Keterangan:PLP Luwungbata Lumpuh Total, Hanya Mampu Cetak Gol Hiburan – Tiket 16 Besar Sah Milik Cimohong
BREBES,GarudaXpose.com//– Jika sepak bola adalah perang, maka Lapangan Hijau Desa Grinting pada Rabu (9/9/2026) sore kemarin adalah medan pembantaian. Bukan perang biasa, ini adalah perang bintang yang bertabur laga apik, namun berakhir dengan satu pemenang yang mutlak.
Putra Purnama FC Cimohong tidak sekadar menang. Mereka menghancurkan, melibas, dan mempermalukan PLP FC Luwungbata dengan skor sangat telak 6-1 pada penyisihan hari ke-11 Open Turnamen Porsegi Cup 2026. Sebuah pesan keras untuk 15 tim lain yang sudah menunggu di babak 16 besar.
Kick-off tepat pukul 16.10 WIB. Durasi 2×30 menit. Cuaca cerah, temperatur 31°C. Jumlah penonton sekitar 500 orang yang memadati setiap sisi lapangan. Atmosfer tegang sejak peluit pertama ditiup oleh Wasit Utama Azmy yang memimpin dengan tegas, dibantu Asisten Wasit 1 Darsono, Asisten Wasit 2 Sakroni, Cadangan H. Darsiun, dan di bawah pengawasan ketat Pengawas Pertandingan dari PSSI Kabupaten Brebes, Dany Senja.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
RONDE PERTAMA: BLITZKRIEG 27 MENIT YANG MEMATIKAN
Pelatih Kepala Putra Purnama FC, Dino Suparjo, datang bukan untuk bermain aman. Ia menurunkan pakem paling berani: 4-4-2 menyerang dengan dua striker murni. Instruksinya jelas: bunuh pertandingan sejak awal.
Dan benar. Pertahanan PLP yang dikomandoi Kapten Dani dan dikawal kiper Dabeng langsung porak-poranda oleh gelombang serangan.
Menit 3: Bom pertama meledak. Striker haus gol nomor punggung 21, Aji, dengan dingin merobek jala PLP. 1-0.
Menit 5: Publik belum selesai berteriak, bek sayap nomor 97, Nabit, yang ikut overlap, menghujamkan gol kedua. 2-0. Mental PLP runtuh.
Menit 11: Gelandang pekerja keras nomor 27, Septian, menunjukkan kelasnya. Tendangan terukurnya dari lini tengah tak mampu dibendung. 3-0.
Menit 27: Palu godam terakhir babak pertama. Gelandang nomor 12, Wakhid, menutup pesta babak pertama menjadi 4-0.
Di sisi lain, pelatih PLP FC, Yoga, yang juga memakai formasi 4-4-2 dengan mengandalkan striker Fadil dan Dembele, sama sekali tak berkutik. Aliran bola selalu kandas di kaki sang jenderal lapangan, Kapten Putra Purnama, Bangga (No. 4), eks Persab Brebes yang tampil sangat disiplin dan keras, serta kiper Bimo (No. 99) yang nyaris menganggur di babak pertama.
Skor 4-0 di babak pertama bukan sekadar keunggulan, itu adalah pernyataan dominasi.
RONDE KEDUA: PERLAWANAN PALSU DAN KEBANGKITAN SANG PREDATOR
Tertinggal jauh, PLP mencoba bangkit. Di menit 44, pemain nomor 7, Finsa, berhasil mencuri satu gol hiburan. Skor menjadi 4-1. Sejenak, kubu Luwungbata bersorak.
Namun gol itu justru membangunkan singa yang sedang tertidur. Putra Purnama FC yang menguasai bola dari depan, tengah, hingga belakang dengan sangat kuat dan trengginas, kembali menggila.
Aji, sang predator nomor 21, kembali menunjukkan mengapa ia layak jadi Man of the Match. Di menit 40 babak kedua, ia mencetak gol keduanya, gol kelima bagi timnya. Belum puas, tiga menit kemudian, menit 43, pemain pengganti super-sub nomor 95, Andika, menutup drama dengan gol penutup.
Peluit panjang berbunyi. Skor akhir 6-1. Full time. PLP FC Luwungbata selalu gagal menguasai bola, tidak berdaya diserang bertubi-tubi dari segala penjuru.
Dengan hasil ini, Putra Purnama FC Cimohong pantas dan sah lolos ke 16 Besar Open Turnamen Porsegi Cup 2026. Sementara PLP Luwungbata harus menyudahi mimpi mereka. Out. Gugur dengan kepala tertunduk.
LEBIH DARI SEKADAR SEPAK BOLA
Turnamen ini bukan turnamen kaleng-kaleng. Kehadiran tiga Kepala Desa sekaligus menjadi buktinya: Kepala Desa Grinting Suhartono, SH, Kepala Desa Jubang Abdullah, dan Kepala Desa Rancawuluh Iksan. Mereka duduk bersama Ketua Panitia Kisnodo, Koordinator Turnamen Eko Purwanto, dan seluruh panitia.
Pelaksana Open Turnamen Porsegi, Bapak Sugiono, di akhir laga memberikan apresiasi tinggi. “Kami ucapkan terima kasih kepada kedua tim yang sudah berjuang sportif. Yang namanya pertandingan ada yang menang dan ada yang kalah. Tapi hari ini kita melihat kualitas sepak bola Brebes yang luar biasa,” tegasnya.
Porsegi Cup 2026 memang telah naik kelas. Bukan lagi sekadar turnamen antar desa, tapi telah menjadi etalase bakat-bakat terbaik Pantura.
JANGAN LEWATKAN – BIG MATCH SESUNGGUHNYA BESOK!
Jika hari ini Grinting berdarah, besok Grinting akan meledak!
Jangan sampai ketinggalan putaran ke-12 babak penyisihan Open Porsegi Cup 2026:
KAMIS, 10 SEPTEMBER 2026 | KICK-OFF 16.00 WIB
GEMA FC GUMALAR TEGAL vs BRAWIJAYA FC CIREBON
Ini adalah final yang kepagian. Kedua tim punya sejarah mentereng, pernah menjadi juara di berbagai open turnamen bergengsi di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Adu gengsi, adu taktik, adu bintang.
Ayo aja kelalen yo! Ayo pada niliki Lapangan Grinting!***
(4905)













