FPRB Kota Probolinggo Perluas Sinergi Kebencanaan, Sambangi Markas Kodim 0820

- Penulis

Jumat, 30 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | Probolinggo – Memperluas sinergi dan memperkuat koordinasi lintas sektor menjadi salah satu langkah penting dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana. Atas dasar tersebut, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Probolinggo melakukan kunjungan silaturahmi ke Markas Kodim 0820/Probolinggo, Jumat (30/10/2026) siang.

Kunjungan yang dipimpin Ketua FPRB Kota Probolinggo, Sugeng Nufindarko, tersebut diikuti 10 pengurus. Kehadiran mereka diterima langsung oleh Dandim 0820/Probolinggo Letkol Inf Ribut Yudo Apriyantono didampingi Kasdim Mayor Caj Aminudin Abadi.

Tidak hanya sekadar bersilaturahmi, pertemuan tersebut juga menjadi kesempatan bagi FPRB untuk memperkenalkan keberadaan organisasi beserta struktur kepengurusannya. Dalam suasana pertemuan yang berlangsung hangat, Sugeng menyampaikan gambaran mengenai tugas, fungsi, serta kontribusi yang selama ini diharapkan dapat dijalankan FPRB dalam mendukung upaya pengurangan risiko bencana di Kota Probolinggo.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Satu per satu pengurus yang hadir diperkenalkan kepada Dandim dan Kasdim. Sugeng sekaligus menjelaskan pembagian peran dalam kepengurusan, sehingga masing-masing bidang memiliki tanggung jawab yang jelas dalam mendukung pelaksanaan program organisasi.

Ia menyampaikan bahwa FPRB merupakan forum yang mengedepankan keterlibatan multipihak dalam urusan kebencanaan. Forum tersebut menjadi wadah untuk menyatukan gagasan, kapasitas, dan sumber daya berbagai unsur agar upaya pengurangan risiko bencana dapat dilaksanakan secara bersama-sama.

Dalam menjalankan fungsinya, FPRB Kota Probolinggo menjadi mitra strategis BPBD, terutama dalam memperkuat pendekatan partisipatif dan membangun kesadaran masyarakat terhadap ancaman bencana. Menurut Sugeng, keberhasilan pengurangan risiko tidak hanya ditentukan oleh kesiapan pemerintah, tetapi juga oleh seberapa besar masyarakat memahami dan mampu mengambil langkah antisipasi.

Ia kemudian menguraikan sejumlah bidang yang menjadi ruang kerja FPRB. Pada bidang pencegahan dan mitigasi, pengurus berperan mendorong pengenalan potensi ancaman serta mengajak masyarakat melakukan langkah-langkah untuk mengurangi risiko dan kerentanan di lingkungan masing-masing.

Sementara bidang kesiapsiagaan diarahkan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui sosialisasi, edukasi, pelatihan, serta penguatan kapasitas komunitas dan relawan agar memiliki pemahaman mengenai tindakan yang perlu dilakukan dalam situasi darurat.

Di sisi lain, bidang komunikasi dan informasi memiliki peran dalam memperkuat penyampaian informasi kebencanaan kepada masyarakat. Sedangkan bidang pemberdayaan dan jejaring kemitraan diarahkan untuk memperluas partisipasi berbagai elemen, termasuk komunitas, organisasi sosial, dunia usaha, serta lembaga lainnya yang memiliki kepedulian terhadap persoalan kebencanaan.

Sugeng menegaskan bahwa seluruh bidang tersebut memiliki keterkaitan dalam satu tujuan, yakni mendorong terciptanya masyarakat yang lebih siap, tanggap, dan memiliki kemampuan mengurangi risiko bencana. FPRB juga berupaya memperkuat koordinasi dengan BPBD dan pemangku kepentingan lainnya agar berbagai kegiatan kebencanaan dapat berjalan lebih terarah.

“FPRB memiliki peran untuk menggerakkan partisipasi berbagai unsur masyarakat dalam pengurangan risiko bencana. Kami memiliki pengurus dengan bidang dan tanggung jawab masing-masing. Jadi, bukan hanya bergerak ketika terjadi bencana, tetapi bagaimana membangun kesadaran masyarakat, melakukan pencegahan, memperkuat mitigasi, meningkatkan kesiapsiagaan, hingga mendukung koordinasi penanganan dan pemulihan pascabencana,” jelas Sugeng.

Menurutnya, tantangan kebencanaan membutuhkan pendekatan yang tidak hanya mengandalkan kemampuan satu lembaga. Diperlukan komunikasi dan kerja sama yang kuat agar setiap potensi sumber daya dapat dimanfaatkan secara optimal. Karena itu, FPRB berupaya membangun hubungan dengan berbagai institusi, termasuk Kodim 0820/Probolinggo.

Sugeng menilai, keterlibatan unsur TNI memiliki arti penting dalam memperluas jejaring koordinasi kewilayahan. Melalui komunikasi yang terjalin baik, diharapkan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dapat dikembangkan secara bersama sesuai kapasitas masing-masing pihak.

“Kami ingin FPRB semakin dikenal oleh berbagai unsur dan lembaga di Kota Probolinggo. Harapannya, hubungan baik ini bisa menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas. Kami menyadari bahwa pengurangan risiko bencana membutuhkan dukungan banyak pihak, sehingga komunikasi dan kemitraan harus terus dibangun,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Dandim 0820/Probolinggo Letkol Inf Ribut Yudo Apriyantono menyampaikan apresiasi atas inisiatif silaturahmi yang dilakukan pengurus FPRB. Ia mengucapkan terima kasih atas kunjungan tersebut dan menyambut baik upaya organisasi dalam memperluas komunikasi dengan berbagai unsur di wilayah Kota Probolinggo.

Bagi Dandim, membangun hubungan baik antarlembaga merupakan bagian penting dalam menciptakan koordinasi yang solid. Terlebih, persoalan kebencanaan menyangkut kepentingan masyarakat luas sehingga membutuhkan perhatian dan keterlibatan bersama.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kedatangan Ketua beserta seluruh pengurus FPRB Kota Probolinggo. Tentunya kami menyambut baik silaturahmi ini. Ini merupakan kesempatan yang bagus untuk saling mengenal, mengetahui peran masing-masing, sekaligus mempererat komunikasi dan hubungan kelembagaan,” ujar Letkol Inf Ribut.

Ia menyampaikan bahwa upaya pengurangan risiko maupun penanganan bencana harus dibangun melalui kerja sama lintas sektor. Pemerintah daerah, TNI, Polri, relawan, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen warga memiliki kontribusi yang dapat saling melengkapi dalam mendukung keselamatan masyarakat.

Dandim juga mengapresiasi keberadaan FPRB yang berupaya mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap persoalan kebencanaan. Menurutnya, peningkatan pengetahuan dan kesiapsiagaan merupakan bagian penting dari langkah antisipasi, sehingga masyarakat tidak hanya bergantung pada bantuan ketika situasi darurat terjadi.

Ia berharap komunikasi yang telah terbangun melalui pertemuan tersebut dapat terus dipelihara. Kodim 0820/Probolinggo pada prinsipnya terbuka untuk berkoordinasi dengan FPRB dalam berbagai kegiatan positif, terutama yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat dan dilaksanakan sesuai tugas serta kewenangan masing-masing.

“Harapan kami, setelah pertemuan ini komunikasi tetap berjalan dengan baik. Kami berterima kasih karena sudah berkenan bersilaturahmi. Ke depan, apabila ada kegiatan yang membutuhkan koordinasi bersama, silakan dikomunikasikan. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa saling mendukung dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Silaturahmi tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat hubungan antara FPRB Kota Probolinggo dan Kodim 0820/Probolinggo. Pertemuan ini sekaligus membuka peluang koordinasi yang lebih luas dalam mendukung upaya pengurangan risiko bencana melalui keterlibatan berbagai unsur sesuai peran masing-masing.

Dengan semakin kuatnya komunikasi antarlembaga, upaya membangun Kota Probolinggo yang tangguh terhadap bencana diharapkan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi gerakan bersama. Sebab, kesiapsiagaan yang baik berawal dari kesadaran, kepedulian, dan kemauan seluruh elemen untuk saling melindungi.

(Septyan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Babinsa Koramil Tanggul Serka Yan Gunawan Pimpin Kerja Bakti Bersama Warga Desa Manggisan
Kepala Kamenag Kanwil Banten Salurkan Bantuan Sosial di Pulo Panjang
Bentengi Desa dari Ancaman Barang Haram, Ikrar Anti Narkoba di Sukonatar Jadi Pengingat Pentingnya Kepedulian Bersama
Kapal Nelayan Berhias Mangga Jadi Daya Tarik, Kecamatan Mayangan Usung Potensi Pesisir di Mango Carnival 2026
Angkat Pesona Mangga dan Budaya Nusantara, Kecamatan Wonoasih Hadirkan “Wonoasih Gemilang” di Mango Carnival 2026
BPBD Kota Probolinggo Tampil di Mango Carnival of Indonesia, Usung Tema “Mangga Tangguh, Kota Probolinggo Siaga”
Penyerahan Santunan Anak Yatim Piatu, MADAS Madura Asli Daerah Anak Serumpun DPAC Asemrowo: Membangun Harapan, Menjaga Kebersamaan
GERAKAN ADVOKASI KEADILAN: DPP Paguyuban Cepot Motah Indonesia Tuntut Kejelasan dan Pertanggungjawaban Proses Lelang Aset di Bandung

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:33 WIB

FPRB Kota Probolinggo Perluas Sinergi Kebencanaan, Sambangi Markas Kodim 0820

Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:35 WIB

Babinsa Koramil Tanggul Serka Yan Gunawan Pimpin Kerja Bakti Bersama Warga Desa Manggisan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:49 WIB

Kepala Kamenag Kanwil Banten Salurkan Bantuan Sosial di Pulo Panjang

Jumat, 30 Oktober 2026 - 02:17 WIB

Bentengi Desa dari Ancaman Barang Haram, Ikrar Anti Narkoba di Sukonatar Jadi Pengingat Pentingnya Kepedulian Bersama

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:44 WIB

Kapal Nelayan Berhias Mangga Jadi Daya Tarik, Kecamatan Mayangan Usung Potensi Pesisir di Mango Carnival 2026

Berita Terbaru

Uncategorized

Dua WNA Arab Saudi Diamankan Terkait Kasus Penusukan Di Pecatu

Jumat, 30 Okt 2026 - 07:19 WIB