Batik Lumajang Tak Sekedar Warisan, Kini Tampil dengan Gaya yang Lebih Modern

- Penulis

Minggu, 6 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GarudaXpose.com | Lumajang — Lumajang terus menunjukkan geliatnya dalam memajukan industri kreatif daerah ke panggung yang lebih luas.

Melalui sentuhan inovasi fesyen modern, warisan budaya Batik Lumajang kini bertransformasi dari sekadar kain tradisional menjadi produk fesyen bernilai tambah yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.

​Langkah ini ditunjukkan dalam perhelatan Batik in Motion 2026 yang berlangsung di Kota Probolinggo, Jawa Timur, pada 4–6 September 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam gelaran tersebut, empat model membawakan karya berbasis Batik Rangsang khas Lumajang yang dipadukan secara apik dengan rancangan kontemporer dari NK Haute Couture.

Kolaborasi ini membuktikan bahwa karakter khas batik lokal mampu menyatu harmonis dengan tren busana masa kini tanpa kehilangan identitas aslinya.

​Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, menegaskan pentingnya mendorong batik daerah masuk ke industri fesyen arus utama agar memberi dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
​”Batik Lumajang punya karakter sendiri. Yang ingin kami dorong adalah bagaimana karakter itu tetap terlihat, tetapi bisa dikemas dengan cara yang lebih kreatif dan mengikuti perkembangan fesyen. Nilai ekonominya harus berkembang seiring dengan pelestarian budayanya,” ujar Dewi.

​Pengembangan Batik Lumajang ini berfokus pada tiga dampak strategis:

​1.Inovasi Desain dan Daya Saing: Perpaduan motif lokal dengan rancangan haute couture memberikan opsi busana yang relevan bagi pasar modern, termasuk generasi muda.

2.​Perluasan Akses Pasar UMKM: Mendorong perajin lokal keluar dari lingkup daerah untuk membangun jaringan bisnis, kolaborasi desainer, dan memperluas jangkauan promosi.

3.​Penguatan Ekosistem Ekonomi Kreatif: Menjadikan pameran antarwilayah sebagai wadah sinergi antar-Dekranasda se-Jawa Timur untuk memperkuat rantai pasok industri batik lokal.

​Melalui pendekatan adaptif ini, Pemkab Lumajang bersama Dekranasda optimistis produk ekonomi kreatif berbasis warisan budaya tidak hanya mampu bertahan di tengah arus modernisasi, tetapi juga tumbuh menjadi pilar penggerak ekonomi daerah yang berdaya saing tinggi di kancah nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Enam UMKM Binaan BI Sibolga Unjuk Gigi di ISEF 2026, Bidik Pasar Nasional dan Internasional
Penasaran Kegiatan Warga Binaan Influencer Langsung Kunjungan Ke Rutan Kraksaan
Gubernur Koster Panggil Pihak Pertamina dan Iswana Migas Pastikan Hari ini BBM Lancar 
Gubernur Koster Berharap Kerjasama Bali dan Tiongkok terus meningkat
Punya Potensi Besar, KAI Pilih Banyuwangi Buka Layanan Baru Angkutan Ternak dan Pertanian
Dari Kalipuro ke Pasar Dunia, Mendag Dorong Furnitur Jati Banyuwangi Naik Kelas
ALIANSI PEDULI BANTEN SOROTI PEKERJAAN JALAN CANGKUDU–CISOKA, DASAR CORAN DIDUGA ASAL JADI
Ijen Geopark Run 2026 Dimulai, 839 Pelari Berbagi Daerah Susuri Pesona Alam Gunung Ijen

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 05:23 WIB

Enam UMKM Binaan BI Sibolga Unjuk Gigi di ISEF 2026, Bidik Pasar Nasional dan Internasional

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:47 WIB

Penasaran Kegiatan Warga Binaan Influencer Langsung Kunjungan Ke Rutan Kraksaan

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:37 WIB

Gubernur Koster Panggil Pihak Pertamina dan Iswana Migas Pastikan Hari ini BBM Lancar 

Rabu, 30 September 2026 - 14:38 WIB

Gubernur Koster Berharap Kerjasama Bali dan Tiongkok terus meningkat

Minggu, 13 September 2026 - 00:25 WIB

Punya Potensi Besar, KAI Pilih Banyuwangi Buka Layanan Baru Angkutan Ternak dan Pertanian

Berita Terbaru