Photo Doc: Wakapolres Brebes Kompol Ryke Rhimadhila(Senin,1 Juni 2026)
BREBES,GarudaXpose.com//–Media sosial berubah jadi pemicu pertumpahan darah. Polres Brebes membongkar fakta kelam: dua remaja tewas mengenaskan dalam tawuran yang dirancang lewat Instagram. Total empat kasus besar diungkap dalam konferensi pers di Aula Sanika Satyawadha, Senin (1/6/2026).
Wakapolres Brebes Kompol Ryke Rhimadhila menegaskan, tren kekerasan remaja ini sudah darurat. “Ini bukan lagi kenakalan. Ini kriminal murni yang nyawanya melayang. Kami tidak akan kasih ruang,” tegasnya di hadapan awak media, didampingi Kasat Reskrim dan Ps. Kasi Humas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sepanjang Mei 2026, Polres Brebes menangani empat kasus menonjol yang meresahkan publik:
Tawuran maut format 5 lawan 5 di Songgom yang menewaskan AF (17).
Pembobolan toko modern di Kecamatan Brebes dengan kerugian Rp11.817.781.
Kekerasan seksual berulang oleh kakak ipar IMD (40) terhadap adiknya yang masih 17 tahun.
Tawuran format 2 lawan 2 di Wanasari yang merenggut nyawa remaja 16 tahun.
Korban: AF (17) tewas dengan luka sabet corbek di pangkal paha. Remaja 16 tahun tewas usai dibacok di Wanasari. Siswi 17 tahun alami trauma berat akibat kekerasan seksual. Pihak toko modern alami kerugian 406 bungkus rokok.
Pelaku: ABH 16 tahun diamankan sebagai eksekutor tawuran Wanacala. NH (44), warga Cirebon, otak pembobolan toko. IMD (40) tersangka kekerasan seksual. ABH 15 tahun ditetapkan sebagai pelaku tawuran Wanasari.
Aparat: Press rilis dipimpin Wakapolres Kompol Ryke Rhimadhila bersama jajaran Satreskrim dan Humas Polres Brebes.
Tawuran Wanacala: Sabtu dini hari, 2 Mei 2026 pukul 03.00 WIB.
Tawuran Wanasari: Senin, 30 Maret 2026.
Curat toko modern: Terungkap Rabu pagi, 27 Mei 2026 saat kepala toko buka gerai.
Kekerasan seksual: Rentang Februari–Oktober 2025, baru terungkap April 2026 setelah korban mengaku ke ibu.
Press rilis: Senin, 1 Juni 2026 sebagai laporan kinerja bulanan.
Aula Sanika Satyawadha Polres Brebes: Pusat pengungkapan kasus ke publik.
Jalan masuk Desa Wanacala, Kec. Songgom: Arena duel 5v5 berdarah.
Kecamatan Brebes: Toko modern yang plafonnya dijebol pelaku.
Wilayah Brebes: Rumah tempat kekerasan seksual terjadi berulang.
Kecamatan Wanasari: Lokasi duel 2v2 yang menewaskan satu remaja.
Dua nyawa melayang murni karena ego di medsos. Akun “kidul18society” dan “bledos19boys” sepakat tawuran 5v5 pakai corbek. Pola sama terjadi antara “KARBAK73” vs “DOSQ30” dengan format 2v2. Sementara NH nekat bobol toko demi 406 bungkus rokok untuk dijual. Kasus paling memilukan datang dari IMD yang memanfaatkan relasi keluarga dan meneror korban dengan video pribadi agar aksinya tak terbongkar.
Tawuran Wanacala: Usai disabet corbek, AF tumbang. Jasadnya ditemukan warga di saluran irigasi pagi harinya. Satreskrim bergerak cepat, ABH 16 tahun ditangkap. Dijerat Pasal 80 Ayat (3) Jo Pasal 76C UU Perlindungan Anak, ancaman 15 tahun penjara. Polisi juga mengamankan sejumlah senjata tajam lain yang dibawa kelompok tersebut.
Curat Toko Modern: Pelaku masuk lewat atap yang dibuka pakai kunci pas 8. Rekaman CCTV dan petunjuk angkot biru mengantar polisi ke Cirebon. NH dibekuk di rumahnya tanpa perlawanan dengan barang bukti angkot, kunci pas, dan 129 bungkus rokok sisa. Dijerat Pasal 477 UU KUHP.
Kekerasan Seksual: Korban sempat ingin akhiri hidup karena depresi berat. Setelah dibujuk keluarga dan didampingi Unit PPA, kasus dilaporkan. IMD kini ditahan dengan jeratan Pasal 473 Ayat (2) UU KUHP, ancaman 12 tahun. Korban kini dalam pendampingan psikolog.
Tawuran Wanasari: Korban 16 tahun luka bacok parah dan meninggal di rumah sakit meski sempat dirujuk. ABH 15 tahun ditangkap bersama sebilah corbek 1 meter. Pasal yang sama dengan kasus Wanacala menanti, dengan pemberatan karena korban meninggal.
Fenomena tawuran antar-anak jadi atensi khusus Polres Brebes. Kompol Ryke menyebut patroli siber akan digencarkan untuk deteksi dini akun provokator. Tim URC juga diturunkan setiap malam minggu di titik rawan.
“Awasi HP anak. Sekali salah pergaulan di medsos, pulangnya bisa tinggal nama. Jangan sampai Instagram jadi undangan maut,” ujar Kompol Ryke menutup konferensi pers.
Ia juga meminta pihak sekolah aktif gelar razia tas dan edukasi hukum, sementara tokoh masyarakat diimbau hidupkan kembali siskamling. Polres Brebes memastikan penindakan tak berhenti di pelaku. Edukasi, trauma healing untuk korban, dan pencegahan masif akan digencarkan lintas sektor.
Pungkasnya, Kompol Ryke menegaskan komitmen Polres Brebes: “Brebes tidak boleh jadi kuburan bagi remajanya sendiri. Kami jamin, setiap pelaku kekerasan, apalagi yang bawa korban nyawa, akan kami kejar sampai dapat. Kamtibmas kondusif harga mati.”***
(Agus)








