Pawai Budaya Pakistaji Meriahkan HUT RI ke-81, Tradisi dan Ekonomi Lokal Berjalan Beriringan

- Penulis

Minggu, 9 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | PROBOLINGGO – Ribuan warga memadati Kelurahan Pakistaji, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, Minggu (9/8) malam. Mereka antusias menyaksikan gelaran Pawai Budaya dan Pagelaran Seni yang menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan yang digelar oleh masyarakat bersama Pokmas Sumber Anugerah tersebut menghadirkan beragam atraksi budaya dari berbagai daerah di Indonesia. Sebanyak 10 kelompok peserta turut ambil bagian dalam pawai budaya yang berlangsung meriah dan penuh kreativitas.

Salah satu penampilan yang paling menyita perhatian pengunjung adalah sendratari yang mengangkat legenda Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso. Pertunjukan tersebut tampil berbeda dengan menghadirkan replika candi sebagai latar, sehingga memberikan nuansa teatrikal yang kuat dan memukau penonton sepanjang jalur pawai.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, kemeriahan acara semakin terasa saat Marching Band SMKN 4 Kota Probolinggo tampil membawakan sejumlah atraksi musik yang energik. Berbagai kesenian tradisional juga turut meramaikan panggung budaya, di antaranya Dug-Dug Cokro Budoyo, Tari Jaran Bodag, parade busana anak, parade pengantin adat Nusantara, pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate, hingga Tari Dayak Minahesa.

Tidak hanya menampilkan hiburan budaya, perayaan kemerdekaan di Pakistaji juga diisi berbagai kegiatan sosial dan pelayanan publik yang melibatkan masyarakat secara langsung. Sejak pagi hari, warga dapat mengikuti senam bersama, donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, pelayanan administrasi kependudukan dan Identitas Kependudukan Digital (IKD), layanan pembayaran PBB, hingga bazar produk UMKM lokal.

Wakil Wali Kota Probolinggo, Ina Dwi Lestari, yang hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi atas semangat gotong royong masyarakat Pakistaji dalam menyelenggarakan rangkaian acara.

Menurutnya, kegiatan budaya memiliki peran penting dalam memperkuat rasa persatuan sekaligus menjadi media pelestarian warisan budaya bangsa di tengah perkembangan zaman.

“Pawai budaya seperti ini bukan hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan dan menumbuhkan kecintaan terhadap budaya yang kita miliki,” ujarnya.

Ina menilai keterlibatan berbagai unsur masyarakat mulai dari anak-anak, pelajar, komunitas seni hingga pelaku UMKM menunjukkan bahwa budaya dapat menjadi kekuatan sosial yang mampu menyatukan berbagai kalangan.

Ia juga menegaskan bahwa pemberian ruang kepada pelaku UMKM dan komunitas seni akan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat. Menurutnya, setiap kegiatan yang melibatkan banyak pihak akan menciptakan aktivitas ekonomi baru yang dirasakan langsung oleh warga.

“Pelestarian budaya dan penguatan ekonomi masyarakat dapat berjalan bersamaan. Ketika masyarakat diberi ruang untuk berkarya dan berusaha, manfaatnya akan dirasakan oleh lingkungan sekitar,” katanya.

Lebih lanjut, Ina mengajak masyarakat untuk terus menjaga keberagaman budaya sebagai bagian dari identitas bangsa. Ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam meneruskan nilai-nilai budaya agar tetap lestari di masa mendatang.

“Momentum kemerdekaan harus menjadi pengingat bahwa keberagaman adalah kekuatan. Karena itu budaya harus terus dijaga, gotong royong diperkuat, dan generasi muda diberikan kesempatan untuk mengenal serta mencintai warisan budayanya,” tegasnya.

Acara tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kota Probolinggo dr. Evariani Aminuddin, Sekretaris Daerah Budiono Wirawan, unsur Forkopimka Wonoasih, Camat Wonoasih Eko Candra, para lurah se-Kecamatan Wonoasih, serta tokoh masyarakat dan warga yang memadati lokasi kegiatan.

Melalui Pawai Budaya dan Pagelaran Seni, Kelurahan Pakistaji menunjukkan bahwa perayaan kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui seremoni semata. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi sarana memperkuat persaudaraan, melestarikan budaya bangsa, sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat dari tingkat lingkungan.

Penulis : Septyan Dwi Cahyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kantor Pertanahan Kabupaten Pandeglang mengikuti Workshop Integritas Bersama KPK untuk membangun Budaya Anti Korupsi
Kantah Kabupaten Tangerang Salurkan UGK Untuk Pembangunan KSCS, Dukung Manfaat Air Baku bagi Masyarakat
Perkuat Budaya Antikorupsi, Kantah Kabupaten Tangerang Ikuti Workshop Integritas Bersama KPK
Polisi Jogo Sekolah: Langkah Preventif Polres Jember Siapkan Pelajar Menuju Generasi Emas 2045
13 Sanggar Dug-Dug Tampil Kolosal, Gema Tabuhan Meriahkan Mango Carnival 2026 di Stadion Bayuangga
Gubernur Koster Tegaskan APBD Bali 2027 Berorientasi  Bagi Kesejahteraan Masyarakat
Info Bali Seputar Ranpergub, Moral Wartawan, UMKM, Digital dan KPAD
FPRB Kota Probolinggo Perluas Sinergi Kebencanaan, Sambangi Markas Kodim 0820

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 04:54 WIB

Kantor Pertanahan Kabupaten Pandeglang mengikuti Workshop Integritas Bersama KPK untuk membangun Budaya Anti Korupsi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 04:48 WIB

Perkuat Budaya Antikorupsi, Kantah Kabupaten Tangerang Ikuti Workshop Integritas Bersama KPK

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 04:17 WIB

Polisi Jogo Sekolah: Langkah Preventif Polres Jember Siapkan Pelajar Menuju Generasi Emas 2045

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:32 WIB

13 Sanggar Dug-Dug Tampil Kolosal, Gema Tabuhan Meriahkan Mango Carnival 2026 di Stadion Bayuangga

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:03 WIB

Gubernur Koster Tegaskan APBD Bali 2027 Berorientasi  Bagi Kesejahteraan Masyarakat

Berita Terbaru