Mangku Nyoman Yasa : Menangani Penyakit Pepasangan Melalui Pendekatan Spiritual Bersumber Pada Lontar Usada

- Penulis

Sabtu, 21 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Garudaxpose.com | Bali – Menurut, Mangku Nyoman Yasa lontar usada Bali bahwa penyakit pepasangan adalah bentuk serangan penyakit niskala, sering dikategorikan bersamaan dengan desti.

Mangku Nyoman Yasa pria kelahiran Banjar/Pauman Beji, Desa Adat Timbrah, Desa Pretima, Karangasem, Bali kepada Garudaxpose.com mengatakan, mengenai penyakit pepasangan berdasarkan lontar usada dikategorikan sebagai serangan magis yang bekerja secara niskala, gejala yang ditimbulkan seringkali bersifat akut dan tidak lazim, seperti demam hebat, radang, kayap atau penyakit pada organ tertentu yang muncul secara tiba – tiba. Dalam beberapa lontar seperti Lontar Usada Gede, jenis – jenis penyakit berkaitan dengan serangan Bhuta sering dikaitkan dengan waktu – waktu tertentu hari atau bulan dan rupa Bhuta yang menyebabkan penyakit pepasangan misalnya Bhuta Hudug Basal dan Kala Bawu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mangku Nyoman Yasa menjelaskan, pengobatan pepasangan menurut lontar usada menggunakan acuan lontar usada, yang melibatkan kombinasi bahan alam atau tumbuhan dan sarana ritual niskala, dalam lontar usada bahan obat yang digunakan meliputi tanaman obat seperti bawang putih, jangu atau jeringau, gamongan, ketela, daun kembang sepatu, sereh dan air kelapa. Pengobatan dilakukan dengan cara meminum ramuan, mengoleskan lulur atau melalui teknik pemunah atau penawar untuk melepaskan penyakit pepasangan.

Mangku Nyoman Yasa menyatakan, kepercayaan kita terhadap dunia lain atau Niskala bahwa jika pepasangan hidup, ia akan turun ke tanah, namun jika pepasangan sudah mati, ia akan naik dan bisa dilihat secara kasat mata. Penyakit pepasangan niskala ditangani oleh jero balian yang memahami dan mempelajari naskah – naskah lontar usada.

Lanjut Mangku Nyoman Yasa, jero balian sebagai praktisi pengobatan tradisional di Bali, menangani penyakit pepasangan atau penyakit non medis melalui pendekatan spiritual, ritual dan penggunaan sarana upakara yang bersumber pada lontar usada. Jero balian menangani penyakit pepasangan mendiagnosa niskala yakni jero balian sering memulai dengan memeriksa kondisi spiritual dan aura pasien untuk memastikan adanya gangguan energi.

“Jero balian menjadi perantara antara manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa/Ida Sanghyang Widhi Wasa, jero balian bertindak sebagai perantara yang memohon kesembuhan kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa agar energi negatif pepasangan dapat dihilangkan. Menangani penyakit pepasangan menggunakan ritual mencakup pembuatan banten atau sesajen khusus, seperti segehan atau upakara untuk menetralisir dampak penyakit pepasangan,” kata Mangku Nyoman Yasa.

Mangku Nyoman Yasa mengatakan, mengobati penyakit pepasangan menggunakan mantra yang diwariskan dalam tradisi usada untuk melepaskan ikatan magis dari tubuh pasien, tentunya proses ini bertujuan untuk memulihkan keseimbangan energi dalam diri pasien, baik secara fisik maupun spiritual.

“Pengobatan dilakukan dengan menyeimbangkan sekala dan niskala, mendiagnosa penyakit pasien menggunakan panduan lontar usada untuk membedakan penyakit fisik, mental maupun magis. Dirinya membantu pasien tidak mematok tarif, berpegang pada ajaran dharma tidak mau melanggar dharma sesana,” kata Mangku Nyoman Yasa.

“Bila ada masyarakat yang mengalami sakit kena pepasangan, acep – acepan intinya kena penyakit non medis silahkan datang atau menghubungi nomor +62 813 3779 9998 seijin Ida Sanghyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa bisa dibantu, dirinya hanya perantara penyakit yang bisa disembuhkan tentunya berkat kekuasaan sang pencipta,” pungkas Mangku Nyoman Yasa. @ (udiana/suriasih)

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Jaya Negara Teken MoU dengan BPSDMP Kemenhub, Cetak SDM Transportasi Unggul Berbasis Daerah Lewat Program Pembibitan Taruna
Wali Kota Jaya Negara Hadiri Karya Mamungkah Ngenteg Linggih di Pura Tedung Sari dan Pura Ratu Gede  Bagawan Penyarikan Banjar Pesanggaran
Gubernur Koster Tegaskan Jangan Terprovokasi, Jaga Bali Tetap Aman dan Kondusif
Wawali Arya Wibawa Resmi Buka Rare Angon International Kite Festival 2026
Pemprov Bali Perkuat Sinergi Bersama Ombudsman RI Demi Kualitas Pelayanan
Diduga Curi Ayam, Pria Tewas Dikeroyok Massa di Bali, Desakan Penegakan Hukum Menguat
Gubernur Koster Paparkan Strategi Amankan Pertanian dan Kendalikan Alih Fungsi Lahan
Pemerintah Bali Lakukan Penutupan Akses Sistem OSS Terhadap Sejumlah KBLI Kategori Risiko Rendah

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 23:39 WIB

Wali Kota Jaya Negara Teken MoU dengan BPSDMP Kemenhub, Cetak SDM Transportasi Unggul Berbasis Daerah Lewat Program Pembibitan Taruna

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:02 WIB

Wali Kota Jaya Negara Hadiri Karya Mamungkah Ngenteg Linggih di Pura Tedung Sari dan Pura Ratu Gede  Bagawan Penyarikan Banjar Pesanggaran

Rabu, 29 Juli 2026 - 01:21 WIB

Gubernur Koster Tegaskan Jangan Terprovokasi, Jaga Bali Tetap Aman dan Kondusif

Senin, 27 Juli 2026 - 00:35 WIB

Wawali Arya Wibawa Resmi Buka Rare Angon International Kite Festival 2026

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:43 WIB

Pemprov Bali Perkuat Sinergi Bersama Ombudsman RI Demi Kualitas Pelayanan

Berita Terbaru

Daerah

Bupati Ipuk: Kompetisi Ajang Asah Percaya Diri Siswa

Sabtu, 1 Agu 2026 - 21:06 WIB