. Paramitha menegaskan fokus utama adalah penguatan sektor pertanian bawang merah, mulai dari peningkatan produksi dan kualitas, pemanfaatan teknologi pertanian modern, hingga yang paling krusial: kepastian harga dan pasar bagi petani.
Bahkan dalam rangkaian acara, dilakukan agenda pelepasan ekspor bawang merah sebagai langkah konkret membuka pasar yang lebih luas bagi komoditas asal Brebes. Penguatan kelembagaan petani, hilirisasi, dan kerja sama lintas sektor terus didorong agar tidak berhenti di pasar lokal.
“Melalui festival ini, Pemkab Brebes berharap bawang merah tidak hanya menjadi identitas pertanian daerah, tetapi juga semakin kuat sebagai penggerak ekonomi dan mampu menembus pasar dunia,” pungkas Paramitha, di tengah riuh warga yang masih membawa sisa karung bawang hasil rebutan.***
(4905)














