Garudaxpose.com | Probolinggo – Strategi pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terus dikembangkan Polres Probolinggo Kota dengan melibatkan kekuatan sosial keagamaan. Kali ini, kepolisian menggandeng para dai dan tokoh agama melalui pembentukan sekaligus pengukuhan kepengurusan Da’i Kamtibmas.
Pengukuhan yang berlangsung di Rupatama Polres Probolinggo Kota, Jumat (30/10/2026), tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kemitraan antara Polri dan pemuka agama dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, mulai dari penyebaran informasi palsu, provokasi, hingga masuknya paham radikalisme di tengah masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga jam, mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB, dipimpin Wakapolres Probolinggo Kota Kompol Wiwin Rusli, S.H., M.H. Turut mendampingi Kasat Binmas IPTU Heroe Arijanto, S.A.P., serta dihadiri personel Satbinmas, para Kanit Binmas polsek jajaran dan tokoh agama peserta Da’i Kamtibmas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam arahannya, Kompol Wiwin Rusli menyampaikan bahwa pendekatan keamanan tidak bisa hanya mengandalkan langkah kepolisian. Diperlukan keterlibatan tokoh masyarakat yang memiliki kedekatan dengan warga, sehingga pesan-pesan menjaga kerukunan dan persatuan dapat diterima secara lebih luas.
Ia menempatkan para dai sebagai mitra penting dalam membangun suasana sejuk di tengah masyarakat. Melalui kegiatan dakwah, para tokoh agama diharapkan dapat membantu meredam ketegangan sosial serta mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh isu yang belum jelas kebenarannya.
“Para tokoh agama memiliki peran besar dalam membimbing masyarakat. Kami berharap Da’i Kamtibmas dapat menjadi penyambung pesan perdamaian, memperkuat kerukunan, dan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi Kota Probolinggo tetap aman,” ungkapnya.
Kompol Wiwin juga menekankan bahwa dukungan moral dan spiritual dari para ulama serta ustaz menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang harmonis antara kepolisian dan masyarakat.
Sementara itu, IPTU Heroe Arijanto menjelaskan bahwa kepengurusan Da’i Kamtibmas nantinya diharapkan mampu menjalankan fungsi edukasi dan pembinaan melalui pendekatan keagamaan.
Materi yang disampaikan tidak hanya menyangkut nilai-nilai keislaman, tetapi juga dapat mencakup pemahaman tentang hukum, toleransi antarwarga, bahaya penyalahgunaan narkoba, serta pencegahan kekerasan dan perilaku menyimpang di kalangan generasi muda.
Menurutnya, para dai juga diharapkan ikut berperan dalam mengidentifikasi gejala permasalahan sosial yang berpotensi berkembang menjadi gangguan keamanan. Untuk mendukung langkah tersebut, koordinasi dengan Bhabinkamtibmas, aparatur desa dan kelurahan, serta tokoh masyarakat perlu terus ditingkatkan.
“Sinergi ini penting agar setiap persoalan yang muncul di lingkungan masyarakat bisa diketahui lebih awal. Kami mengedepankan komunikasi, pembinaan, dan penyelesaian secara persuasif melalui pendekatan problem solving,” terang IPTU Heroe.
Pada kesempatan yang sama, dilakukan pemilihan dan pengesahan susunan pengurus Da’i Kamtibmas Polres Probolinggo Kota. Ustad Achmad Sidiq dipercaya mengemban amanah sebagai ketua, didampingi Ustad Abdul Malik Damanhuri sebagai wakil ketua.
Adapun posisi sekretaris dijabat H. Khairil Anwar, S.Pd., sedangkan wakil sekretaris dipercayakan kepada Ustad As’ad Hidayatullah.
Untuk menunjang kegiatan para dai dalam menjalankan peran kemitraan tersebut, Polres Probolinggo Kota turut menyerahkan sarana kontak dan buku kumpulan Khutbah Kamtibmas.
Melalui pembentukan kepengurusan ini, Polres Probolinggo Kota berharap pesan-pesan kamtibmas dapat menjangkau masyarakat melalui berbagai kegiatan keagamaan. Keterlibatan para ulama dan pendakwah diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga persaudaraan, menangkal provokasi, serta menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan saling menghormati. (Septyan)















