GarudaXpose.com I Lumajang – Miris, menu MBG yang disalurkan oleh SPPG Desa Tunjung, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, pada Jum’at (6-2-2026), diduga tidak sesuai anggaran yang telah ditentukan secara Nasional.
Masalah ini, menjadi sorotan publik, pasalnya, paket MBG kering yang dibagikan Jum’at untuk hari Sabtu dinilai jauh dari standar kualitas, meski secara hitungan gizi dinyatakan memenuhi unsur minimal.
Berdasarkan pantauan awak media di lapangan, paket MBG kering tersebut hanya berisi satu buah pisang, dua butir telur rebus, roti serta kacang, tanpa disertai susu maupun tambahan sumber gizi lain yang lazim terdapat dalam paket MBG.
“Jika dihitung secara kasar, nilai ekonomi paket tersebut diperkirakan hanya sekitar Rp 7.000 per porsi,” ujar MH wali murid SDN 01 Kalipenggung
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selisih nilai tersebut, menimbulkan pertanyaan adanya dugaan tidak sesuainya didalam mengelolah anggaran.
Kondisi ini menimbulkan keprihatinan, mengingat anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) senilai Rp.15.000 per porsi, difokuskan pada pemenuhan gizi seimbang dengan rincian : Rp.10.000 untuk bahan baku (nasi, lauk, sayur, buah), Rp. 3.000 untuk biaya operasional (gaji, listrik, gas), dan Rp. 2.000 untuk sewa alat/gedung, menurut Badan Gizi Nasional (BGN).
Berikut adalah rincian komponen anggaran MBG Rp. 15.000:
1.Digunakan untuk belanja pokok pokok seperti beras, prottein (telur/ayam/tahu/tempe), sayuran dan bumbu.
2.Operasional (Rp.3.000): Meliputi gaji karyawan/relawan, listrik, air, internet, gas, dan transportasi/sewa mobil.
3.Sewa Usaha (Rp.2.000): Digunakan untuk sewa gedung, tanah dan alat dapur modern.
Fleksibilitas: Anggaran Rp. 15.000 adalah patokan APBN, namun penerapan bisa fleksibel disesuaikan dengan harga bahan pokok di masing-masing daerah.
Variasi Porsi: Untuk PAUD hingga kelas 3 SD, alokasi bahan baku bisa disesuaikan, sementara Rp. 10.000 sering difokuskan untuk kelas 3 SD ke atas.
Menu: Dengan Rp. 10.000, menu diharapkan tetap mengandung karbohidrat, protein, sayur, buah dan susu secara berkala.
Memenuhi Gizi, Namun Dipertanyakan Kualitas
MH menilai, meskipun menu tersebut secara teori dapat memenuhi unsur gizi dasar—protein dari telur dan karbohidrat dari pisang—namun dari sisi kualitas menu, variasi, dan kelayakan sajian, paket MBG kering tersebut dinilai sangat minim dan tidak mencerminkan semangat program nasional peningkatan gizi.
“Kalau hanya dilihat dari tabel gizi mungkin lolos, tapi dari segi kualitas dan kepantasan menu untuk anak-anak, ini sangat memprihatinkan,” lanjut MH (wali murid SDN 01 Kalipenggung).
Tim Media yang tergabung di komunitas Forum Jurnalis Independen (FORJI) Lumajang, mencoba menghubungi Kepala SPPG Tunjung, Kecamatan Randuagung Violatul Khomariyah akan tetapi yang bersangkutan tidak merespon telp. Tim Media.
LP-KPK Akan Tempuh Jalur Hukum
Ketua LP-KPK Lumajang, Dodik Supriyatno, secara tegas menyatakan akan membawa persoalan ini ke ranah hukum. Ia menilai terdapat indikasi kuat penyimpangan anggaran dalam penyediaan menu MBG kering tersebut.
“Aturannya sudah jelas menu MBG nilainya Rp10.000. Kalau yang disajikan nilainya hanya sekitar Rp.7.000, maka selisihnya ke mana? Ini patut diduga sebagai bentuk korupsi menu,” ujar Dodik pada awak media, Sabtu (7-2-2026).
Ia menambahkan, pihaknya tengah mengumpulkan data dan bukti pendukung untuk segera melaporkan dugaan tersebut kepada aparat penegak hukum serta instansi terkait, termasuk BGN dan inspektorat.
Perlu Evaluasi Menyeluruh
Kasus ini menambah daftar persoalan dalam implementasi program MBG di daerah. LP-KPK mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja SPPG, khususnya dalam pengelolaan anggaran dan kualitas layanan, agar program strategis nasional ini tidak menyimpang dari tujuan utamanya: “Meningkatkan Gizi dan Kesehatan Anak-Anak Indonesia”.
LP- KPK mengajak masyarakat, LSM, wartawan untuk mengawasi program Presiden Prabowo ini, agar tidak ada yang bermain- main dengan anggaran MBG.
Hingga berita ini tayang, belum ada tanggapan resmi dari pengelola SPPG Sunan Kalijogo maupun pihak terkait mengenai sorotan dan dugaan tersebut.












