Photo.Doc.Ketua FPTI Herkusnadi, Brebes Beres, Bersatu Meraih Prestasi”, Herkusnadi optimistis kerja kolaboratif antara FPTI (Rabu 6 Mei 2026)
BREBES,GarudaXpose.com//– Belum genap duduk di kursi pelantikan, Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Brebes periode 2026-2030, Herkusnadi, sudah menyusun gebrakan.Saat di temui oleh awal media Bertempat di ruang kerjanya, Rabu 6 Mei 2026, Herkusnadi membeberkan blueprint 100 hari pertama kepemimpinannya kepada Awak Media dan angota Humas KONI Kabupaten Brebes: membangun ekosistem panjat tebing dari bangku sekolah.
Apa yang Terjadi
Herkusnadi menegaskan, tahun pertama kepengurusannya akan difokuskan pada dua hal fundamental: penjaringan atlet usia dini dan percepatan pembangunan fasilitas latihan. “Fokus saya di tahun pertama adalah atlet muda, jadi atlet-atlet pelajar,” ujarnya membuka wawancara. Ia menyebut, regenerasi menjadi kunci agar Brebes tidak kehabisan stok atlet berprestasi di masa depan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Siapa Saja yang Terlibate , Selain Herkusnadi sebagai nahkoda baru FPTI Brebes, program ini akan melibatkan MKKS SMP dan K3S SD se-Kabupaten Brebes. Sasaran utamanya adalah siswa SD kelas 4, 5, 6 serta siswa SMP kelas 7, 8, 9. “Itu sudah kami lakukan, kami berkoordinasi dengan MKKS dan K3S, saya tanya langsung dengan anak-anak siswa untuk ikut pada ekstrakurikuler,” jelas Herkusnadi.
Kapan Dimulai
Program akan dieksekusi mulai 2026, seiring dimulainya masa bakti kepengurusan 2026-2030. Namun, langkah koordinasi sudah berjalan sejak sebelum pelantikan. Herkusnadi mematok 2029 sebagai tahun pembuktian. “Sehingga ke depan di 2029, diperlukan atlet, harapannya kita nanti jadi juara di panjat tebing,” tegasnya.
Di Mana Lokasinya
Tiga titik awal pembangunan fasilitas sudah dikantongi. “Langkah yang kedua, kita menyiapkan fasilitas. Kita pasang papan-papan panjat di Komplek GOR Brebes, kemudian di SMP 2 Brebes, dan di SMP 1 Jatibarang,” bebernya.
Saat ini, Brebes masih kekurangan sarana latihan standar. Akibatnya, atlet binaan dari SMA 2 Brebes dan SMA 1 Brebes harus berlatih ke luar daerah. “Pada tahun 2026 sudah kita berjalan, ada atlet dari SMA 2 Brebes, dari SMA 1, itu sudah berjalan dan ini sudah berlatih. Karena fasilitas di Kabupaten Brebes belum memadai, maka sementara ini kita berlatih di tempat yang lain,” ungkap Herkusnadi.
How – Bagaimana StrateginyaUntuk merealisasikan target tersebut, Herkusnadi menyiapkan dua langkah taktis:
null
Optimisme “Brebes Beres”
Mengusung jargon “Brebes Beres, Bersatu Meraih Prestasi”, Herkusnadi optimistis kerja kolaboratif antara FPTI, sekolah, dan pemerintah daerah akan melahirkan atlet-atlet tangguh. “Gebrakan awal ini buat langsung ada arena panjat tebing. Kalau anak-anak sudah suka, pembinaan jalan, juara tinggal menunggu waktu,” tutupnya.red
(Gus)











