Keterangan:Perang Bintang Sepak Bola Tarkam Memanas, Gol Cantik, Shooting Keras dan Corner Kick Mematikan Warnai Laga Hidup-Mati
BREBES,GarudaXpose.com//-
Turnamen paling bergengsi di pantura, Mahera Cup II Desa Slatri 2026 kembali menyajikan drama. Di hari kedua putaran pertama, Kamis (17/09/2026) sore, Lapangan Agus Salim, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes menjadi saksi perang bintang sepak bola tarkam yang sesungguhnya.
Laga super panas mempertemukan Adha FC Jubang Bulakamba kontra Antas FC Sumber Lor Cirebon harus berakhir dramatis. Skor imbang 1-1 selama 2×30 menit waktu normal, memaksa laga dilanjutkan ke adu finalti. Adha FC akhirnya menang 4-3 di babak tos-tosan, dengan total agregat 5-4 dan berhak melaju ke 16 besar.
Pertandingan yang dipimpin wasit utama Bung Sarinto dibantu Sahroni, Abu Rizal, cadangan H. Taufik dan pengawas pertandingan Bambang ini kick-off tepat pukul 16.20 WIB. Di bawah cuaca cerah dengan temperatur 33 derajat, sekitar 300 penonton memadati sisi lapangan.
Jalannya Pertandingan: Jual Beli Serangan Sejak Menit Awal
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejak peluit pertama dibunyikan, kedua pelatih langsung menerapkan pakem modern 4-3-3 dengan 3 striker murni.
Pelatih Adha FC, Urip Raharjo mempercayakan ban kapten kepada Saidi (26) dengan penjaga gawang Billy (19). Trisula lini depan diisi Agung, Aji Exel dan Iyong.
Di kubu seberang, pelatih kepala Antas FC, Fatah juga tak mau kalah. Kapten Bendol (B-14) memimpin rekan-rekannya dengan kiper Ohe (1). Trio maut Reza (D-7), Devin Al Boy (D-9) dan Kholip (D-10) menjadi tumpuan.
Antas FC langsung menggebrak. Belum genap 5 menit, gol cantik tercipta. Striker Kholip (D-10) melepaskan tendangan shooting keras mendatar dari luar kotak penalti yang tak mampu dibendung Billy. Skor 0-1 untuk Antas FC.
Tertinggal, kapten Saidi terus membakar semangat. Dari pinggir lapangan, instruksi pelatih menggema “ayo bisa, ayo bisa!”. Jual beli serangan terjadi, tendangan shooting jarak jauh dan skema corner kick silih berganti, namun papan skor tetap 0-1 hingga jeda.
Babak Kedua: Gol Penyeimbang dan Drama
Memasuki babak kedua, kedua pelatih putar otak. Adha FC melakukan rotasi berani dengan menarik keluar kapten Saidi.
Keputusan itu jitu. Official Adha FC, Budi yang terus berteriak dari bench “ayo serang – ayo serang!” akhirnya berbuah manis.
Pada menit ke-44, pemain pengganti Moyo (D-9) yang baru masuk menjadi pahlawan. Memanfaatkan kemelut hasil corner kick, Moyo melepaskan tendangan placing cantik ke pojok gawang Ohe. Gol! Skor berubah 1-1.
Suhu pertandingan semakin panas dengan ritme tinggi. Antas FC mencoba membalas lewat pemain pengganti, beberapa shooting keras dan tendangan bebas mengancam, namun kokohnya lini belakang kedua tim membuat skor 1-1 bertahan hingga full time.
Wasit Bung Sarinto kemudian memanggil kedua kapten untuk adu finalti. Dalam drama 5 penendang, mental Adha FC lebih baja. Skor adu penalti 4-3 untuk Adha FC.
Dengan hasil ini, Adha FC Jubang resmi lolos ke putaran 16 besar, sementara Antas FC Sumber Lor Cirebon harus angkat koper lebih awal dari Mahera Cup II dengan sistem gugur.
Ketua Panitia Mahera Cup II, Dedi Sunarto didampingi Herbas mengapresiasi kedua tim yang bermain dengan fair play dan menjunjung tinggi sportivitas.
“Terima kasih untuk kedua tim yang sudah menyajikan perang bintang yang luar biasa. Jangan lupa saksikan putaran pertama hari ketiga, Jumat 18 September 2026, Galaxy Dewaratna FC Slawi VS Diklat Kuningan. Informasi kedua tim akan menurunkan pemain papan atas, bintang bertaburan,” tegas Dedi Sunarto.
Mahera Cup II Slatri 2026 bukan sekadar tarkam, ini panggung pembuktian gengsi.***
(4905)












