Garudaxpose.com, Serang – Setiap peringatan Hari Anak Nasional mengingatkan bahwa anak bukan sekadar penerus bangsa, melainkan wajah Indonesia di masa depan.
Tahun ini, Hari Anak Nasional ke-42 mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan.” Tema tersebut mengandung pesan penting bahwa membangun masa depan tidak cukup hanya dengan melindungi anak dari kekerasan dan memenuhi kebutuhan fisiknya, tetapi juga dengan membentuk hati, karakter, dan nilai-nilai yang akan mereka bawa sepanjang hidup.
H. Amrullah Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kamenag Provinsi Banten menyebut, Hari Anak Nasinal mengingkatkan semua bahwa setiap anak berhak bertumbuh, belajar dan bermimpi dalam ruang yang sama.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Di tengah perubahan sosial yang begitu cepat, kita sering kali terlalu sibuk mempersiapkan anak menghadapi persaingan, tetapi lupa mempersiapkan mereka menjadi manusia,” ujarnya.
“Anak didorong mengejar prestasi akademik, menguasai teknologi digital, dan memenangkan berbagai kompetisi. Namun, pada saat yang sama, kita menyaksikan meningkatnya perundungan di sekolah, kekerasan antaranak, intoleransi, serta menurunnya empati di ruang digital. Fenomena ini menunjukkan bahwa kecerdasan tanpa karakter tidak cukup untuk membangun peradaban,” tambahnya.
Ia mencontohkan, anak – anak berkebutuhan khusus tidak membutuhkan belas kasihan, tetapi penerimaan, kesempatan pendampingan dan pendidikan yang memuliakan martabatnya itu yang di perlukan.
“Pendidikan inklusif bukan sekedar menghadirkan mereka dalam kelas, melainkan memastikan setiap perbedaan diterima. Setiap potensi harus dikembangkan, dan tidak satu pun anak tertinggal dalam meraih mas depan. Semua anak mendapatkan hak yang sama tanpa terkecuali,” tegasnya.











