Night Ride Jadi Magnet Warga, Ratusan Pesepeda Jelajahi Malam Kota Probolinggo hingga BJBR

- Penulis

Kamis, 13 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | Probolinggo — Ratusan pesepeda mengubah suasana malam Kota Probolinggo menjadi lebih hidup melalui kegiatan night ride, Kamis (13/8). Gowes malam yang melibatkan komunitas, masyarakat, jajaran Pemerintah Kota Probolinggo dan Forkopimda tersebut menjadi salah satu cara menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin dan Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari turut berada di tengah rombongan. Bersama Ketua TP PKK dr. Evariani Aminuddin serta sejumlah kepala perangkat daerah, mereka mengayuh sepeda dari Kantor Wali Kota Probolinggo menuju Bee Jay Bakau Resort (BJBR).

Rute malam itu berlangsung dalam suasana santai. Peserta dari berbagai kalangan tampak menikmati perjalanan sambil berinteraksi dengan sesama pesepeda.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi komunitas, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda olahraga. Night ride menjadi ruang untuk berkumpul, memperluas pertemanan sekaligus menikmati wajah Kota Probolinggo pada malam hari.

Setibanya di BJBR, suasana berubah semakin semarak. Rombongan disambut hamparan dekorasi cahaya yang menghiasi kawasan wisata tersebut.

Sekitar lima juta lampu tematik dipasang di area BJBR seluas kurang lebih enam hektare. Cahaya dari berbagai dekorasi membuat kawasan wisata itu tampil mencolok dan menjadi lokasi yang menarik untuk berswafoto.

Direktur PT Lumiland Wonderful Indonesia Eko Ardi Nugraha mengatakan, penyelenggaraan event tersebut turut memperkuat daya tarik wisata Kota Probolinggo.

“Ini lima juta lampu tematik, menambah keelokan BJBR. Silakan difoto dan diviralkan,” kata Eko.

Menurutnya, Probolinggo dipilih sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan karena mempunyai potensi yang cukup besar, terutama dari sektor pendidikan dan pariwisata.

Momentum kemerdekaan juga dimanfaatkan dengan memberikan akses gratis kepada pelajar di Kota Probolinggo. Sekitar tujuh ribu pelajar SD disebut mendapatkan kesempatan menikmati wahana tersebut secara gratis dengan tambahan akses bagi dua guru.

“Bagi pelajar seluruhnya gratis masuk, ditambah dua orang guru. Ada sekitar tujuh ribu pelajar SD di Kota Probolinggo. Ini dalam rangka memeriahkan 17-an,” ujarnya.

Tidak hanya pesepeda dan wisatawan, sejumlah pelaku UMKM juga ikut mengambil bagian. Kehadiran mereka membuat kawasan kegiatan semakin ramai sekaligus memberikan peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan manfaat ekonomi dari event tersebut.

Antusiasme peserta terlihat dari beragam komunitas yang ikut dalam kegiatan. Salah satunya Denin Mahesa Putra, pelajar SMP Negeri 9 Kota Probolinggo.

Denin yang tergabung dalam Cycling Relax Crew dan Chill Change menilai kegiatan night ride memberikan pengalaman menarik.

“Sangat keren ya, karena di Probolinggo termasuk kota kecil tapi event sepedanya besar,” kata Denin.

Ia menyebut rute yang ditempuh cukup ringan sehingga peserta dapat menikmati perjalanan tanpa terlalu menguras tenaga.

“Rute malam ini lumayan cepat, nggak terlalu jauh, santai jadi nggak terlalu capek ke kaki,” tuturnya.

Denin berharap kegiatan bersepeda dengan skala lebih besar dapat kembali digelar di Kota Probolinggo.

“Harapan saya selanjutnya bisa lebih banyak event bersepeda di kota, karena saya dan teman-teman suka sekali bersepeda,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Riski, warga Sumber Taman. Berbeda dari Denin, Riski mengikuti kegiatan tersebut bersama keluarga setelah diajak suaminya yang tergabung dalam komunitas Probolinggo Low Rider.

“Bagus, tempatnya luas dan lampu makin banyak. Seru ya, karena sebelumnya sering ada sepedaan tapi baru kali ini ikut bersama keluarga,” ujarnya.

Bersepeda bersama wali kota juga menjadi pengalaman tersendiri bagi Riski. Ia menilai kegiatan semacam itu dapat mempererat hubungan masyarakat dengan pemerintah.

“Seneng, bisa sepedaan bareng sama pemerintahan. Jadi ada hubungan dekat sama pemerintahan,” katanya.

Ia berharap agenda serupa terus dilaksanakan agar semakin banyak komunitas yang dapat terlibat.

“Semoga terus dijalankan karena seru, semakin banyak komunitas yang ikut jadi kita seperti diperhatikan sama pemerintah, bisa kumpul dan menjalin hubungan lebih dekat antara masyarakat dan pemerintah,” imbuh Riski.

Menariknya, Riski juga berhasil membawa pulang hadiah karena sepeda yang digunakannya terpilih sebagai sepeda dengan kategori paling unik.

Selain menjadi agenda olahraga, night ride kali ini sekaligus membawa peserta mengenal konsep baru BJBR. Setelah menempuh perjalanan dari pusat pemerintahan kota, peserta mendapatkan pengalaman menikmati destinasi wisata dengan suasana berbeda.

Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Probolinggo sebagai lokasi penyelenggaraan event tersebut.

“Terima kasih telah percaya kepada Probolinggo menjadi kota ke-10. Semoga ini menjadi sesuatu yang baik di Kota Probolinggo,” ujar Aminuddin.

Probolinggo menjadi kota atau kabupaten ke-10 yang menjadi lokasi event lima juta lampu tematik tersebut. Dekorasi lampu didatangkan dari Tiongkok dan ditempatkan di kawasan BJBR.

Sebelumnya, konsep serupa telah digelar di beberapa daerah. Malang pernah menjadi lokasi pertunjukan lima juta lampu selama 36 hari, sedangkan Kediri menghadirkan sekitar 2.000 hingga 3.000 lampu.

Di Probolinggo, jutaan lampu tersebut dipadukan dengan kawasan wisata mangrove BJBR yang membentang sekitar enam hektare.

Perpaduan olahraga malam, komunitas dan wisata tersebut membuat night ride menjadi lebih dari sekadar kegiatan bersepeda. Agenda ini sekaligus menghadirkan ruang rekreasi, interaksi masyarakat dan promosi destinasi wisata Kota Probolinggo menjelang perayaan HUT ke-81 RI.

Penulis : Septyan Dwi Cahyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sumbertaman Siapkan Poskamling RT 01 RW 02 untuk Berlaga di Tingkat Provinsi, BPBD Perkuat Edukasi Kebencanaan
Satresnarkoba Polres Jember Ucapkan Selamat HUT KJJT Indonesia yang ke-7, Harap Sinergi Terus Terjaga
Muspika Tegalsiwalan Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW, Lantunan Al-Barzani Menggema di Pendopo Kecamatan
Wujudkan Lingkungan Sehat, CSR PT Mayora Gelar Normalisasi Sungai 1 Km di Desa Gembong
KPK Periksa Dua Mantan Pejabat Dinsos dan Belasan Petugas PKH Brebes Soal Dugaan Korupsi Bansos Covid-19
Di Alun-Alun Brebes, Gus Bill Mengubah Bawang Merah Jadi Bahasa Hati
Dua Kali Seminggu Cuci Darah, Nasib Siti Junita Akhirnya Jadi Perhatian Pemkab Tangerang
Tingkatkan Kualitas Pelayanan dan UMKM di Kota Tangerang, DPRD Usulkan Dua Raperda Inisiatif 

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 06:27 WIB

Sumbertaman Siapkan Poskamling RT 01 RW 02 untuk Berlaga di Tingkat Provinsi, BPBD Perkuat Edukasi Kebencanaan

Kamis, 10 September 2026 - 05:19 WIB

Satresnarkoba Polres Jember Ucapkan Selamat HUT KJJT Indonesia yang ke-7, Harap Sinergi Terus Terjaga

Kamis, 10 September 2026 - 05:15 WIB

Muspika Tegalsiwalan Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW, Lantunan Al-Barzani Menggema di Pendopo Kecamatan

Rabu, 9 September 2026 - 16:28 WIB

KPK Periksa Dua Mantan Pejabat Dinsos dan Belasan Petugas PKH Brebes Soal Dugaan Korupsi Bansos Covid-19

Rabu, 9 September 2026 - 15:36 WIB

Di Alun-Alun Brebes, Gus Bill Mengubah Bawang Merah Jadi Bahasa Hati

Berita Terbaru