Pengamat sebut Budaya Saling Tutupi dan Politik Uang Jadi Pemicu Maraknya Korupsi

- Penulis

Kamis, 10 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GarudaXpose.com | Lumajang — Praktik korupsi di Indonesia dinilai bukan lagi sekadar kejahatan individu, melainkan dampak dari penurunan moralitas bangsa dan budaya saling menutupi pelanggaran hukum.

Budaya permisif serta solidaritas kelompok yang keliru—termasuk faktor kesukuan—ditengarai menjadi pemicu utama menjamurnya praktik rasuah dari tingkat daerah hingga pusat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Kondisi tersebut diperparah oleh maraknya politik uang dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada).
“Transaksi politik yang melibatkan pemilih di tingkat tapak dinilai merusak tatanan demokrasi dan menciptakan lingkaran setan, di mana pejabat terpilih berupaya mengembalikan modal kampanye melalui jalur yang melanggar hukum,” ujar Ketua LP-KNI PC. Lumajang Bawon Sutrisno, S.Sos.

​Guna memutus rantai tersebut, penguatan peran lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan organisasi sipil mendesak untuk ditingkatkan.
“LSM dinilai memiliki posisi strategis sebagai pengawas publik (public control) yang bersentuhan langsung dengan masyarakat maupun jajaran pejabat pemerintah di lapangan,” imbuhnya.

Menurut Bawon Sutrisno, ​selain penguatan pengawasan publik, penegakan hukum yang tegas dan tanpa kompromi juga menjadi syarat mutlak.

“Sanksi maksimal seperti hukuman mati hingga tindakan pemiskinan melalui perampasan aset dinilai perlu diterapkan secara konsisten demi memberikan efek jera yang nyata bagi para pelaku kejahatan anggaran negara,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GUNUNG SEMERU SIAGA: TERCATAT 29 KALI LETUSAN DAN DISERTAI HUJAN, PUNCAK TERTUTUP KABUT
Refleksi Dies Natalis ke-13 LSM PMPR Indonesia: Dadan Nugraha Meneguhkan Esensi Gerakan Sosial dan Integritas Kebijakan Publik
Gunung Semeru Level III Siaga, Kegempaan Didominasi Puluhan Kali Letusan
Gelar Apel Gabungan, Polresta Tangerang Siaga Hadapi Erupsi Gunung Anak Krakatau
Masyarakat Kp Bojongloa Cisoka Lelah Liat Pengukuran, Jalan Tetap Tak Ada Perbaikan, Bupati Tangerang Minta Tinjau
LSM Lira Soroti Dugaan Aktivitas Tambang Ilegal di Kecamatan Salam
Antrean BBM di Jember dan Lumajang, Pertamina Pasok Pertalite hingga 110 Persen dan Alihkan Jalur Distribusi
Jalan Rusak Di Kp Cipari Cisoka Sudah kami Sampaikan Pada Bupati Dan Wakil Bupati Tangerang Dan sudah Terbalaskan, Ini Kata Wahyu Nugraha Sekretaris DPD Partai Golkar

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 03:05 WIB

GUNUNG SEMERU SIAGA: TERCATAT 29 KALI LETUSAN DAN DISERTAI HUJAN, PUNCAK TERTUTUP KABUT

Rabu, 9 September 2026 - 06:45 WIB

Refleksi Dies Natalis ke-13 LSM PMPR Indonesia: Dadan Nugraha Meneguhkan Esensi Gerakan Sosial dan Integritas Kebijakan Publik

Rabu, 9 September 2026 - 05:08 WIB

Gunung Semeru Level III Siaga, Kegempaan Didominasi Puluhan Kali Letusan

Selasa, 8 September 2026 - 15:50 WIB

Gelar Apel Gabungan, Polresta Tangerang Siaga Hadapi Erupsi Gunung Anak Krakatau

Selasa, 8 September 2026 - 12:44 WIB

Masyarakat Kp Bojongloa Cisoka Lelah Liat Pengukuran, Jalan Tetap Tak Ada Perbaikan, Bupati Tangerang Minta Tinjau

Berita Terbaru