Gubernur Koster Satukan Kekuatan, PSEL Denpasar Raya Harapan Baru Pulau Dewata

- Penulis

Senin, 13 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garidaxpose.com l Denpasar Bali – Di tengah sorotan tajam publik terhadap krisis sampah yang kian mengkhawatirkan di Bali, sebuah langkah strategis akhirnya ditegaskan. Pemerintah Provinsi Bali bersama Pemerintah Kabupaten Badung dan Pemerintah Kota Denpasar resmi menandatangani perjanjian kerja sama pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya.

Penandatanganan berlangsung penuh semangat keakraban di Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Senin (13/4), menjadi momentum penting yang tidak sekadar administratif, tetapi juga simbol komitmen bersama menjawab persoalan lingkungan yang telah lama menjadi polemik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kerja sama ini ditandatangani langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dan Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, sebagai tiga pilar utama kawasan Denpasar Raya.

Seperti diketahui, Bali saat ini menghadapi tekanan serius dalam pengelolaan sampah. Pembatasan operasional TPA, terutama di Suwung, justru memicu fenomena baru seperti pembakaran liar dan pembuangan sampah ke sungai, yang memperparah ancaman lingkungan.

Di sisi lain, penolakan masyarakat terhadap beberapa solusi sementara, seperti sentra kompos, menunjukkan bahwa persoalan sampah bukan sekadar teknis, tetapi juga menyentuh aspek sosial, budaya, dan kenyamanan hidup warga.

Bahkan, Bali kini disebut berada dalam “kepungan sampah”, sebuah ironi bagi destinasi pariwisata dunia yang menjadi wajah Indonesia di mata global. Dalam situasi inilah, proyek PSEL menjadi tumpuan harapan.


PSEL: Dari Sampah jadi Energi, Masalah Jadi Solusi


Perjanjian kerja sama ini menegaskan komitmen lintas daerah dalam menyiapkan infrastruktur pendukung fasilitas pengolahan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan yang akan mengubah sampah menjadi energi listrik.

PSEL Denpasar Raya dirancang sebagai solusi jangka panjang, bukan sekadar penanganan sementara. Teknologi yang digunakan bahkan diklaim berstandar Eropa, dengan sistem pengolahan yang meminimalkan limbah turunan dan emisi.

Proyek ini ditargetkan memasuki tahap groundbreaking pada pertengahan 2026, setelah sebelumnya sempat mengalami berbagai kendala, termasuk minimnya minat investor. Namun kini, dengan adanya kesepakatan resmi antar pemerintah daerah, jalan menuju realisasi dinilai semakin terbuka.


Bali Tidak Diam


Dalam dokumen yang ditandatangani, ditegaskan bahwa kerja sama ini mencakup penyiapan dan penyediaan infrastruktur pendukung sebagai fondasi utama pembangunan PSEL. Lebih dari itu, penandatanganan ini membawa pesan kuat: Bali tidak diam menghadapi krisis sampah.

Di tengah polemik, kritik, hingga kekhawatiran masyarakat, pemerintah memilih untuk melangkah dengan pendekatan kolaboratif, menggabungkan kekuatan provinsi dan daerah dalam satu arah kebijakan. Ada kesadaran bahwa tanpa langkah besar dan terintegrasi, persoalan sampah tidak akan pernah selesai.

Harapan Baru Pulau Dewata

Penandatanganan ini bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang. Tantangan implementasi, pengawasan, hingga penerimaan masyarakat masih menanti. Namun satu hal menjadi jelas—Bali sedang bergerak.

Dari tumpukan sampah yang mengancam citra dan lingkungan, kini mulai dibangun sebuah harapan: bahwa dari krisis ini, akan lahir sistem pengelolaan modern yang tidak hanya menyelesaikan masalah, tetapi juga memberi nilai tambah berupa energi bagi masa depan.

Pulau Dewata sedang menata ulang dirinya. Dan PSEL Denpasar Raya, menjadi salah satu titik balik yang paling menentukan.(Leonk,/Gustra)


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Festival Tao Toba Jou Jou 2026 Resmi Dibuka, BI Sibolga Dorong Sinergi Ekonomi dan Pariwisata Danau Toba
Polresta Banyuwangi Ungkap Dugaan Laporan Begal Fiktif, Dana Perusahaan Diduga Masuk Investasi Kripto
Sepekan Dilantik Langsung Tancap Gas, JMSI Banyuwangi Ajak Pengusaha Media Lokal Naik Kelas 
Bapperida Berupaya Pertahankan Predikat Sangat Inovatif pada Ajang Innovative Government Award (IGA) Tahun 2026
Terjang Hujan Demi Jembatan Harapan: Kodim 0825 Banyuwangi Tuntaskan 87 % Jembatan Garuda Gumukcandi
Sonny T. Danaparamita Minta PG Glenmore Dioptimalkan demi Perkuat Swasembada Gula Nasional
Gubernur Koster Tegaskan Hotel, Villa, Restaurant, Mall harus Gunakan PLTS Atap
Pemkot Probolinggo Luncurkan B-Link, Super Aplikasi Terintegrasi Perkuat Layanan Publik dan Infrastruktur Digital

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:18 WIB

Festival Tao Toba Jou Jou 2026 Resmi Dibuka, BI Sibolga Dorong Sinergi Ekonomi dan Pariwisata Danau Toba

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:20 WIB

Polresta Banyuwangi Ungkap Dugaan Laporan Begal Fiktif, Dana Perusahaan Diduga Masuk Investasi Kripto

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Sepekan Dilantik Langsung Tancap Gas, JMSI Banyuwangi Ajak Pengusaha Media Lokal Naik Kelas 

Kamis, 6 Agustus 2026 - 09:05 WIB

Bapperida Berupaya Pertahankan Predikat Sangat Inovatif pada Ajang Innovative Government Award (IGA) Tahun 2026

Kamis, 6 Agustus 2026 - 08:31 WIB

Terjang Hujan Demi Jembatan Harapan: Kodim 0825 Banyuwangi Tuntaskan 87 % Jembatan Garuda Gumukcandi

Berita Terbaru