Garudaxpose.com | PROBOLINGGO – Persiapan menuju masa panen menjadi perhatian dalam pendampingan sektor pertanian yang dilakukan Polsek Sumberasih. Jajaran kepolisian mengecek kondisi tanaman jagung yang membentang di lahan seluas 50 hektare di Dusun Krajan, Desa Ambulu, Kecamatan Sumberasih.
Pengecekan dilakukan Unit Binmas Polsek Sumberasih pada Rabu (26/8/2026) siang. Sekitar pukul 12.00 WIB, Brigpol Beni mendatangi lokasi pertanian untuk melihat secara langsung perkembangan tanaman.
Hamparan jagung tersebut dikelola oleh Sutrimo dan menjadi bagian dari kelompok tani yang diketuai Adsan. Tanaman jagung di lahan itu diketahui mulai ditanam pada 14 Juli 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Jika tidak terdapat perubahan dalam proses budidayanya, tanaman tersebut diperkirakan siap dipanen pada 25 Oktober 2026. Artinya, petani masih memiliki waktu untuk melakukan perawatan hingga tanaman mencapai masa panen.
Monitoring dilakukan untuk melihat kondisi aktual tanaman sekaligus mengetahui perkembangan budidaya. Personel kepolisian juga berkomunikasi dengan pemilik lahan mengenai situasi pertanian yang sedang dihadapi.
Pertemuan antara petugas dan petani berlangsung dalam suasana dialogis. Sejumlah informasi mengenai kondisi lahan dan proses perawatan tanaman menjadi bagian dari komunikasi selama kegiatan berlangsung.
Bagi kepolisian, pemantauan lapangan diperlukan agar perkembangan lahan binaan dapat diketahui secara berkala. Pendekatan tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap masyarakat yang bergerak di bidang pertanian.
Kapolsek Sumberasih AKP Sugeng Apriyanto, S.H. menyampaikan bahwa kegiatan monitoring merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam mendukung ketahanan pangan.
Menurut Sugeng, personel di lapangan tidak hanya melakukan pengecekan secara fisik terhadap lahan, tetapi juga membangun komunikasi dengan petani.
“Dengan rutin berdialog, kami bisa mengetahui bagaimana perkembangan tanaman sekaligus mendengar langsung apabila petani menghadapi kendala,” ungkapnya.
Ia mengatakan, informasi yang diperoleh dari petani menjadi penting untuk menentukan langkah pendampingan selanjutnya. Karena itu, komunikasi antara petugas dengan kelompok tani perlu terus dijaga.
Keterlibatan Unit Binmas dan Bhabinkamtibmas dalam kegiatan pertanian juga menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan kepolisian dengan masyarakat.
Kehadiran petugas di tengah petani diharapkan tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga membuka ruang komunikasi terkait berbagai persoalan yang muncul dalam aktivitas masyarakat.
Sugeng menambahkan bahwa ketahanan pangan tidak dapat dibangun oleh satu pihak saja. Menurutnya, diperlukan kerja sama antara petani, pemerintah, kepolisian dan berbagai unsur masyarakat.
“Petani kami dorong untuk terus menjaga serta mengoptimalkan lahan yang ada. Harapannya, hasil pertanian dapat mendukung kebutuhan pangan masyarakat,” jelasnya.
Dari hasil pengecekan yang dilakukan Brigpol Beni, kondisi lahan jagung di Dusun Krajan masih dalam keadaan baik. Tidak ditemukan kendala yang berpotensi mengganggu proses budidaya.
Kondisi tersebut membuat target panen pada 25 Oktober 2026 masih sesuai dengan proyeksi yang telah ditetapkan. Namun, perawatan tanaman tetap menjadi perhatian hingga masa panen tiba.
Pemantauan secara rutin dinilai dapat membantu mengetahui perubahan kondisi tanaman sejak dini. Langkah tersebut juga memberikan kesempatan kepada petani untuk menyampaikan persoalan apabila sewaktu-waktu muncul gangguan dalam proses budidaya.
Lahan seluas 50 hektare itu menjadi salah satu bagian dari aktivitas pertanian yang terus didampingi kepolisian di wilayah Kecamatan Sumberasih.
Melalui kegiatan tersebut, Polsek Sumberasih berupaya menunjukkan bahwa dukungan terhadap ketahanan pangan dapat dilakukan melalui keterlibatan langsung di tengah masyarakat.
Selain menjalankan fungsi pembinaan, personel kepolisian juga membangun komunikasi sosial dengan warga. Interaksi langsung seperti ini diharapkan menciptakan hubungan yang semakin dekat antara polisi dan petani.
Bagi petani, keberadaan petugas yang secara berkala melakukan monitoring juga dapat menjadi ruang untuk menyampaikan kondisi di lapangan. Komunikasi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran aktivitas pertanian.
Kegiatan monitoring di lahan jagung milik Sutrimo tersebut berlangsung tanpa ditemukan gangguan maupun persoalan berarti. Selama kegiatan, situasi di lokasi terpantau aman, tertib dan kondusif.
Polsek Sumberasih selanjutnya akan terus memantau perkembangan tanaman hingga mendekati masa panen. Harapannya, jagung yang ditanam di lahan seluas 50 hektare tersebut dapat tumbuh maksimal dan menghasilkan panen sesuai target. (Septyan)












