Dari Budaya hingga Ketahanan Pangan, Warga Wiroborang Sulap Jalanan Jadi Panggung Kreativitas

- Penulis

Minggu, 23 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | Probolinggo – Jalan Serma Abdurahman hingga Jalan Soekarno Hatta, Kota Probolinggo, berubah menjadi panggung budaya pada Minggu (23/8). Beragam kostum, tarian, kesenian tradisional hingga pesan sosial disuguhkan warga Kelurahan Wiroborang dalam gelaran Borang Carnival.

Bukan sekadar parade untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kegiatan tersebut menjadi ajang bagi masyarakat untuk memperlihatkan gagasan dan kreativitas yang tumbuh di lingkungan mereka.

Dari empat RW yang ada di Kelurahan Wiroborang, muncul 22 tampilan dengan melibatkan sekitar 808 warga. Masing-masing kelompok membawa identitas dan cerita berbeda yang kemudian dirangkai menjadi satu pertunjukan di tengah masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Antusiasme warga terlihat sejak peserta berkumpul di kawasan Balai RW 1. Ratusan peserta mengenakan kostum dengan beragam karakter dan konsep sebelum mengikuti iring-iringan menuju Jalan Soekarno Hatta.

Camat Mayangan Deus Nawandi, mewakili Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin, membuka kegiatan tersebut. Pelepasan peserta semakin semarak setelah penampilan Tari Laskarahan dari SD Wiroborang 1.

Borang Carnival merupakan bagian dari B-Fest atau Borang Festival yang disiapkan Kelurahan Wiroborang untuk mengisi rangkaian peringatan kemerdekaan.

Melalui konsep tersebut, masyarakat tidak hanya diajak mengikuti berbagai perlombaan. Mereka juga mendapatkan ruang untuk menampilkan kekayaan budaya sekaligus menyampaikan pesan-pesan yang dianggap penting bagi kehidupan masyarakat.

Hal itu terlihat dari penampilan warga RW 1. Tema Ratu Pantai Selatan, Lontar Kahyangan Balinese hingga Sedekah Bumi Kampung PHBS dipadukan menjadi pertunjukan yang menggabungkan unsur budaya dan kepedulian terhadap lingkungan.

Pesan menjaga kebersihan lingkungan menjadi salah satu bagian menarik dari parade tersebut. Kreativitas warga digunakan sebagai media menyampaikan edukasi tanpa harus meninggalkan unsur hiburan.

RW 2 juga membawa konsep yang tidak kalah beragam. Beksan Bumi dan Daur Ulang, Seribu Warna Pesona Kertas Cahaya, Adat Dayak serta Pendalungan Art Culture menjadi bagian dari penampilan mereka.

Sementara itu, RW 3 menghadirkan lebih banyak tema yang menggambarkan keberagaman Indonesia. Legenda Candi Prambanan, Papua Extravaganza, Spirit of Papua dan Pesona Nusantara dalam Harmoni Budaya Bali menjadi sejumlah atraksi yang ditampilkan.

Menariknya, masyarakat juga mengangkat isu ketahanan pangan melalui penampilan Raja dan Ratu Sungut, Pahlawan Ketahanan Pangan.

Pesan tentang kecintaan terhadap budaya lokal juga diperkuat melalui penampilan Aku Cinta Budaya Probolinggo, Lestari Alamku serta Semangat Pemuda Berkarya, Berprestasi, Bergotong Royong Mencintai Budaya Lokal Kota Probolinggo.

RW 4 tak mau kalah. Tarian Kreasi Baru Lansia, Bhineka Tunggal Ika Budaya Nusantara, Tarian Garuda Sakti dan Pesona Indonesia Nusantara menjadi bagian dari parade mereka.

Nuansa budaya lokal Pendalungan turut hadir melalui penampilan Pendalungan Sakera Marlena. Sementara tema Semilir Kemerdekaan Kota Angin menjadi salah satu kreasi yang dibawa masyarakat RW 4.

Lurah Wiroborang Ellyas Yudha mengatakan banyaknya peserta menunjukkan bahwa masyarakat memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan.

Menurutnya, Borang Carnival sengaja dikemas sebagai wadah agar potensi tersebut dapat terlihat sekaligus mendapatkan ruang untuk berkembang.

“Seluruh 4 RW dan 29 RT semua ikut memeriahkan. Ada 22 tampilan dengan melibatkan 808 orang,” ungkap Ellyas.

Bagi Ellyas, partisipasi tersebut menjadi bukti bahwa semangat masyarakat dalam memperingati kemerdekaan masih sangat kuat.

Selain menghibur, karnaval juga diharapkan mampu mempererat hubungan antarwarga. Proses menyiapkan kostum, menentukan konsep hingga berlatih bersama menjadi aktivitas yang mendorong munculnya gotong royong.

Dari sisi lain, kegiatan tersebut juga dinilai memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Keterlibatan warga dalam berbagai persiapan membuka ruang bagi pelaku usaha maupun masyarakat untuk ikut mendapatkan manfaat.

Camat Mayangan Deus Nawandi mengapresiasi kreativitas warga Wiroborang. Ia menilai kegiatan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya menjadi penonton dalam perayaan kemerdekaan, tetapi mampu menjadi pelaku utama.

“Warga bisa berekspresi, berkreasi melalui karnaval dan tentunya berdampak juga pada perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Untuk memberikan penghargaan terhadap kreativitas peserta, panitia menghadirkan perlombaan dengan sejumlah indikator penilaian.

Dewan juri menilai kesesuaian tema, edukasi, kreativitas dan keunikan, kostum serta properti. Kekompakan, kerapian, ekspresi, penguasaan panggung dan semangat peserta selama mengikuti rute juga menjadi pertimbangan.

Hasilnya, penampilan Raja dan Ratu Sungut, Pahlawan Ketahanan Pangan dinobatkan sebagai juara pertama.

Juara kedua diraih Adat Dayak, sedangkan Papua Extravaganza berada di posisi ketiga. Untuk Juara Harapan 1 diraih Semangat Pemuda Berkarya, Berprestasi, Bergotong Royong dan Mencintai Budaya Lokal Kota Probolinggo.

Sementara Pesona Indonesia Nusantara mendapatkan Juara Harapan 2.

Kesuksesan kegiatan tersebut tidak lepas dari keterlibatan berbagai unsur masyarakat dan petugas keamanan. Panitia, pokmas, LKK Kelurahan Wiroborang, TNI, Polri serta Satpol PP turut mendukung kelancaran pelaksanaan.

Ellyas menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga yang telah mengambil bagian dalam kegiatan tersebut. Ia menilai antusiasme masyarakat dan penonton menjadi salah satu indikator keberhasilan Borang Carnival.

“Alhamdulillah semua berjalan lancar, sukses dan penonton di sepanjang rute pun begitu antusias juga,” katanya.

Borang Carnival akhirnya tidak hanya menyisakan kemeriahan parade. Lebih dari itu, kegiatan tersebut memperlihatkan bagaimana peringatan kemerdekaan dapat menjadi ruang untuk merawat budaya, memperkuat kebersamaan, menyampaikan edukasi serta menghidupkan kreativitas masyarakat.

Semangat tersebut menjadi bagian dari jargon Kelurahan Wiroborang, WIROHESA atau Wiroborang Hebat Wiroborang Bisa, yang terus digaungkan melalui berbagai kegiatan masyarakat.

Melalui B-Fest, warga Wiroborang menunjukkan bahwa kemerdekaan dapat dirayakan dengan cara yang kreatif: menjaga tradisi, mengangkat potensi lokal dan bergerak bersama sebagai sebuah komunitas.

Penulis : Septyan Dwi Cahyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sumbertaman Siapkan Poskamling RT 01 RW 02 untuk Berlaga di Tingkat Provinsi, BPBD Perkuat Edukasi Kebencanaan
Satresnarkoba Polres Jember Ucapkan Selamat HUT KJJT Indonesia yang ke-7, Harap Sinergi Terus Terjaga
Muspika Tegalsiwalan Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW, Lantunan Al-Barzani Menggema di Pendopo Kecamatan
Wujudkan Lingkungan Sehat, CSR PT Mayora Gelar Normalisasi Sungai 1 Km di Desa Gembong
KPK Periksa Dua Mantan Pejabat Dinsos dan Belasan Petugas PKH Brebes Soal Dugaan Korupsi Bansos Covid-19
Di Alun-Alun Brebes, Gus Bill Mengubah Bawang Merah Jadi Bahasa Hati
Dua Kali Seminggu Cuci Darah, Nasib Siti Junita Akhirnya Jadi Perhatian Pemkab Tangerang
Tingkatkan Kualitas Pelayanan dan UMKM di Kota Tangerang, DPRD Usulkan Dua Raperda Inisiatif 

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 06:27 WIB

Sumbertaman Siapkan Poskamling RT 01 RW 02 untuk Berlaga di Tingkat Provinsi, BPBD Perkuat Edukasi Kebencanaan

Kamis, 10 September 2026 - 05:19 WIB

Satresnarkoba Polres Jember Ucapkan Selamat HUT KJJT Indonesia yang ke-7, Harap Sinergi Terus Terjaga

Kamis, 10 September 2026 - 05:15 WIB

Muspika Tegalsiwalan Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW, Lantunan Al-Barzani Menggema di Pendopo Kecamatan

Rabu, 9 September 2026 - 16:28 WIB

KPK Periksa Dua Mantan Pejabat Dinsos dan Belasan Petugas PKH Brebes Soal Dugaan Korupsi Bansos Covid-19

Rabu, 9 September 2026 - 15:36 WIB

Di Alun-Alun Brebes, Gus Bill Mengubah Bawang Merah Jadi Bahasa Hati

Berita Terbaru