Oleh: H. Syahrir Nasution, Glr. Sutan Kumala Bulan
Garudaxpos.com l Medan (Sumut)—
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Masih sempatkah saya bersujud esok hari?”
Pertanyaan sederhana ini seharusnya menjadi renungan setiap insan beriman. Tidak seorang pun mengetahui apakah matahari esok masih dapat disaksikan, atau justru hari ini menjadi kesempatan terakhir untuk bersujud kepada Allah SWT.
Kematian adalah rahasia Allah. Tidak ada manusia yang mengetahui kapan, di mana, dan bagaimana ajalnya akan datang.
Allah SWT berfirman:
“Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu.”
(QS. Ali Imran: 185)
Firman Allah yang lain:
“Tidak ada seorang pun yang mengetahui apa yang akan dikerjakannya besok dan tidak ada seorang pun yang mengetahui di bumi mana ia akan mati.”
(QS. Luqman: 34)
Ayat-ayat tersebut mengingatkan bahwa umur bukan berada dalam kekuasaan manusia. Jabatan, kekayaan, kedudukan maupun kesehatan tidak mampu menghalangi datangnya kematian ketika Allah telah menetapkannya.
Rasulullah SAW juga mengingatkan umatnya agar tidak terlena oleh kehidupan dunia.
Beliau bersabda:
“Perbanyaklah mengingat pemutus segala kenikmatan, yaitu kematian.”
(HR. At-Tirmidzi, dinilai hasan)
Hadis ini mengajarkan bahwa mengingat kematian bukan untuk menimbulkan rasa takut semata, melainkan agar manusia memperbaiki amal, memperbanyak ibadah, menjauhi kemaksiatan, serta memperbanyak taubat.
Dalam kehidupan sehari-hari, sering kali manusia larut dalam kesibukan dunia. Tidak sedikit yang menunda shalat, menunda taubat, bahkan menunda meminta maaf kepada sesama dengan alasan masih ada waktu.
Padahal Rasulullah SAW bersabda:
“Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara: masa mudamu sebelum tua, sehatmu sebelum sakit, kayamu sebelum miskin, waktu luangmu sebelum sibuk, dan hidupmu sebelum matimu.”
(HR. Al-Hakim)
Karena itu, setiap muslim hendaknya senantiasa memperbaiki hubungan dengan Allah maupun dengan sesama manusia.
Jika pernah menyakiti orang lain, segeralah meminta maaf.
Jika pernah mengambil hak orang lain, segera kembalikan.
Jika masih memiliki dosa kepada Allah, segeralah bertaubat dengan taubat nasuha sebelum pintu taubat ditutup.
Allah SWT berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya.”
(QS. At-Tahrim: 8)
Pada akhirnya, tidak ada yang lebih berharga daripada kesempatan terakhir untuk bersujud kepada Allah SWT.
Mungkin hari ini masih diberikan kesempatan.
Namun belum tentu esok.
Karena itu, jangan pernah menunda ibadah, jangan menunda taubat, dan jangan menunda berbuat baik.
Semoga Allah SWT menutup usia kita dalam keadaan husnul khatimah, menerima seluruh amal ibadah, mengampuni dosa-dosa kita, dan mempertemukan kita dengan surga-Nya.
Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.
Catatan Redaksi: Artikel ini merupakan opini keagamaan penulis yang disusun berdasarkan dalil Al-Qur’an dan hadis yang masyhur. Riwayat-riwayat yang statusnya tidak sahih atau tidak dapat dipastikan berasal dari Nabi Muhammad SAW tidak dimasukkan agar isi tulisan tetap sesuai dengan kaidah ilmiah dan etika publikasi media.
(M.SN)












