Distribusi Paket Menu MBG di Leces Tuai Sorotan, Warga Pertanyakan Kualitas Makanan

- Penulis

Rabu, 25 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | Probolinggo – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan suci Ramadhan di Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, menjadi perhatian masyarakat. Paket makanan yang diproduksi oleh Dapur MBG Sumberkedawung dan didistribusikan melalui sekolah di wilayah Pindokwuluh kepada warga Desa Kerpangan menuai pertanyaan terkait kualitas dan kelayakan bahan pangan.

Momentum Ramadhan yang identik dengan peningkatan kebutuhan asupan bergizi saat sahur dan berbuka justru diwarnai keluhan dari sejumlah penerima manfaat.

Berdasarkan dokumentasi yang diterima redaksi, satu paket MBG berisi dua potong jagung rebus, satu buah apel, serta beberapa butir edamame (kedelai muda) dalam kemasan plastik transparan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah warga menilai kualitas bahan pangan semestinya lebih diperhatikan, terlebih dalam kondisi masyarakat yang tengah menjalankan ibadah puasa.

“Ini bulan Ramadhan. Harusnya kualitas gizinya benar-benar dijaga. Jangan sampai makanan yang dibagikan justru tidak sesuai dengan instruksi Presiden, katanya minum susu. Bulan puasa kok susunya malah tidak ada,” ujar salah satu warga Desa Kerpangan.

Secara kandungan gizi, jagung merupakan sumber karbohidrat dan serat. Edamame dikenal kaya protein nabati serta mikronutrien, sementara apel mengandung vitamin dan antioksidan. Namun, nilai gizi suatu paket makanan tidak hanya ditentukan oleh komposisi bahan, melainkan juga kesegaran, kebersihan, serta keamanan konsumsi.

Dalam standar tata kelola program pangan publik, aspek quality control dan food safety menjadi elemen krusial. Bahan baku seharusnya melalui proses seleksi ketat sebelum diolah dan didistribusikan. Terlebih pada bulan Ramadhan, ketika kondisi fisik masyarakat memerlukan asupan yang benar-benar aman dan layak.

Tokoh masyarakat setempat meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan di Dapur MBG Sumberkedawung, termasuk mekanisme pemeriksaan bahan sebelum disalurkan melalui sekolah di Pindokwuluh.

Mereka menilai, tanpa pengawasan yang ketat, program yang sejatinya bertujuan meningkatkan gizi masyarakat berpotensi menimbulkan persepsi negatif di tengah publik.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara terkait standar pemeriksaan bahan pangan maupun prosedur distribusi MBG selama Ramadhan.

Program sosial merupakan bentuk tanggung jawab negara kepada masyarakat. Namun tanggung jawab tersebut tidak berhenti pada kuantitas distribusi. Ia juga harus menyentuh aspek mutu, transparansi pengadaan, serta pengawasan berlapis yang konsisten.

Ramadhan mengajarkan amanah dan integritas. Nilai tersebut seharusnya tercermin dalam setiap pelaksanaan kebijakan publik.

Polemik ini perlu dijawab secara terbuka. Jika terdapat kekurangan, pembenahan harus dilakukan secara cepat dan terukur. Jika telah sesuai standar, penjelasan transparan kepada publik menjadi penting agar tidak muncul spekulasi.

Sebab dalam program publik, ukuran keberhasilan bukan hanya pada tersalurkannya bantuan, tetapi juga pada kelayakan, keamanan, dan mutu yang diterima masyarakat. Dan warga Desa Kerpangan berhak atas standar tersebut.

(TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Nyadran Karo 1948 Caka Desa Ngadirejo Alunan Ketipung Pelestarian Budaya Lokal Tengger
Puluhan Karangan Bunga Penuhi Rumah Duka Martua Nainggolan, Bukti Jejak Baik Jurnalis Media Center Jayanti
Cerita Perwira AL Asal Banyuwangi, Berkali-kali Gugur Tes Kini Jadi Lulusan Terbaik Peraih Adhi Makayasa dari Presiden
InJourney dan Angkasa Pura Siapkan Roadmap Pariwisata Banyuwangi Mulai Event hingga Konektivitas
Bertemu Sopir Logistik, Wabup Banyuwangi: Pengemudi Urat Nadi Ekonomi Indonesia
Sembunyikan Ratusan Obat Keras dalam Tong Sampah, Seorang Pria Diamankan Polsek Cisoka Polresta Tangerang
Mau Lanjut S2? Simak Perbandingan Biaya Tiga Perguruan Tinggi di Probolinggo
Bupati Ipuk Dorong HIPMI Banyuwangi Jadi Lokomotif Perekonomian Daerah

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 06:06 WIB

Nyadran Karo 1948 Caka Desa Ngadirejo Alunan Ketipung Pelestarian Budaya Lokal Tengger

Senin, 3 Agustus 2026 - 05:13 WIB

Puluhan Karangan Bunga Penuhi Rumah Duka Martua Nainggolan, Bukti Jejak Baik Jurnalis Media Center Jayanti

Senin, 3 Agustus 2026 - 03:15 WIB

InJourney dan Angkasa Pura Siapkan Roadmap Pariwisata Banyuwangi Mulai Event hingga Konektivitas

Senin, 3 Agustus 2026 - 03:14 WIB

Bertemu Sopir Logistik, Wabup Banyuwangi: Pengemudi Urat Nadi Ekonomi Indonesia

Minggu, 2 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Sembunyikan Ratusan Obat Keras dalam Tong Sampah, Seorang Pria Diamankan Polsek Cisoka Polresta Tangerang

Berita Terbaru

Olahraga

Senin, 3 Agu 2026 - 05:54 WIB