Garudaxpose.com | Lumajang – Bukti bahwa kabupaten Lumajang banyak menyimpan peninggalan sejarah dan merupakan daerah yang menyimpan bukti peradaban jaman kerajaan.
Nilai budaya dan adat istiadat Lumajang Jawa Timur hingga kini masih terjaga dengan masyarakatnya bisa hidup rukun berdampingan serta menjaga toleransi antar suku dan agama.
Terbukti di Lumajang ada pura yang terbesar di asia tenggara, serta menjaga keberagaman dengan toleransi tinggi sehingga antar pemeluk agama bisa terjalin rasa kekeluargaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengenai situs bersejarah juga banyak ditemui di kabupaten Lumajang, dari peninggalan era Singosari dan Majapahit sampai saat ini masih tetap lestari.

Salah satu benda sejarah maha karya yang dibuat dengan teknik pahat utuh tanpa rongga yang kurang lebih pada abad 13 ini ditemukan tanpa sengaja oleh warga asli Lumajang di tahun 1995 masih tersimpan utuh dan terjaga.
Penemuan berupa arca perunggu Nandi di temukan di aliran sungai area wisata Selokambang kecamatan Sumbersuko kabupaten Lumajang.
” Waktu itu saya lagi bermain di area aliran sungai wisata Selokambang pada tanggal 16 Juni tahun 1995 , tiba tiba saya melihat ada benda di dasar sungai memancarkan cahaya yang sangat terang, saya kaget kemudian saya ambil benda tersebut, ternyata benda sejarah berupa arca perunggu Nandi, sampai saat ini saya jaga agar peninggalan sejarah ini bisa tetap lestari,” terang Hari warga asli pertahunan
Lumajang. Minggu (19/07/2026)
Dengan penemuan arca Nandi di aliran sungai wilayah area wisata Selokambang menambah wawasan serta koleksi baru bahwa kabupaten Lumajang mempunyai seni peradaban yang mengalir sejak jaman dahulu kala.














