Usai Curhat ke Zulkifli Hasan Soal Hama Tikus, Jogotirto Dampring Wonosobo Diduga Diintimidasi Oknum, Petani Minta Perlindungan

- Penulis

Kamis, 23 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | Banyuwangi – Polemik mencuat di kalangan petani Desa Wonosobo, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi, usai kunjungan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dalam kegiatan Kerja Bhakti dan Dialog Tani di kawasan Dam Gembleng pada Sabtu, 18 Juli 2026.

 

Dalam dialog yang dihadiri ratusan petani tersebut, salah seorang Jogotirto dari wilayah Dampring menyampaikan secara langsung keluhan mengenai serangan hama tikus yang semakin meresahkan. Hama tersebut dinilai telah menyebabkan kerusakan tanaman padi dan berpotensi mengakibatkan gagal panen apabila tidak segera ditangani.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Menanggapi keluhan itu, Menko Pangan Zulkifli Hasan yang didampingi jajaran Dinas Pertanian langsung merespons dengan memberikan bantuan berupa obat racun tikus kepada para petani sebagai langkah awal pengendalian hama.

 

Namun, beberapa hari setelah kegiatan tersebut, muncul dugaan peristiwa yang menimbulkan keresahan di kalangan petani.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun Garudaxpose.com, pada Jumat, 24 Juli 2026 siang, seorang Jogotirto berinisial Ef (60), warga Dusun Dampring, Desa Wonosobo, dipanggil menghadiri pertemuan di aula kelompok tani (Poktan) setempat.

 

Dalam pertemuan itu, Ef mengaku mendapat tekanan dari beberapa orang yang diduga berasal dari unsur pengurus kelompok tani dan oknum Dinas Pertanian. Ia mengaku diminta agar tidak lagi menyampaikan atau melaporkan persoalan serangan hama tikus kepada pihak yang lebih tinggi atau “atasan”.

 

Apabila keterangan tersebut benar, tindakan tersebut tentu sangat disayangkan karena dapat menghambat penyampaian aspirasi petani. Dalam sistem pemerintahan yang terbuka, masyarakat, termasuk petani, memiliki hak untuk menyampaikan keluhan, masukan, maupun kondisi yang mereka alami kepada pemerintah tanpa adanya tekanan maupun intimidasi.

 

Peristiwa ini pun memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Mengapa keluhan mengenai hama tikus yang sebelumnya disampaikan secara terbuka dalam forum resmi justru diduga berujung pada adanya tekanan terhadap salah satu pelapor? Apakah ada pihak yang merasa terganggu dengan penyampaian kondisi riil di lapangan?

 

Sejumlah petani berharap persoalan ini mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi maupun instansi terkait. Mereka menginginkan agar penanganan hama tikus dilakukan secara maksimal, sekaligus memastikan tidak ada bentuk intimidasi terhadap warga yang menyampaikan aspirasi demi kepentingan pertanian.

 

Hingga berita ini ditulis, Garudaxpose.com masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pengurus kelompok tani, pihak Dinas Pertanian Kabupaten Banyuwangi, serta pihak-pihak terkait lainnya guna memperoleh penjelasan dan klarifikasi atas dugaan tersebut. Demi menjaga keberimbangan informasi, tanggapan dari seluruh pihak akan dimuat pada pemberitaan selanjutnya.

 

(Tim Investigasi Garudaxpose.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati, DPRD dan Kapolres Muba Kompak Cari Solusi Minyak Rakyat, Legalisasi Jadi Bahasan
Kepala KPPN teguh irwono piagam langsung di terima sama Wakapolres Kompol A.Effan Sulaiman jember
Dua Kali Seminggu Cuci Darah, Nasib Siti Junita Akhirnya Jadi Perhatian Pemkab Tangerang
HASIBUAN MAMPU SULAP TITIK SAMPAH JADI TAMAN DI DEPAN TK NEGERI BARUMUN
Sejak 2011, Beasiswa Pemkab Banyuwangi Bantu 3.920 Mahasiswa
Noor Arief Prasetyo terpilih Aklamasi sebagai ketua umum KJJT indonesia  
KASAT RESKRIM POLRES PADANG LAWAS TABUH GENDERANG, BERANGKATKAN GERAKAN BERSIHKAN PASAR DARI SPEKULASI DAN KECURANGAN PANGAN
Pererat Sinergi, Kepala Rutan Kelas I Palembang Audiensi dengan Pemerintah Kota Palembang

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 15:11 WIB

Bupati, DPRD dan Kapolres Muba Kompak Cari Solusi Minyak Rakyat, Legalisasi Jadi Bahasan

Rabu, 9 September 2026 - 14:06 WIB

Kepala KPPN teguh irwono piagam langsung di terima sama Wakapolres Kompol A.Effan Sulaiman jember

Rabu, 9 September 2026 - 10:55 WIB

Dua Kali Seminggu Cuci Darah, Nasib Siti Junita Akhirnya Jadi Perhatian Pemkab Tangerang

Rabu, 9 September 2026 - 07:12 WIB

HASIBUAN MAMPU SULAP TITIK SAMPAH JADI TAMAN DI DEPAN TK NEGERI BARUMUN

Rabu, 9 September 2026 - 02:05 WIB

Sejak 2011, Beasiswa Pemkab Banyuwangi Bantu 3.920 Mahasiswa

Berita Terbaru