Pelatihan Berbuah Kemandirian, Ibu Rumah Tangga asal Klampok Topang Ekonomi Keluarga

- Penulis

Selasa, 30 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KETERANGAN FOTO:Indahyana, pemilik usaha Srikandi asal Klampok Wanasari, memamerkan produk olahannya di Bazar Pengentasan Kemiskinan, KPT Brebes, Selasa (30/6/2026).

BREBES,GarudaXpose.com///-
Kisah Indahyana menjadi bukti nyata bahwa pemberdayaan tepat sasaran mampu memutus rantai kemiskinan. Berawal dari pelatihan yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Brebes, ibu rumah tangga asal Desa Klampok, Kecamatan Wanasari ini kini sukses mengembangkan usaha rumahan Srikandi, yang menjadi tumpuan baru ekonomi keluarganya.

Indahyana merupakan salah satu pelaku usaha yang memamerkan produknya dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Bazar Produk Hasil Pelatihan Pemberdayaan, di Aula Lantai 5 KPT Brebes, Selasa (30/6/2026).

“Setelah mendapatkan pelatihan kita jadi bisa jualan, karena kita akan melebarkan sayap. Setelah pelatihan-pelatihan tersebut, kami berusaha untuk bangkit supaya bisa menjualkan produk-produk kami,” ujar Indahyana di sela bazar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Usaha itu kini telah memberi dampak langsung bagi keluarganya. Dari yang semula hanya berstatus ibu rumah tangga, Indahyana kini ikut menopang nafkah.

“Alhamdulillah untuk hari-hari bisa menambah penghasilan untuk ekonomi keluarga,” katanya.

Asisten I Sekda Brebes, Subandi, menegaskan penanganan kemiskinan adalah tanggung jawab bersama. Ia menyebut bazar tersebut menjadi bukti bahwa warga Brebes punya potensi besar untuk bangkit jika diberi kesempatan dan pendampingan.

“Langkah kecil ini akan menjadi dorongan besar bagi mereka untuk terus berusaha dan berkembang. Kita hadir bukan hanya sebagai penyelenggara kegiatan, tetapi juga sebagai penggerak perubahan,” tegas Subandi.

Ia mengajak seluruh OPD dan pengunjung untuk membeli langsung produk peserta pelatihan, sebagai bentuk dukungan nyata.

Sementara itu, Kepala Bapperida Kabupaten Brebes, Tety Yuliana, memaparkan tantangan yang masih dihadapi. Angka kemiskinan di Brebes saat ini masih berada di angka 14,15 persen atau sekitar 257 ribu jiwa.

Untuk itu, pada 2026 Pemkab Brebes memfokuskan intervensi pada tiga pilar utama: optimalisasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), percepatan operasional Sekolah Rakyat di Desa Wlahar, Kecamatan Larangan, serta penguatan Gerakan Satu OPD Satu Desa Dampingan.

“DTSEN harus menjadi satu-satunya kompas kita dalam menyalurkan intervensi. Saya tidak ingin lagi mendengar ada warga miskin ekstrem yang terlewat, sementara warga yang mampu justru menerima bantuan,” tegas Tety.

Tety juga meminta setiap perangkat daerah aktif mendampingi desa binaannya, turun langsung mengidentifikasi persoalan di lapangan, dan membangun kolaborasi bersama pemerintah desa, sektor swasta, serta masyarakat.

Subandi optimistis, upaya pengentasan kemiskinan di Brebes akan berjalan lebih cepat bila kolaborasi ini terus diperkuat. Menurutnya, kunci keberhasilan ada pada tiga hal: komitmen, konsistensi, dan kepedulian seluruh pemangku kepentingan.

Kisah Indahyana dan para pelaku usaha Srikandi lainnya pun menjadi penanda bahwa pelatihan yang tepat, jika disertai pendampingan dan pasar, benar-benar mampu mengubah dapur rumah tangga menjadi sumber kemandirian ekonomi.***

(4905)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zainu Ahmadi Nomor Urut 1 Raih Kemenangan, Ketua LBH Gadjah Madha Indonesia Sampaikan Ucapan Selamat
PAW Kades Setail Digelar Hari Ini, Dua Calon Berebut Dukungan Lima Unsur Masyarakat
Tasyakuran HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71: Satlantas Polres Jember Salurkan Kursi Roda, Sembako dan Santunan
Soekarno Run BWX 2026 Disorot, Pelibatan ASN dalam Event PDI Perjuangan Dipertanyakan
KH Abdul Aziz RM Wafat, Kota Probolinggo Kehilangan Ulama dan Penggerak Al-Qur’an
Wali Kota Probolinggo Lepas Kepergian Mantan Sekda dr. Bambang Agus Suwignyo
Sosialisasi Persiapan PERINTIS, Peralihan Hak Terintegrasi 10 Hari di Kab Tangerang 
Tingkatan Kualiats Pengajar, Kamenag Kab Tangerang Gelar Pembinaan Guru Non PNS

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 07:37 WIB

Zainu Ahmadi Nomor Urut 1 Raih Kemenangan, Ketua LBH Gadjah Madha Indonesia Sampaikan Ucapan Selamat

Rabu, 23 September 2026 - 05:39 WIB

PAW Kades Setail Digelar Hari Ini, Dua Calon Berebut Dukungan Lima Unsur Masyarakat

Rabu, 23 September 2026 - 00:00 WIB

Tasyakuran HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71: Satlantas Polres Jember Salurkan Kursi Roda, Sembako dan Santunan

Selasa, 22 September 2026 - 12:59 WIB

Soekarno Run BWX 2026 Disorot, Pelibatan ASN dalam Event PDI Perjuangan Dipertanyakan

Selasa, 22 September 2026 - 11:33 WIB

KH Abdul Aziz RM Wafat, Kota Probolinggo Kehilangan Ulama dan Penggerak Al-Qur’an

Berita Terbaru