Garudaxpose.com | PROBOLINGGO – Komitmen mendukung ketahanan pangan nasional terus diwujudkan jajaran Polres Probolinggo Kota melalui berbagai kegiatan di lapangan. Salah satunya dengan melakukan pemantauan rutin terhadap lahan pertanian milik warga guna memastikan tanaman tumbuh optimal hingga masa panen.
Kegiatan tersebut terlihat saat Bhabinkamtibmas Kelurahan Kebonsari Wetan menyambangi area budidaya jagung di Jalan Sunan Muria, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, Rabu (12/8/2026). Kehadiran polisi di tengah aktivitas pertanian menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus mendukung produktivitas sektor pangan.
Di lokasi, petugas melakukan pengecekan terhadap tanaman jagung yang dibudidayakan di lahan seluas kurang lebih satu hektare milik warga bernama Sugito. Tanaman varietas Jago yang ditanam sejak 15 Juni 2026 itu diperkirakan siap dipanen pada pertengahan Oktober mendatang dengan potensi hasil mencapai beberapa ton.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tak sekadar memantau kondisi tanaman, petugas juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi langsung dengan petani. Berbagai informasi terkait perkembangan tanaman, kebutuhan pertanian hingga hambatan yang ditemui selama masa perawatan menjadi bahan evaluasi untuk mendukung keberhasilan panen.
Kapolsubsektor Kanigaran IPDA Iwan Hardi, S.H., mengatakan bahwa kehadiran anggota kepolisian di area pertanian merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan masyarakat.
“Melalui kegiatan sambang ini, kami ingin memastikan komunikasi dengan petani tetap terjalin dengan baik. Selain menjaga keamanan wilayah, kami juga berupaya memberikan dukungan moral agar para petani semakin semangat mengelola lahannya,” kata Iwan.
Menurutnya, sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menunjang perekonomian masyarakat. Karena itu, diperlukan sinergi antara petani, pemerintah dan aparat keamanan agar proses produksi pangan dapat berjalan lancar.
Dalam kesempatan tersebut, petugas juga mengingatkan warga untuk menjaga keamanan lingkungan sekitar lahan pertanian serta meningkatkan kepedulian terhadap potensi gangguan yang dapat menghambat aktivitas bercocok tanam.
“Jika ada permasalahan yang membutuhkan koordinasi dengan instansi terkait, kami siap membantu memfasilitasi komunikasi sehingga kendala yang dihadapi petani dapat segera ditindaklanjuti,” tambahnya.
Pemantauan yang dilakukan berlangsung lancar dan mendapat respons positif dari masyarakat. Kehadiran aparat di tengah petani diharapkan mampu memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di Kota Probolinggo. (Septyan)













