Berlangsung Spektakuler! BEC 2026 Padukan Nilai Historis, Budaya hingga Fashion Global

- Penulis

Minggu, 19 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com |BANYUWANGI – Parade Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 berlangsung spektakuler. Aneka ragam busana yang mengusung konsep fashion carnival itu kembali menegaskan perpaduan selera global dengan keluhuran lokalitas dapat tersaji dengan apik.

 

Beragam tarian khas daerah menjadi pembuka yang menggugah kemeriahan BEC yang digelar Sabtu, (18/7/2026). Diawali dengan kesenian Kuntulan Ewon. Dilanjutkan dengan parade Tari Seblang, Gandrung, Jaranan Butho, dan barong yang disajikan cukup kolosal, membuat lokalitas kebanyuwangi terasa kuat. Seingin menegaskan jika sejauh apapun daerah ini berkembang, Banyuwangi tak akan lupa akan tradisinya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Globalisasi tidak boleh menyingkirkan budaya, tradisi dan nilai-nilai luhur yang terwariskan oleh neneng moyang kita. Justru kemajuan haruslah menjadi medium untuk terus melestarikan budaya kita,” tegas Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

 

Budaya dan tradisi khas Banyuwangi itu kemudian disusul dengan parade fashion bercitarasa dunia. Dengan desain dan tata rias modern, namun tetap berakar dari inspirasi lokal menjadikannya terasa megah dan unik.

 

Sebagaimana ditegaskan oleh Ketua Dewan Kesenian Blambangan (DKB) Hasan Basri, nilai-nilai lokal harus tetap berdaulat di tengah kemajuan zaman. “BEC adalah etalase utama untuk menunjukkan keindahan budaya Banyuwangi di panggung dunia,” pujinya.

 

Mengusung tema Perang Bayu, menjadikan BEC 2026 tak hanya spektakuler. Namun, mengandung pesan historis yang kuat. Episode sejarah terpenting dalam derap kehidupan rakyat Blambangan itu, menjadi pengingat akan nilai-nilai perjuangan.

 

Wiwin Indiarti, Ketua Pengurus Daerah Aliansi Masyarakat (PD AMAN) Osing, Banyuwangi, menyebutkan jika Perang Bayu adalah salah satu perang penting melawan kolonialisme. Kerajaan Blambangan menunjukkan kegigihan yang luar biasa untuk menjaga kedaulatannya.

 

“Nilai-nilai kegigihan perjuangan dalam Perang Bayu ini, harus direvitalisasi dengan baik. BEC menjadi titik awal yang baik untuk menggugah kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga tanah air, budaya dan alam kita, sebagaimana dulu Rempeg Jogopati dan ribuan rakyat Blambangan rela mati demi kemerdekaan bangsa,” tutur penulis alih bahasa Babad Tawangalun itu. 

 

Pagelaran parade kostum Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) sukses menyihir ribuan pasang mata penonton pada event yang telah memasuki tahun ke-14 itu. 

 

Seratusan talent dengan aneka kostum bertema “Perang Bayu” memukau hadirin dan para wisatawan yang datang. Mereka berjalan di sepanjang 2 kilometer dari Taman Blambangan menuju Jalan Ahmad Yani.

 

Pada tahun ini, BEC dihadiri oleh Menteri Koordinator Pangan, Zulkifli Hasan, Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani, perwakilan Kementarian Pariwisata RI, serta beberapa tokoh nasional dari unsur pemerintahan pusat, DPR RI, petinggi BUMN, hingga swasta. 

 

BEC tahun ini juga disaksikan oleh delegasi perwakilan negara anggota ASEAN, negara East Asia Summit (EAS), serta anggota Pacific Islands Forum (PIF). (Kevin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penusukan di Jalan Patuan Anggi, Polres Sibolga Tangkap Terduga Pelaku di Pinangsori
Pelantikan Kadus Hamit di Pendopo Desa Pondokdalem, Kades Sumaryono Hadir Bersama Tiga Pilar dan Sekcam Kecamatan Semboro
Warga Desa Lumut Maju Ditemukan Meninggal Dunia di Sungai, Polisi Lakukan Penyelidikan
Dini Hari di Pinangsori, Polisi Ringkus Pemuda Diduga Pengedar Sabu 0,39 Gram
Pemerintah Desa Tempeh Tengah Lumajang Tetapkan RKP Desa 2027, TNI-Polri Kawal Transparansi Pembangunan
Penetapan RKP TA 2027, Pemerintah Desa Wonotoro Siap Bekerja Bersama Rakyat
PWI Pusat Gelar Pembekalan Pra-UKW Angkatan 28, Mantapkan Kompetensi Wartawan Menuju Ujian Resmi
PWI Kabupaten Serang Dorong Peserta Maksimalkan Pra-UKW untuk Hasil Maksimal

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 19:04 WIB

Penusukan di Jalan Patuan Anggi, Polres Sibolga Tangkap Terduga Pelaku di Pinangsori

Rabu, 16 September 2026 - 10:55 WIB

Pelantikan Kadus Hamit di Pendopo Desa Pondokdalem, Kades Sumaryono Hadir Bersama Tiga Pilar dan Sekcam Kecamatan Semboro

Rabu, 16 September 2026 - 06:20 WIB

Dini Hari di Pinangsori, Polisi Ringkus Pemuda Diduga Pengedar Sabu 0,39 Gram

Rabu, 16 September 2026 - 05:11 WIB

Pemerintah Desa Tempeh Tengah Lumajang Tetapkan RKP Desa 2027, TNI-Polri Kawal Transparansi Pembangunan

Selasa, 15 September 2026 - 22:51 WIB

Penetapan RKP TA 2027, Pemerintah Desa Wonotoro Siap Bekerja Bersama Rakyat

Berita Terbaru