Gerakkan Ekonomi Masyarakat Pesisir Lewat Hilirisasi Berbasis Wisata, KNMP Banyuwangi Jadi Best Practise Delegasi Forum ASEAN

- Penulis

Minggu, 19 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com |BANYUWANGI – Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) Lateng Banyuwangi menjadi best practice delegasi ASEAN ID Blue, sebuah forum dialog tentang ekonomi biru yang diikuti delegasi negara ASEAN, negara East Asia Summit (EAS) dan anggota Pacific Islands Forum (PIF) pada 16-19 Juli. Di sini para delegasi belajar bagaimana koperasi nelayan menggerakkan ekonomi masyarakat melalui hilirisasi sektor perikanan berbasis pariwisata.

 

Direktur Pemberdayaan Usaha Kementrian Kelautan dan Perikanan Ali Rahmat Iman Santoso mengatakan KNMP Lateng, menjadi kawasan kampung nelayan modern yang dikembangkan sebagai kawasan tematik hilirisasi berbasis wisata kuliner. Melalui konsep ini, hasil tangkapan nelayan tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi juga diolah menjadi produk kuliner bernilai tambah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“KNMP Banyuwangi berbeda dengan lainnya, mereka fokus pada turisme sehingga lebih mengedepankan wisata kuliner. Hasil tangkapan nelayan langsung dibawa ke sini (KNMP) dan bisa langsung diolah menjadi berbagai macam kuliner,” kata Direktur Pemberdayaan Usaha Kementrian Kelautan dan Perikanan Ali Rahmat Iman Santoso saat berada di KNMP Lateng, Sabtu (17/7/2026).

 

Konsep wisata di KNMP Lateng juga ditunjukkan dari konsep bangunan yang ikonik sehingga menjadi sebuah destinasi. Dimana KNMP dibangun mengadopsi arsitektur rumah adat Suku Osing, suku asli Banyuwangi. Perpaduan antara sentuhan modern dan kearifan lokal itu memberi identitas kuat, sekaligus menegaskan karakter budaya Banyuwangi di kawasan pesisir.

 

Sementara itu Staf Ahli Diplomasi Ekonomi, Kementerian Luar Negeri RI, Zelda Wulan Kartika mengaku sangat terkesan dengan KNMP Banyuwangi. Ia melihat secara nyata ekonomi biru yang dilaksanakan bermanfaat untuk masyarakat nelayan/pesisir.

 

“Kami tidak menyangka KNMP Banyuwangi sebagus dan semaju ini, memang masih baru namun melihat potensinya ke depan sangatlah besar,” ujarnya.

 

Dalam kunjungan lapangan tersebut para Delegasi ASEAN ID Blue melihat langsung sejumlah fasilitas di KNMP Banyuwangi. Saat ini KNMP Banyuwangi dilengkapi dengan gerai kuliner, dermaga sandar perahu, lokasi pendaratan ikan, pabrik es, workshop nelayan, serta unit pengolahan hasil laut.

 

Mereka juga berbincang hingga mencicipi produk UMKM nelayan serta melihat langsung berbagai potensi produk ekspor perikanan Banyuwangi.

 

Salah satu delegasi, dari Kedutaan Besar Fiji bidang Economy & Political Leone Bainivanua mengatakan sangat kagum dengan pengembangan KNMP di Banyuwangi. Terlebih keberadan KNMP tersebut memberikan manfaat besar bagi komunitas lokal setempat.

 

“Tempat ini sangat bagus, di Fiji belum ada yang seperti ini. Kami terinspirasi untuk mengembangkan yang sama di negara kami karena wilayahnya juga dikelilingi lautan,” ujar Leone.

 

Sementara itu delegasi dari Counsellor Malaysia mission to ASEAN Faezatun Azirah Binti Yahaya mengatakan terkesan melihat pemberdayaan komunitas nelayan yang ada di KNMP Banyuwangi. “Apa yang dilaksanakan disini akan menjadi referensi untuk dikembangkan di negara kami,” ujarnya.

 

Ditambahkan Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi Suryono Bintang Samudra KNMP Lateng dibangun dan dikembangkan dengan konsep hilirisasi berbasis pariwisata berdasarkan potensi daerah sekaligus keinginan pemangku setempat. Dulunya di area ini warga berjualan dengan tenda-tenda dan belum tertata.

 

“Adanya KNMP membawa berkah khususnya bagi ibu-ibu istri nelayan dan warga lokal karena tempat ini semakin menarik jadi destinasi wisata kuliner. Kami juga terus memberikan pendampingan dan penyuluhan agar mereka bisa memberikan pelayanan yang memadai bagi penunjung yang datang,” terangnya.

 

KNMP Lateng merupakan bagian dari program prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Banyuwangi ditetapkan sebagai satu dari 100 lokasi awal pengembangan kampung nelayan terpadu di Indonesia. (Kevin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satgas RI-PNG Yonif 645 Perkenalkan Anggota Pos dan Laksanakan Karya Bakti di Gereja Distrik Apalapsili
Komitmen Polsek Tigaraksa Tindak Tegas Peredaran Obat Ilegal, Dua Pelaku Diamankan
BARBEKQU Resmi Diluncurkan, PAPESA Kota Probolinggo Sulap Baju Bekas Jadi Gerakan Sosial dan Peduli Lingkungan
Dari Wonorejo Menyalakan Lentera Perempuan
From Local To Global, Banyuwangi Ethno Carnival Kekuatan Budaya Lokal yang Mendunia
Berlangsung Spektakuler! BEC 2026 Padukan Nilai Historis, Budaya hingga Fashion Global
Diresmikan Menteri Kesehatan, Banyuwangi Gandeng Noora Health Luncurkan Konsultasi Kesehatan Hotline via Whatsapp 24 Jam
Jadi Ruang Interaksi Antar Budaya, Puluhan Wisatawan Mancanegara Turut Tampil di BEC 2026

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:47 WIB

Satgas RI-PNG Yonif 645 Perkenalkan Anggota Pos dan Laksanakan Karya Bakti di Gereja Distrik Apalapsili

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:31 WIB

Komitmen Polsek Tigaraksa Tindak Tegas Peredaran Obat Ilegal, Dua Pelaku Diamankan

Minggu, 19 Juli 2026 - 08:12 WIB

BARBEKQU Resmi Diluncurkan, PAPESA Kota Probolinggo Sulap Baju Bekas Jadi Gerakan Sosial dan Peduli Lingkungan

Minggu, 19 Juli 2026 - 04:58 WIB

Dari Wonorejo Menyalakan Lentera Perempuan

Minggu, 19 Juli 2026 - 04:39 WIB

Berlangsung Spektakuler! BEC 2026 Padukan Nilai Historis, Budaya hingga Fashion Global

Berita Terbaru

Daerah

Dari Wonorejo Menyalakan Lentera Perempuan

Minggu, 19 Jul 2026 - 04:58 WIB