GarudaXpose.Com | Padang Lawas — Menyambut pelaksanaan program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), Pemerintah Kabupaten Padang Lawas melalui Dinas Kesehatan Daerah menggelar Rapat Koordinasi, Advokasi, dan Sosialisasi Pencegahan serta Pengendalian Penyakit (P2P) Tahun 2026. Kegiatan berlangsung selama dua hari, Selasa hingga Rabu (06–07/10/2026), pukul 14.00 WIB sampai selesai, bertempat di Aula Hotel Grandika, Sibuhuan, Kecamatan Barumun.
Mengusung tema khusus “Pencegahan dan Pengendalian Keracunan Makanan”, pertemuan ini diselenggarakan untuk memperkuat kewaspadaan dini di tengah pelaksanaan program pangan bergizi nasional yang mulai menyentuh masyarakat luas. Kegiatan dibuka resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Lawas, Amelia Roitona Nasution, SKM, MKM, dan menghadirkan dua narasumber ahli dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara.
Ketua Panitia Pelaksana, Hasan Basri Hasibuan, SKM., MKM. (Pembina/IVa), dalam laporannya menjelaskan latar belakang kegiatan ini sangat mendesak. Program Surveilans Kesehatan dan Imunisasi menjadi fondasi utama deteksi dini penyakit serta pencegahan Kejadian Luar Biasa (KLB). Seiring bergulirnya program Makan Bergizi Gratis, tantangan baru muncul: penguatan kewaspadaan terhadap risiko keracunan pangan secara massal. Maka, sinergi dan kesamaan langkah antar seluruh unit pelayanan kesehatan mutlak diperlukan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan ini bertujuan tegas mengevaluasi capaian kinerja program surveilans di Puskesmas, Rumah Sakit, dan Klinik; mempererat koordinasi lintas sektor dalam pencegahan keracunan makanan; serta meningkatkan kepekaan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) khususnya mendeteksi dan merespons potensi KLB keracunan pangan terkait program MBG.
Pada acara sosialisasi ini Hadir sebanyak 60 peserta yang mewakili
Penanggung Jawab Surveilans (27 orang) 17 dari Puskesmas, 6 dari Klinik, 2 dari Rumah Sakit, 2 dari Dinas Kesehatan
Penanggung Jawab Kesehatan Lingkungan (18 orang) 17 dari Puskesmas, 1 dari Dinas Kesehatan
Penanggung Jawab Gizi (1 orang), Koordinator Wilayah BGN Padang Lawas, serta Kepala SPPG sebanyak 14 orang
Narasumber dari Provinsi Sumut terdiri dari ahli bidang Pencegahan dan Pengendalian Keracunan Makanan dari Program Surveilans serta ahli bidang Kesehatan Lingkungan. Keduanya membagikan panduan teknis terkini, mencakup deteksi dini, penanganan kasus, hingga langkah respons cepat di lapangan.
Dalam arahannya, Kadis Kesehatan Amelia Roitona Nasution menegaskan: pencegahan jauh lebih utama daripada pengobatan. Pengendalian penyakit bukan tanggung jawab satu instansi saja. Kepada seluruh Kepala SPPG, beliau berpesan tegas“Bekerjasamalah dengan Puskesmas di seluruh 17 kecamatan. Jangan bila muncul masalah, hanya Dinas Kesehatan yang dituding. Mari bergerak bersama, menanggung bersama, menjaga bersama.”
Beliau menambahkan bahwa kehadiran narasumber dari Provinsi memastikan standar yang diterapkan tepat, terkini, dan menyentuh kebutuhan warga di tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten. Selama dua hari berlangsung, diskusi berjalan produktif kendala di lapangan diungkap, pengalaman saling bertukar, dan rencana tindak lanjut disusun secara konkret.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata Padang Lawas tidak menunggu keracunan atau penyakit datang baru bertindak. Kesiapan sistem, pelatihan petugas, dan kesatuan langkah kini diperkuat demi menjaga setiap warga yang menerima manfaat pangan bergizi tetap sehat, aman, dan terjaga kesehatannya.
Kepada seluruh masyarakat Padang Lawas mari tetap waspada, jaga kebersihan pangan yang dikonsumsi, dan segera lapor ke petugas kesehatan bila menemukan gejala tidak biasa. Kesehatan kita dijaga bersama dari meja makan hingga ke pelayanan terdekat.
Arman Effendi














