GarudaXpose.com | Lumajang — Lumajang terus menunjukkan geliatnya dalam memajukan industri kreatif daerah ke panggung yang lebih luas.
Melalui sentuhan inovasi fesyen modern, warisan budaya Batik Lumajang kini bertransformasi dari sekadar kain tradisional menjadi produk fesyen bernilai tambah yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.
Langkah ini ditunjukkan dalam perhelatan Batik in Motion 2026 yang berlangsung di Kota Probolinggo, Jawa Timur, pada 4–6 September 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam gelaran tersebut, empat model membawakan karya berbasis Batik Rangsang khas Lumajang yang dipadukan secara apik dengan rancangan kontemporer dari NK Haute Couture.
Kolaborasi ini membuktikan bahwa karakter khas batik lokal mampu menyatu harmonis dengan tren busana masa kini tanpa kehilangan identitas aslinya.
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, menegaskan pentingnya mendorong batik daerah masuk ke industri fesyen arus utama agar memberi dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
”Batik Lumajang punya karakter sendiri. Yang ingin kami dorong adalah bagaimana karakter itu tetap terlihat, tetapi bisa dikemas dengan cara yang lebih kreatif dan mengikuti perkembangan fesyen. Nilai ekonominya harus berkembang seiring dengan pelestarian budayanya,” ujar Dewi.
Pengembangan Batik Lumajang ini berfokus pada tiga dampak strategis:
1.Inovasi Desain dan Daya Saing: Perpaduan motif lokal dengan rancangan haute couture memberikan opsi busana yang relevan bagi pasar modern, termasuk generasi muda.
2.Perluasan Akses Pasar UMKM: Mendorong perajin lokal keluar dari lingkup daerah untuk membangun jaringan bisnis, kolaborasi desainer, dan memperluas jangkauan promosi.
3.Penguatan Ekosistem Ekonomi Kreatif: Menjadikan pameran antarwilayah sebagai wadah sinergi antar-Dekranasda se-Jawa Timur untuk memperkuat rantai pasok industri batik lokal.
Melalui pendekatan adaptif ini, Pemkab Lumajang bersama Dekranasda optimistis produk ekonomi kreatif berbasis warisan budaya tidak hanya mampu bertahan di tengah arus modernisasi, tetapi juga tumbuh menjadi pilar penggerak ekonomi daerah yang berdaya saing tinggi di kancah nasional.












